TAPAKTUAN|ACEHHERALD–Sempat meresahkan warga dalam 3 (tiga) pekan terakhir, akhirnya harimau yang biasa disebut dengan ‘nenek’ oleh warga Pantai Barat Selatan atau ‘Siraja Hutan’ akhirnya masuk ke dalam perangkap Badan Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Pemasangan perangkap tersebut dilakukan oleh pihak Badan Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Wild life Conservasi Sosaity (WCS), dan pawang Jauhari di Dusun Gunung Ulu, Gampong Lhok Beungkuang, Kecamatan Tapaktuan tepatnya di kolam Aroya. “Ada tiga titik pemasangan perangkap tersebut yakni di Gampong Batu, Puncak Gemilang dan Kolam Aroya disertai pemasangan Kamera Trap,” kata Kepala Resor BKSDA Tapaktuan, Wirli, Senin (25/07/2022) kepada awak media.
Ditambahnya, pemasangan perangkap itu dilakukan sejak jumat (8/07) setelah diduga ada harimau yan telah memangsa ternak warga, tepatnya di Gampong Batu itam, serta menampakan diri di puncak gemilang serta kolam Aroya.
Sekitar pukul 11.00 WIB malam diketahui satwa tersebut masuk ke dalam perangkap dengan dibuktikan camera trap, saat paginya tim gabungan sekitar pukul 07.30 wib mencroschek di lokasi sudah ada seekor harimau sumatera (Panthera tigris) diperkirakan berumur 2,5 tahun berjenis kelamin jantan yang terperangkap di dalamnya,” kata Wirli
Lanjut Wirli, satwa yang di lindungi tersebut sudah di bawa ke Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (Balai-PKH) wilayah II Tapaktuan untuk diperiksa kesehatan satwa tersebut.





















