Demo Terkait Amandemen UU Kewarganegaraan India Meluas

New Delhi, Acehherald.com – Demo besar-besaran terus berlangsung sejak Minggu kemarin. Demonstrasi yang berawal dari Assam, bagian Timur Laut India yang berbatasan dengan Pakistan dan Nepal, merebak hingga ke kota-kota besar seperti Mumbai, Chennai dan Hyderabad, Para demonstran khawatir, dengan perubahan UU Kewarganegaraan yang menolak memberikan status kewarganegaraan kepada para imigran muslim akan membuat komunitas … Read more

Seorang pria berlari menjauh dari bus yang terbakar, ketika kerusuhan terjadi. (Photo by STR/AFP via Getty Images)

Iklan Baris

Lensa Warga

Seorang pria berlari menjauh dari bus yang terbakar, ketika kerusuhan terjadi. (Photo by STR/AFP via Getty Images)

New Delhi, Acehherald.com – Demo besar-besaran terus berlangsung sejak Minggu kemarin. Demonstrasi yang berawal dari Assam, bagian Timur Laut India yang berbatasan dengan Pakistan dan Nepal, merebak hingga ke kota-kota besar seperti Mumbai, Chennai dan Hyderabad,

Para demonstran khawatir, dengan perubahan UU Kewarganegaraan yang menolak memberikan status kewarganegaraan kepada para imigran muslim akan membuat komunitas islam di India semakin tertekan.

 

Di India sendiri, gesekan antara kaum Islam minoritas dengan pemeluk Hindu garis keras telah berulangkali terjadi.

Demonstrasi yang di awali oleh sekelompok mahasiswa di seputar kampu universitas, telah membesar. Sedikitnya lima orang telah tewas, kata sumber kepolisian seperti dikutip CNN, Senin (16/12/2019).

Di Kota Delhi, sekitar 2.000 mahasiswa telah berdemonstrasi di Universitas Jamia Milia Islamia, salah satu perguruan tinggi terkemuka sejak Minggu kemarin. Akibat demo yang berujung ricuh, kepolisian telah menangkap puluhan peserta demonstran dengan ratusan terluka. “Kerusakan sangat jelas terlihat pada kampus”, kata Najma Akhtar, Wakil Rektor Universitas.

Mahasiswa sendiri mengatakan bahwa polisi melakukan aksi mereka dengan represif.  Sejumlah demonstran dipukul dengan tongkat, “Sekitar 200 orang terluka,” menurut catatan koordinator aksi.

Kepolisian Delhi sendiri membantah pernyataan tersebut ketika dikonfirmasi, “Kami tidak bersenjata dan tetap menggunakan kekuatan minimum dalam mengendalikan massa”. (CNN)

Editor: Salim

 

 

 

Baca Juga:  ASPPI Jadwalkan Aceh Travel Mart 22 Maret 2021

Berita Terkini

Haba Nanggroe