
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
TAKENGON | ACEH HERALD
AKSI demo masyarakat Kecamatan Ketol yang menuntut pembangunan jalan akses menuju daerah mereka berujung ricuh, salah seorang anggota DPRK diduga membogem salah seorang pendemo, Selasa, (24/11/20).
Berawal dari rasa ketidakadilan karena akses jalan menuju kawasan mereka tidak kunjung dibangun, meski jalan tersebut sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan, ratusan masyarakat ketol menggelar aksi demo di Kantor DPRK Aceh Tengah.
Aksi demo awalnya berjalan tertib dan lancar, sampai para pendemo melalui oratornya meminta agar para anggota DPRK yang berasal dari dapil mereka untuk hadir menemui pendemo.
Namun setelah ditunggu beberapa waktu, dari delapan orang Anggota DPRK yang berasal dari dapil tiga, yaitu Susilawati, Ismail, Tarmina, Mukhkis, Fauzan, Syahrul, Syamsudin dan Nurhidayah. Yang hadir pada saat itu hanya lima orang.
Merasa tidak puas, karena dewan yang mewakili mereka tidak lengkap hadir menemui mereka, para pendemo enggan untuk bernegoisasi dengan anggota DPRK yang diwakili oleh Edi Kurniawan selaku Wakil Ketua DPRK.
Namun pada saat itulah kekisruhan terjadi, sehingga tiba-tiba diduga salah satu anggota dewan menghajar salah seorang orator pendemo, Bembeng, sehingga bibir bagian bawah Bembeng mengeluarkan darah segar. “Bibir saya sakit, bibir saya pecah, saya dipukul,” ujar Bembeng sambil berlari menjauh dari kerumunan pendemo.
“Bapak anggota DPR itu yang pukul saya, Bapak anggota DPR itu yang pukul saya,” teriak Bembeng lagi.
Suasana mulai ricuh, para pendemo mendesak maju menerobos blokade polisi yang mengamankan aksi demo, guna mengejar oknum anggota dewan yang diduga melakukan pemukulan terhadap rekan mereka.
Akhirnya suasana yang semakin tidak kondusif tersebut, dapat ditenangkan oleh aparat kepolisian yang bertugas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pihakpun yang dapat dimintai keterangan terkait pemukulan terhadap pendemo yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRK Aceh Tengah.(*)
PENULIS : ROBBY




















