Dedikasi Tanpa Tepi Seorang Bang Didi

“Alhamdulillah sekarang saya sudah donor darah 200 kali. Semoga Allah memberikan kekuatan, kesehatan kepada saya dan juga kepada pasien yang menerima donasi darah. Saya berharap ke depannya ada pendonor - pendonor lainnya yang mau mengabdi untuk kemanusiaan tanpa membedakan Agama, Suku dan kepentingan Llinnya. Bagi Saya donor darah adalah sehat untuk kita dan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan,” tandas Didi.
Didi Agustinus saat mendonor darah ke-200 kali. Kamis (23/01/2025).

Iklan Baris

Lensa Warga

KAMIS 23 Januari 2025 menjadi hari yang bersejarah bagi seorang Didi Agustinus (62), alumnus Fakultas Pertanian USK yang juga mantan karyawan PT Inhutani yang akhirnya mendedikasikan diri sepenuhnya untuk urusan kemanusiaan. Betapa tidak, Kamis kemarin, Didi–demikian pria disapa koleganya–Kamis kemarin, adalah untuk yang ke-200 kalinya, Didi mendonorkan darahnya. Bertempat di UTD PMI Banda Aceh, Didi memecahkan rekor mendonor darah secara nasional, dalam hal jumlah mendonorkan darah.

Luar biasa, pria penggemar olahraga beladiri silat itu mulai mulai mendonorkan sejak umur 17 tahun atau tahun 1982 saat kelas 1 SMA Darussalam (saat ini SMAN 2 Banda Aceh). Kala itu ia mendonor untuk seorang ibu dari Samalanga yang melahirkan dan butuh darah. Sebagai bukti sahih jika jiwa volounteer telah tumbuh sejak usia remaja.

Berangkat empati terhadap sesama makhlug Allah yang membutuhkan darah di antara demarkasi hidup dan mati, Didi muda kala itu langsung tergerak untuk mendonorkan darah secara rutin yang kala itu empat bulan sekali. “Bagaimanapun setetes darah adalah jiwa bagi orang orang yang membutuhkannya. Saya lalu berkomitmen untuk mendonor secara rutin, berdasarkan pengalaman pertama ikut memberikan secuil andil untuk keselamatan seorang ibu yang melahirkan. Ini pengalaman bathin yang tak terlupakan sepanjang hayat,” ujar Didi.

Sebagai pendonor ‘abadi’ totalitas Didi untuk bakti kemanusiaanya nyaris tanpa batas. Dengan perkembangan teknologi kesehatan saat ini, Didi mendonor 2 bulan sekali. Hanya itu? Tunggu dulu!! Didi juga mendonor secara insidentil untuk kebutuhan yang jauh lebih urgen. Ia mendonor secara apheresis yaitu donor darah dengan mesin dan komponennya sesuai kebutuhan. Ini donor yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan sangat terbatas, terutama dikaitkan dengan kualitas fisik serta darah itu sendiri. “Kalau donor darah biasa diambil 350 cc, maka donor darah apheresis saya diambil 550 – 600 cc dan biasanya untuk pasien DBD,” tutur Didi yang dengan kata lain ia nyaris menjadi bank darah berjalan sepanjang hayat dikadung badan.

Baca Juga:  Terbukti, RS Swasta Bayar Gaji Nakes Rendah

Setahu pria yang juga lama berkutat di Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh dan Kutaraja itu, pendonor darah terbanyak di Indonesia adalah Suparman (78) seorang purnawirawan TNI AD dengan total donasi sebanyak 198 kali, namun kabar terakhir, karena faktor usia ia tak mendonor lagi.

Menonton laga Persiraja di Stadion Dimurthala, sebagai tifosi setia.

Atas dedikasi tanpa jeda dalam bakti kemanusiaan itu di tahun 2011, Didi di Undang oleh Bapak Presiden SBY untuk menerima Satya Lencana Sosial di Istana Negara. “Alhamdulillah sekarang saya sudah donor darah 200 kali. Semoga Allah memberikan kekuatan, kesehatan kepada saya dan juga kepada pasien yang menerima donasi darah. Saya berharap ke depannya ada pendonor – pendonor lainnya yang mau mengabdi untuk kemanusiaan tanpa membedakan Agama, Suku dan kepentingan Llinnya. Bagi Saya donor darah adalah sehat untuk kita dan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan,” tandas Didi yang kini menginspirasi banyak orang.

Aksi donor darah ke-200 Didi Agustinus juga dihadiri sejumlah pendonor setia lainnya, seperti Fakri dari Bank Aceh Syariah (BAS) dan Syaiful Bahri, yang juga memiliki komitmen tinggi dalam kegiatan donor darah.

Bahkan secara khusus dibuat seremoni sederhana dan dr Mutia, Ketua Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banda Aceh, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Didi serta semua pendonor. “Pak Didi bukan hanya pendonor yang luar biasa, tetapi juga seorang motivator di Aceh. Beliau adalah mantan sekretaris PMI Kota Banda Aceh yang selalu aktif mengajak orang untuk mendonor darah,” ujar dr. Mutia.

Didi Agustinus juga dikenal sebagai sosok yang terus mengkampanyekan pentingnya donor darah, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Ia berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk mendonorkan darahnya, mengingat betapa besar dampak bagi mereka yang membutuhkan.

Baca Juga:  Pebalap Liar Tewas Ditembak Saat ‘Bali’, Kepala Tembus Peluru

Keberhasilan Didi yang juga seorang spesialis pemasak kuliner khas Aceh, kuah beulanong ini, menjadi pengingat bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa. Dengan 200 kali donor, Didi Agustinus membuktikan bahwa satu tindakan kecil bisa memberikan dampak besar bagi kehidupan banyak orang. Sebuah dedikasi tanpa tepi.

 

Kata Kunci (Tags):
didi agustinus, donor darah ke-200, pmi kota banda aceh, aksikemanusiaan, diundang ke istana negara

Berita Terkini

Haba Nanggroe