BANDA ACEH I ACEHHERALD – Batas atau dead line pendaftaran nama pemain ke PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi sepakbola PSSI Liga 2 adalah, Selasa (16/08/2022) mendatang, atau hanya tersisa lima hari lagi. Namun sejauh ini, nasib bonden Persiraja yang telah terlempar dari Liga 1 masuk jalur lama, Liga 2 PSSI, masih tak jelas nasibnya.
Manajemen lama yang dipimpin Nazaruddin (Dek Gam) selaku presiden, sudah menyatakan mundur melalui sebuah saluran podcast lokal, pekan lalu. Setelah itu Dek Gam selaku Presiden Persiraja sekaligus pemilik saham 80 Persen PT Persiraja Lantak Laju, menyerahkan Surat Pengunduran diri kepada Walikota, selaku pemegang saham 20 Persen melalui Klub Binaan Pemko Banda Aceh, Podiraja.
Menyahuti pengunduran diri itu, Pemko Banda Aceh melalui Pj Walikota Bakri Siddiq telah membentuk Tim Transisi yang diketuai oleh Kadispora Reza Kamilin SSTP dan Sekretaris Ardiansyah SSTP. Sejenak dibentuk, Tim Transisi langsung melakukan langkah konkret. Yaitu mendaftarkan Persiraja ke PT LIB (Liga Indonesia Baru) untuk ikut Kompetisi Liga 2, karena masa tenggat pengdaftaran nyaris habis.
Belakangan, upaya pendaftaran itu disebut-sebut mendapat sinyal keberatan dari manajemen lama. Bahkan Sekretaris Persiraja sebelum Dekgam mengundurkan diri, Rahmat Djailani tiba tiba terkesan menyerang Sekretaris Tim Transisi Persiraja, Ardiansyah. Tanpa ada hujan dan angin, Rahmat Djailani menyerang Ardiansyah melalui sebuah situs media lokal, dengan statement Ardiansyah jangan sibuk mencari panggung. Pernyataan itu keluar setelah Ardiansyah mendaftarkan Persiraja untuk ikut Liga 2, karena didesak oleh dead line PT LIB yang meminta Persiraja untuk mendaftar.
Ketika dikonfirmasi kepada Ardiansyah tentang statemen cari panggung itu, Ardiansyah malah merasa bingung apa maksud Rahmat Djailani tersebut. “Apa yang mesti saya komentari, lha saya juga bingung dengan pernyataan itu, termasuk soal esensi dan tujuannya. Kami juga memegang mandate Tim Transisi penunjukan Pj Walikota. Sepertinya salah sasaran statemen dimaksud,” kata Ardiansyah yang kini menjadi saah seorang staf ahli Pj Walikota Banda Aceh.
Menyangkut soal dead line pendaftaran pemain ke PT LIB yang hanya lima hari, Tim Transisi akan kembali membicarakan dengan Pj Walikota selaku salah seorang pemegang saham. Hal yang sama juga akan dikoordinasikan dengan pelaku olahraga di Banda Aceh, termasuk berkoordinasi dengan KONI Kota Banda Aceh, selaku induk organisasi olahraga. “Kami akan terus melakukan konsolidasi, koordinasi dan kolaborasi dengan semua pihak. Hingga nantinya akan didapat solusi terbaik untuk Persiraja,” kata Ardiansyah.





















