
FOTO : PENREM 011/LILAWANGSA
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
LHOKSEUMAWE │ ACEH HERALD
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, memanen udang vename hasil usaha mandiri prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa, di Asrama TNI Bathupat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Sabtu (18/7/2020). Tak hanya panen udang, Sumirating beserta sejumlah pejabat TNI lainnya, juga menabur 300 ribu benih udang vaname kualitas ekspor, seusai fun bike.
Acara itu turut dihadiri Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011, Yova Baskoro, beserta sejumlah prajurit dan pengurus persit KCK Koorcab Rem 011.
Sebelum memanen udang tersebut, rombongan Sumirating beserta Yova Baskoro, Dandim Aceh Utara Letkol Inf Agung Sukoco, beserta seluruh staf dan jajarannya, melaksanakan sepeda santai dengan titik start Lapangan Sudirman Korem, menuju Asrama Batuphat, Kecamatan Muara Satu, lokasi tambak yang hendak dipanen.
Sumirating mengatakan, kegiatan ini merupakan program prajurit produktif Korem 011/Lilawangsa, yang berupaya membangun ekosistem yang baik dan produktif. Di antaranya, budidaya udang di tambak udang atau kolam rumahan. Program ini dilaksanakan prajurit dengan memanfaatkan lahan yang ada, sebagai percontohan khususnya bagi masyarakat sekitar.
“Saat ini, Korem 011/Lilawangsa memiliki program produktif yang dikerjakan prajurit dengan mengajak pemuda menjadi usaha mandiri. Selain meningkatkan perekonomian prajurit, sekaligus membantu pendapatan masyarakat serta dapat mendukung ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kota Lhokseumawe,” tutur Sumirating.

FOTO : PENREM 011/LILAWANGSA
Dia menyebutkan, kegiatan produktif ini merupakan lanjutan program yang sudah ada. Harapannya, dapat meningkatkan hasil perekonomian prajurit dan membantu pendapatan masyarakat setempat. “Apalagi usaha mandiri budidaya udang vaname, nilai jualnya menjanjikan. Harganya lumayan tinggi,” ungkap Sumirating.
Kata dia, budidaya tambak udang bisa dijadikan pemanfaatan sumber daya manusia (SDM). Dengan adanya program prajurit produktif, dapat menjadi contoh sekaligus diikuti masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.(*)
PENULIS : YUSWARDI





















