JAKARTA I ACEHHERALD.com – Presiden RI Prabowo Subianto kembali mengeluarkan statemen resmi menyangkut kondisi kekinian negeri ini. Didampingi para Ketua Umum Parpol seperti Surya Paloh (Nasdem), Megawati (PDIP) Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Presiden Prabowo menyatakan rasa prihatinnya yang mendalam atas kondisi saat ini.
Tampak baik Presiden dan para pendampingnya, terlihat dengan mimik dalam kondisi pressure kondisi kekinian, atau dengan wajah terbebani.
Dalam pernyataan yang berdurasi 3 menit 07 detik itu, Presiden menyatakan negara menghormati dan terbuka dalam menyikapi aspirasi yang murni dari masyarakat. “Terhadap petugas yang kemarin melakukan kesalahan ataupun pelanggaran, saat ini pihak kepolisian RI sedang melakukan pemeriksaan. Saya minta dilakukan secara cepat, transparan dan dapat diikuti secara terbuka oleh publik,” tegas Prabowo, yang juga Jenderal TNI itu.
Di sisi lain disebutkan, dalam rangka menyikapi apa yang menjadi aspirasi murni masyarakat, Prabowo mengaku telah menerima laporan dari para Ketua Umum Parpol, yang telah menindaktegas kadernya yang membuat pernyataan keliru dan tingkah laku melukai hati rakyat. “Mereka telah me ngambil langkah terhadap anggota DPR RI masing masing terhitung tanggal 1 September 2025,” tandas Presiden.
Seperti diberitakan, langkah tegas itu adalah menarik kader dari gedung DPR di Senayan, yaitu Syahroni, Nafa Urbach (Partai Nasdem), Eko Patrio, Uya Kuya (Partai PAN) dan Adies Kadir (Partai Golkar). Kelimanya kini dalam posisi tak lagi menduduki kursi DPR RI.
Presiden juga menyebutkan kesepakatan para pimpinan DPR RI yang akan melakukan pencabutan beberapa kebijakan, termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan juga moratorium atau penghentian perjalanan kunjungan kerja ke luar negeri. “Dan juga para pimpinan DPR dan Ketum Partai berjanji akan menegaskan para kadernya di Senayan untuk selalu peka dengan aspirasi rakyat.




