Bustami Dibayang-bayangi Koalisi Besar

“Insya Allah hari ini Pak Bus menerima surat keputusan penetapan sebagai kandidat calon Gubernur Aceh dari Partai PAN,” kata sumber itu yang mengaku sedang bergerak menuju Kantor DPP PAN Jakarta.
Bustami Hamzah dan istri , Mellani Subarni saat menyaksikan pawai karnaval HUT RI di tribun kehormatan. Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Kontestasi politik Pilkada Aceh mulai mencapai titik kulminasinya, sejenak Bustami Hamzah SE MSi memastikan diri masuk ke gelanggang, dengan mundur dari posisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang kini digantikan oleh Dr Safrizal ZA. Setelah bebas tugas, Bustami langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal dan eksternal termasuk menghimpun koalisi dukungan.

Sumber terdekat dari Kubu Bustami menyebutkan, Bustami kini dibayang bayangi sebuah koalisi besar Partai Nasional (Parnas) serta sebuah Partai Lokal yang punya kursi di DPRA. Bahkan sumber itu menyebutkan, hari ini (Jumat, 23/08/2024), Bustami akan menerima penetapan dukungan politik dari DPP PAN. “Insya Allah hari ini Pak Bus menerima surat keputusan penetapan sebagai kandidat calon Gubernur Aceh dari Partai PAN,” kata sumber itu yang mengaku sedang bergerak menuju Kantor DPP PAN Jakarta.

Sebelumnya, Bustami telah mendapatkan dukungan dari DPP Nasdem, langsung dari Surya Paloh. Nasdem sendiri kini memiliki 10 kursi di DPRA 2024-2029. Sementara PAN di DPRA memiliki lima kursi. Bustami juga dikabarkan telah mendapatkan dukungan dari Partai PAS yang memiliki empat kursi di DPRA.

Beberapa kalangan menyebutkan, Bustami yang oleh koleganya sering disapa dengan Om Bus itu, juga telah mendapatkan lampu hijau dari DPP Golkar yang memiliki sembilan (9) kursi di DPRA. Dengan formasi kursi seperti itu, maka Bustami setidaknya akan didukung oleh 28 kursi di parlemen Aceh atau DPRA. Sementara kuota wajib untuk bisa mengusung seorang calon gubernur/wakil gubernur, hanya dibutuhkan 13 kursi di DPRA. “Kita doakan saja yang terbaik untuk Om Bus, agar ia bisa maju dalan kontestasi politik untuk memberikan yang terbaik kepada Aceh lima tahun ke depan,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga:  Juli Indonesia Pulih

 

Ganti Pasangan?

Sementara itu, saat Bustami telah berkomitmen untuk brpasangan dengan sosok ulama yang juga pemikir, Tu Sop atau Tgk. H. Muhammad Yusuf bin A. Wahab yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), berhembus rumors tentang kemungkinan berubahnya pasangan Muzakir Manaf atau Mualem, sebagai kandidat Gubernur Aceh yang diusung oleh Partai Aceh (PA), pemilik kursi mayoritas di DPRA.

Sempat disebut sebut berpasangan dengan kalangan internal PA, yaitu Sekjen Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak dan kemudian beralih kepada Dek Fat atau Fadhlullah sebagai Ketua Gerindra Aceh, tiba tiba mulai tadi malam mencuat rumors yang mengejutkan, Mualem akan menggandeng Armia Fahmi yang baru bergeser dari posisi Wakapolda Aceh. Armia sendiri sebelumnya santer disebutkan bakal menuju kontestasi Pilkada Aceh Tamiang melalui jalur Partai Aceh.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi atas rumors itu, namun sumber sumber di kalangan Partai Aceh mengakui tentang adanya rumors tersebut. Bahkan ia juga mengaku jika info itu berkembang dalam 24 jam terakhir. “Petang ini akan ada meeting khusus untuk finalisasi atas kepastian pasangan untuk Mualem,” kata sumber dimaksud.

Sementara itu perang urat saraf mulai dipermainkan dalam konteks eskalasi poliik Pilkada Aceh. Termasuk ‘menyerang’ Bustami dengan tudingan diberhentikan dan disersi dari tugas seperti termuat di media sosial dan portal. Sementara Bustami secara resmi melalui surat permohonan ke Mendagri, menyatakan mundur dari posisi Pj Gubernur karena terpanggil untuk mengikuti kontestasi politik dengan maksud ikut berkontribusi untuk memberikan yang terbaik bagi Aceh lima tahun ke depan.

Kata Kunci (Tags):
bustami hamzah, kostestasi politik pilkada, pemilu aceh, pilkada serentak

Berita Terkini

Haba Nanggroe