Bupati Abdya Akmal: Siapapun Pj Bupati, Saya Pesankan tak Keluar Dari Sektor Riil

BLANGPIDIE | ACEH HERALD – BUPATI dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH dan Muslizar MT SP masa jabatan 2017-2022, hanya tinggal menghitung hari. Jabatan yang sudah diemban selama lima tahun itu akan berakhir pada hari Sabtu, tanggal 13 Agustus 2022, pukul 00.00 WIB mendatang. Pasangan Akmal dan Muslizar MT dilantik tanggal … Read more

Bupati Abdya Akmal Ibrahim
FOTO/ZAINUN YUSUF Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH menyampaikan sambutan di hadapan Tim Inspektorat Aceh dalam Rangka Evaluasi Masa Akhir Jabatan Bupati Abdya 2017-2022 di Aula Bappeda Abdya, Senin (8/8/2022).

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE | ACEH HERALD – BUPATI dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH dan Muslizar MT SP masa jabatan 2017-2022, hanya tinggal menghitung hari.
Jabatan yang sudah diemban selama lima tahun itu akan berakhir pada hari Sabtu, tanggal 13 Agustus 2022, pukul 00.00 WIB mendatang. Pasangan Akmal dan Muslizar MT dilantik tanggal 14 Agustus 2017, lima tahun lalu.
Artinya, pada 14 Agustus, Bupati dan Wakil Bupati, Akmal dan Muslizar MT kembali menjadi rakyat biasa atau bersama lagi satu shaf dengan masyarakat.
Kabupaten Abdya pun akan dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati yang diangkat Pemerintah Pusat, dalam hal ini oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI).
Lima hari menjelang berakhir masa tugas, Bupati Akmal menitip pesan kepada siapapun yang dipercaya pemerintah pusat sebagai Pj Bupati Abdya, termasuk kepada ASN setempat agar program yang dilaksanakan agar tidak keluar dari sektor riil.
“Siapapun yang diangkat pemerintah menjadi Pj Bupati agar Abdya tidak keluar dari sektor riil,” ungkap Bupati Abdya, Akmal Ibrahim di hadapan Tim Inspektorat Aceh di Aula Bappeda Abdya, Senin (8/8/2022).
Tim Inspektorat Aceh berada di Abdya sejak 7 Agustus 2022 dalam Rangka Evaluasi Akhir Masa Jabatan Bupati Abdya Masa Jabatan 2017-2022.
Pembangunan sektor riil yang dimaksud Bupati Akmal adalah sektor pertanian dan industri kecil. Alasannya, kedua sektor ini langsung menyentuh ke masyarakat, sedangkan yang lain tidak.

Bupati Akmal Ibrahim
Bupati Abdya Akmal Ibrahim foto bersama dengan Tim Evakuasi dari Inspektorat Aceh. FOTO/ZAINUN YUSUF

Sektor pertanian dan industri kecil diakui Akmal menjadi prioritas dengan alokasi anggaran lumayan besar selama dua periode memimpin Kabupaten Abdya (2007-2012 dan 2017-2022). Hasilnya, nyata sangat dirasakan masyarakat Abdya.
Akmal menambahkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama ini adalah infrastruktur yang mendukung sektor riil. Seperti pembangunan sarana jalan, termasuk jalan-jalan kawasan perkebunan rakyat.
Dia mengatakan tidak ada guna meneken sekian banyak MoU, kalau toh ujung-ujungnya tidak jalan. “Kita (Aceh) berada di ujung pulau, sehingga tidak ada orang cari uang di sini. Kembangkan saja sektor riil karena hasilnya nyata,” kata Bupati Akmal.
Kalaupun ada industri yang berkembang, menurut Bupati Akmal merupakan industri agro.
Akmal menyebutkan bahwa tidak ada visi misi yang tidak dicapai selama lima tahun kepemimpinannya. Namun, janji pembentukan Bank Gala diakui agak kesulitan karena persoalan regulasi.
Lembaga non-bank ini baru dibentuk tahun 2020 yang melayani masyarakat miskin yang ingin menggadaikan sawah miliknya. Pengelola Bank Gala ini tidak mengambil uang pemerintah, melainkan mengunakan sumber dana zakat dan sedekah. “Sekarang sudah mulai tumbuh,” katanya.
Pelayanan kesehatan masyarakat, menurut Bupati Akmal semakin membaik, termasuk untuk pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Malahan, dia memuji kinerja ASN lingkup Kabupaten Abdya dan mereka sangat kompak. Kekompakan ini diminta agar dipertahankan dan terus ditingkatkan.
Keuangan Kabupaten Abdya, menurut Akmal Ibrahim, sangat sehat, dan pihaknya diakhir masa tugas tidak meninggalkan utang sepeserpun.
Di akhir sambutannya, Bupati Akmal Ibrahim menjelaskan bahwa masa tugas sebagai Bupati selama tahun akan berakhir pada 13 Agustus, pukul 00.00 WIB. “Setelah itu saya kembali menjadi rakyat biasa. Saya tetap berada di Abdya, bergaul bersama masyarakat di sini, menjadi petani,” ungkapnya.
Bupati Akmal pada kesempatan itu mengajak masyarakat dan ASN lingkup Kabupaten Abda agar mendukung siapapun Pj Bupati yang akan diangkat oleh pemerintah pusat.
“Tak ada untung bertikai, dukung siapapun yang jadi Pj Bupati. Jangan berpikir atau bertindak yang aneh-aneh,” katanya lagi.

Evaluasi

Acara Entry Meeting dalam rangka evaluasi masa akhir jabatan Bupati Abdya itu, dihadiri Inspektur Aceh diwakili Inspektur Pembantu Wilayah I Aceh, M Fadhil ST MT, Ketua Pelaksana Teknis Entry Meeting Inspektorat Aceh, Abubakar SE MSi, Sekda Abdya, Salman Alfarisi ST, Plt Inspektur Abdya, Dedi Saputra ST MSi serta para Kepala SKPK (Satuan Kerja Perangkat Kabupaten) jajaran Pemkab Abdya.
Tim evaluasi masa akhir jabatan Bupati Abdya, dipimpin Inspektur Pembantu Wilayah I Aceh, M Fadhil ST MT, melaksanakan tugas evaluasi selama 14 hari sejak 7 sampai 20 Agustus mendatang.
M Fadhil mengharapkan dukungan data yang diperlukakan dalam rangka evaluasi tersebut, terutama data tentang capaian kerja visi misi Bupati Abdya masa jabatan 2017-2022 yang pernah disampaikan sebelumnya.

“Hal ini penting karena hasil evaluasi ini akan disampaikan kepada Pj Gubernur Aceh,” kata M Fadhil dalam sambutanya.(*)

Penulis : Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

Baca Juga:  Bupati Akmal Ibrahim : Jalan Multi Years Kepentingan Masyarakat Aceh

Berita Terkini

Haba Nanggroe