BANDA ACEH | ACEHHERALD.com — Deputi Institutional Banking Goverment Relationship BSI Region I Aceh, Saiful Musadir mengatakan
BSI menghimpun dana masyarakat Aceh Rp15.9 T, sebagiannya telah disalurkan dalam bentuk pembiayaan.
Artinya BSI di Aceh bukan hanya menghimpun dana masyarakat, tapi menyalurkan kembali ke masyarakat Aceh dalam bentuk biaya untuk mendukung usaha mikro kecil dan menegah (UMKM), terangnya dihadapan para peserta yang hadir.
“Dari sisi layanan dan produk, sudah cukup bersaing dengan bank lainnya, termasuk bank konvensional,” tegasnya.
Ia menyebutkan sejak lahirnya Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syairah (LKS) proses peralihan bank konvensional ke bank syariah tidak secara otomatis, karena pihaknya harus menyesuaikan dengan regulasi syariat.
“Alhamdulillah, proses itu bisa dijalankan dengan baik. Seluruh portofolio terkait konversi bank konvensional ke bank syariah bisa dilalui,” terangnya saat mengisi materi Kajian Aktual Tastafi Banda dengan tajuk Perbankan di Aceh, Tantangan dan Peluang yang dihelat di Aula Hotel Kyriad itu, Jumat (17/06/2023).
Saiful mengungkapkan, hadirnya BSI sebagai kekuatan baru dalam percaturan Ekonomi di Indonesia. Dimana BSI punya aset besar dan masuk kategori bank buku tiga sehingga produknya bisa kompetitif dan bersaing.
Selain itu, layanan BSI juga sudah melayani penyaluran bantuan pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP). Artinya tidak ada kendala penyaluran bantuan sosial (Bansos). Bahkan BSI sudah melaunching kartu tani dan program lainnya yang bersumber dari uang negara.
“Hari ini BSI diberikan kepercayaan pemerintah pusat untuk menyalurkan bansos dan pembiayaan dari negara,” katanya.
Ia menyebutkan, sebenarnya masyarakat Aceh tidak perlu khawatir lagi dengan perbankan syariah, terutama BSI, sebab sudah mampu memberikan layanan optimal dan berupaya menumbuhkan ekonomi di Aceh.
“Kami harap dukungan masyarakat Aceh, terutama penempatan dana sehingga dana yang dihimpun bisa digunakan untuk pembiayaan UMKM, dan BSI tidak perlu pinjam dana dari luar Aceh,” demikian ujarnya.
Penulis : Andika Ichsan/Banda Aceh





















