BOR Rata Rata RSU di Aceh Masih di Bawah 60 Persen

BANDA ACEH I ACEH HERALD TINGKAT keterisian tempat tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) rata rata di Aceh hingga Senin (20/7/2021) masih dalam katagori aman, yaitu pada angka di bawah 60 persen, seperti diakui Jubir Satgas Covid Aceh, Saifullah Abdulgani. Menurutnya, jika dirinci lebih jauh, prosentase BOR itu mencakup sekitar 20 persen tempat … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Ilustrasi

BANDA ACEH I ACEH HERALD

TINGKAT keterisian tempat tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) rata rata di Aceh hingga Senin (20/7/2021) masih dalam katagori aman, yaitu pada angka di bawah 60 persen, seperti diakui Jubir Satgas Covid Aceh, Saifullah Abdulgani.

Menurutnya, jika dirinci lebih jauh, prosentase BOR itu mencakup sekitar 20 persen tempat tidur (TT) ICU, dan 25,5 persen TT Isolasi Covid-19, dengan jumlah pasien masing-masing 17 orang  dan 240 orang. “Jadi, secara umum BOR RSUD di Aceh masih dalam kategori aman, BOR di bawah 60 persen,” tutur Jubir yang akrab disapa SAG itu.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota bersepakat semua rumah sakit daerah (RSUD) mengkonversikan sejumlah tempat tidur yang ada, secara proporsional sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Tercatat ada 29 RSUD rujukan Covid-19 di Aceh dengan jumlah 85 tempat tidur (TT) Intensive Care Unit (ICU), dan 940 tempat tidur isolasi.

Menurut data yang ada pada acehherald.com, BOR tertinggi ada pada  rumah sakit rujukan di Banda Aceh. Antara lain  RSUDZA selaku RS rujukan utama di Aceh , RS Meuraxa dan RS Kesdam, karena juga menjadi rujukan dari daerah lain. Bahkan disebut sebut, sempat mencapai di atas 80 persen. Namun kini kondisi itu beransur turun dalam beberapa hari terakhir.

Pada sisi lain, SAG melaporkan progres vaksinasi Covid-19 di Aceh hingga per tanggal 18 Juli 2021. Total sasaran vaksinasi di Aceh mencapai empat juta lebih. Penduduk Aceh yang telah melakukan vaksinasi dosis I vaksin Sinovac (CoronaVac) sebanyak 615,6 ribu lebih, dan yang telah menuntaskan vaksinasi dosis II hampir 218 ribu orang.

Lebih jauh dirincikan, menurut kelompok sasaran vaksinasi Covid-19 di Aceh. Tenaga kesehatan (Nakes) yang telah melakukan vaksinasi dosis I sebanyak 52.377 orang, atau sekitar 92,8 persen dari target sebanyak 56.470 orang. Nakes yang sudah melakukan vaksinasi dosis II sebanyak 45.798 orang atau 81,1 persen.

Baca Juga:  Dokter Terkonfirmasi Positif Covid-19, Puskesmas Simpang Kiri Ditutup Sementara

Kemudian kelompok umur 60 tahun ke atas (Lansia) yang telah menerima dosis I sebanyak 16.662 orang, atau 4,9 persen dari sasaran yang mencapai 339.125 orang. Lansia yang telah melengkapi dengan vaksinasi dosis II sebanyak 4.486 orang atau 1,3 persen.

Selanjutnya kelompok petugas pelayanan pubik. Sasaran vaksinasi petugas publik sebanyak 478.489 orang. Mereka yang telah melakukan vaksinasi dosis I sebanyak 365.168 orang atau 76,3 persen dari target, dan yang telah melengkapi dengan suntikan dosis II sebanyak 114.776 orang, atau 24,0 persen.

Sementara itu, masyarakat rentan dan masyarakat umum yang telah melakukan vaksinasi dosis I sebanyak 181.039 orang, atau 7,0 persen dari target sebanyak 2.577.792 orang. Sedangkan yang telah melengkapinya dengan dosis II sebanyak 52.928 orang, atau sekitar 2,1 persen.

Lebih lanjut, sambung SAG, vaksinasi bagi kelompok remaja. Sasaran vaksinasi kelompok remaja di Aceh sebanyak 577.015 orang. Para remaja yang telah melakukan vaksinasi dosis I sebanyak 400 orang, atau 0,1 persen, dan yang telah lengkap dengan dosis II baru satu orang. Vaksinasi bagi kelompok anak dan remaja ini memang baru dimulai awal Juli 2021, katanya.

Kemudian SAG menambahkan, meski vaksinasi Covid-19 telah dilakukan tidak lantas mengabaikan protokol kesehatan. Selama Pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir tetap memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer—termasuk saat bersilaturahmi hari raya. “Protokol kesehatan yang kita jalankan selama Hari Raya Idul Adha merupakan ikhtiar  bersama mencegah lonjakan kasus baru pascalebaran nanti,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, laporan di atas juga mencakup kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, seperti kasus  positif baru harian yang bertambah lagi sebanyak 52 orang, pasien yang sembuh 11 orang, dan tidak ada penderita meninggal dunia hari ini.

Baca Juga:  Anggota Dewan Minta Satgas Perjelas Skenerio Penanganan Covid 19

Penderita baru sebanyak 52 orang, meliputi warga Banda Aceh sebanyak 15 orang, Aceh Besar 10 orang, Langsa enam orang, Aceh Tamiang lima orang, warga Aceh Utara dan Lhokseumawe, sama-sama tiga orang.

Kemudian, penderita baru Covid-19 warga Aceh Tenggara dan Gayo Lues masing-masing dua orang. Selanjutnya warga Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, Sabang, dan warga Aceh Barat, sama-sama satu orang.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak  11 orang, meliputi warga Aceh Singkil sebanyak 10 orang, dan satu lagi warga Kota Banda Aceh. “Tidak ada laporan kasus meninggal dunia hari ini,” tegas SAG.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe