MEDAN I ACEHHERALD.com – Ibarat sebuah duel di lapangan sepakbola antara Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution, Mualem telah mencetak 2 gol tanpa balas ke gawang Bobby Nasution, atau dengan kata lain, Bobby telah dicukur gundul oleh Mualem.
Skor itu muncul setelah Pemprov Sumut meminta maaf soal aksi Bobby yang meminta sopir truk dari Aceh yang melintas di Sumut harus memakai pelat BK bukan pelat BL. Walaupun di Aceh mereka menggunakan Pelat BL. Statemen Bobby itu langsung mengundang protes dan kisruh di platform media sosial. Bukan hanya warga di Aceh, warga Sumut sendiri memprotes kebijakan yang dinilai menyalahi ketentuan di negeri ini.
Kegaduhan itu langsung ditanggapi secara serius oleh Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmansyah. Walhasil, Pemprov Sumatera Utara (Sumut) meminta maaf soal aksi rombongan Gubernur Bobby Nasution merazia dan meminta pelat BL diubah ke BK yang viral. Pihak Pemprov mengatakan ada kesan yang berbeda dari pesan yang disampaikan.
Permintaan maaf yang terkesan langsung lempar handuk itu mengingatkan semua kalangan, tentang rencana Sumut ‘mencaplok’ empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil yang dimasukkan dalam peta Kabupaten Tapanuli Tengah. Yaitu Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang dan Mangkir Ketek. Akhirnya Prabowo secara tegas menyatakan keempat pulau itu harus dikembalikna ke Aceh.
Sebelumnya Bobby sempat bertemu dengan Mualem mengajak agar pengelolaan pulau itu dilakukan secara bersama atau kolaboratif. Tak diketahuii bentuk kerjasama itu. Dalam duel ke-1 itu, Mualem menang telak dan Bobby akhirnya gigit jari, walau disinyalir menantu Jokowi itu telah memiliki rencana besar terhadap empat pulau ‘rampasan’ tersebut.
Saat masalah pulau telah selesai, tiba tiba Bobby ‘ngajak’ duel lagi, kali ini lewat Razia mobil pelat BL di perbatasan Aceh Sumut. Para sopir yang truknya punya pelat BL itu diminta menggantinya menjadi pelat BK, dengan dalih meningkatkan PAD Sumetera Urtara. Alih alih dapat PAD, Pemprov Sumut khususnya Bobby Nasution mendapat sumpah serapah dari semua penjuru angin termasuk warga Sumut sendiri.
Berbeda dengan Bobby, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menanggapi secara santai langklah nyeleneh Pemprov Sumut soal pelat mobil itu. Buktinya, di jagat maya telah berseliweran, foto Mualem menyeruput eskrim jalanan, dari penjual yang sepmornya memakai pelat BK 3390 ACI. Bisa jadi Mualem menyampaikan pesan sangat mendalam, Santai saja bro, kita sama sama cari rezeki, kok malah main sekat pelat.

Akhirnya, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansyah Harahap membuat klarifikasi, dan mengatakan bahwa maksud Asisten Administrasi Umum Sumut Muhammad Suib bukan melarang kendaraan pelat luar melintas di Sumut. Ia menilai semua kendaraan tetap berhak melintas di wilayah Sumut. “Perlu kami sampaikan dengan tegas, maksud dari pejabat terkait yang ada di video tersebut bukanlah melarang kendaraan berpelat luar masuk ke Sumatera Utara. Semua orang tetap bebas melintas, bekerja, ataupun berdagang di wilayah Sumut,” kata Erwin Hotmansyah Harahap dalam keterangannya, Senin (29/9/2025).
Erwin lupa bahwa bukan hanya sekadar tertulis, namun tindakan Bobby itu juga direkam dengan jelas dalam bentuk video. Tayangan inilah yang belakangan menggebrak jagad maya, mengundang hujan protes.
Erwin mengatakan bahwa Suib ingin mengajak kendaraan yang beroperasi di Sumut untuk menggunakan pelat BK maupun BB. Tujuannya agar pajak masuk ke Sumut guna memperbaiki kembali jalan di Sumut. “Yang ingin disampaikan adalah ajakan kepada pemilik kendaraan yang memang berdomisili dan berusaha di Sumatera Utara, agar menggunakan pelat BK atau BB, tujuannya sederhana supaya pajak kendaraan bisa masuk dan dipakai kembali untuk pembangunan jalan, fasilitas umum, dan layanan masyarakat di Sumatera Utara,” ucapnya.
“Kami mohon maaf bila pesan yang sampai di masyarakat terkesan berbeda. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi publik dan selalu terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, saling mendukung demi pembangunan Sumatera Utara yang lebih baik,” tutupnya.
Sebelumnya sebuah video menampilkan Asisten Administrasi Umum Setda Sumut Muhammad Suib memberhentikan sebuah truk plat BL dan meminta diganti ke plat BK di Kabupaten Langkat. Pemprov Sumut kemudian buka suara dan mengatakan langkah itu diambil untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Sumut. “Perlu diketahui bahwa pajak kendaraan bermotor sebagai salah satu sumber pendapatan primadona Sumatera Utara sekitar lebih kurang Rp 1,7 triliun. Oleh karena itu semua pengusaha kami imbau yang pelatnya luar dari Sumatera Utara berharap bisa berpelat Sumatera Utara dengan tujuan untuk pembangunan Sumatera Utara,” sebutnya.



















