BANDA ACEH | ACEHHERALD.COM – Di penghujung tahun 2023, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh mulai menggalakkan layanan bertransaksi masyarakat Aceh atau luar Aceh dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh.
“Jadi warga atau pelancong yang berada di sekitaran mesjid kebanggaan rakyat Aceh ini, bakalan dipermudah dalam bertransaksi dengan menggunakan QRIS,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh, Rony Widijarto P saat Bincang Bareng Media (BBM) Bulan November 2023, di salah satu kafe di Kawasan Ulee Lheue, Selasa (28/11/2023).
Tentu saja program ini akan memudahkan dalam hal pelayanan bagi warga yang kerap menjadikan Mesjid Raya Baiturrahman sebagai lokasi titik kumpul dikarenakan letaknya yang tepat di tengah Ibukota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh. Jadi tidak heran kalau BI Aceh pun menargetkan warga, pengunjung atau pun pelancong muslimin untuk bertransaksi menggunakan QRIS di sekitaran lokasi setempat.
Ditambahkan Rony Widijarto, berbagai transaksi secara digital nantinya dapat dilakukan di kawasan tersebut seperti pembayaran transaksi jual beli di Pasar Aceh atau untuk melakukan sedekah, zakat dan sumbangan lainnya secara digital.
Salah satu contoh yakni kedai- kedai souvenir Aceh, letaknya hanya sepelemparan batu atau 100 meter dari Mesjid Raya di Pasar Aceh Shoping Center. Di tempat tersebut menjual aneka makanan kue khas Aceh, tas, kain, bros pintu Aceh, dan dompet juga gantungan kunci Kerawang Gayo, bahkan berbagai merek bubuk kopi Aceh ada disana.
Tentu saja beragam souvenir Aceh ini, sangat diburu pelancong atau wisatawan luar Kota Banda Aceh, baik nusantara maupun mancanegara. Tak heran perputaran rupiah tinggi di area itu, makanya pelaku usaha atau enterpreneur bahkan pengusaha di sekitar ini menjadi sasaran yang disorot Bank Indonesia.
Walhasil dengan dipermudahnya layanan transaksi menggunakan QRIS, warga tak perlu membawa uang tunai yang semakin aman saat berbelanja. Cukup dengan modal handphone pengguna QRIS hanya sekali klick sudah dapat memborong yang diinginkannya. Mudah bukan?
Hal ini dibenarkan pemilik Toko Sabena Asessoris di lantai 1 Pasar Aceh Shoping Center, Kota Banda Aceh. Diakuinya mahasiswa atau mahasiswi yang lebih banyak berbelanja di tempatnya menggunakan pembayaran barcode tersebut.
Selain itu, para pelancong dari luar Kota Banda Aceh yang pakai QRIS, sedangkan wisatawan nusantara ataupun wisatawan mancanegara kerap membayar uang cash.
Gadis generasi Z pemilik toko asessoris khas Aceh ini, menyebutkan setahun sudah menyediakan layanan transaksi QRIS di tokonya.
Selama ini, ujarnya, tidak ada keluhan apapun, hanya saja beberapa waktu lalu, masuknya uang ke rekening dari pembayaran menggunakan barcode itu, harus menunggu 24 jam, padahal awalnya tidak begitu. Walhasil, pikiran kadang ketar-ketir juga, “apa iya uangnya sudah masuk atau belum.”
Senada itu, karyawan gerai UMKM salah satu bank syariah yang ada di Aceh, yakni Bank Aceh mengatakan hal yang sama.
Zulfahmi menyebutkan enam bulan lalu, gerai umkm di launching dan sejumlah pelaku UMKM binaan bank ini yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar pun mengisi produk-produk nya di tempat tersebut.
Dikatakan Zulfahmi, gerai ini hanya membantu perekonomian pelaku UMKM binaan mereka. Karena setiap produk yang dijual di tempat itu, pembayarannya melalui qris dan cuannya akan langsung masuk ke rekening para UMKM tersebut.
Gerai yang letaknya persis di samping sebelah utara Mesjid Raya Baiturrahman ini, kerap didatangi pelancong dari luar Aceh, seperti dari Provinsi Padang Sumatera Barat, Riau, Medan Sumatera Utara, bahkan dari Negeri Jiran Malaysia setelah berkeliling di Mesjid Raya yang kemudian menyempatkan datang ke gerai umkm setempat untuk membeli souvenir Aceh.
Seperti diketahui QRIS memberikan kemudahan dalam bertransaksi, baik untuk pelanggan maupun pemilik usaha. Bayangkan, Anda tidak lagi perlu membawa uang tunai maupun kartu debit atau kredit saat berbelanja. Cukup dengan mengeluarkan smartphone dan Anda sudah bisa melakukan pembayaran secara cepat.
Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.
Tak hanya itu, QRIS juga dapat menerima pembayaran aplikasi pembayaran apapun yang menggunakan QR Code, jadi masyarakat tidak perlu memiliki berbagai macam aplikasi pembayaran.
Pengguna QRIS di Aceh
Dari data BI, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Aceh per-September 2023 telah mencapai 455 ribu user, bertambah 174 ribu sepanjang tahun 2023 atau 77% dari target sebesar 226 ribu pengguna baru.
KPwBI Aceh pernah menyebutkan dari sisi transaksi telah terdapat 5,6 Juta transaksi sepanjang Januari hingga September 2023, atau 112% dari target 2023 sebesar 5 Juta transaksi. Nilai ini jauh meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana terdapat 2,3 Juta transaksi sepanjang Januari hingga Desember 2022.
Rony Widijarto P melihat perkembangan digitalisasi pemerintah daerah (Pemda), pada semester I tahun 2023 tercatat dari total 24 pemda di Provinsi Aceh, telah terdapat sebanyak 14 Pemda yang telah masuk dalam kategori digital, meningkat di bandingkan dengan semester II tahun 2022 sebanyak 9 Pemda.
Sementara, 10 Pemda lainnya berada pada tahap maju. Oleh karena itu, Bank Indonesia Provinsi Aceh turut secara proaktif melakukan koordinasi bersama dengan Pemerintah Provinsi, Kota, dan Kabupaten terkait dengan Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Penulis, wartawati dari Media Online Acehherald.com di Banda Aceh.




















