Bertemu Jenderal Dudung, Achmad Marzuki Minta Dukungan Percepatan Pembangunan Aceh

JAKARTA | ACEHHERALD.com– Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022 di Asembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) di Jakarta Pusat, 30 November 2022. Di sela-sela pertemuan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh juga bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI DR. Dudung Abdurachman, SE MM … Read more

Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki berdiskusi dengan Jenderal TNI Dudung Abdurachman di sela-sela acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Rabu, 30/11/2022. (Foto: Humas BPPA)

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA | ACEHHERALD.com–  Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022 di Asembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) di Jakarta Pusat, 30 November 2022.

Di sela-sela pertemuan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh juga bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI DR. Dudung Abdurachman, SE MM di sela-sela acara pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta.

Dalam kesempatan pertemuan singkat itu, Pj Gubernur berdiskusi singkat menyampaikan berbagai persoalan di Aceh saat ini kepada mantan komandannya saat masih berstatus sebagai prajurit TNI itu. Pj Gubernur Aceh tersebut juga menyampaikan program yang diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan di Aceh. “Selain itu, kita juga minta dukungan secara langsung sama Pak Dudung agar mendukung penuh percepatan pembangunan di Aceh,” jelasnya.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia itu, dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, seluruh gubernur di Indonesia, jajaran birokrat kabupaten/kota hingga lintas stakeholders dan petinggi TNI/Polri.

Jangan Persulit Masuknya Investasi

Presiden , Joko Widodo mengingatkan ancaman resesi yang mungkin terjadi terhadap Indonesia pada tahun 2023. Dia mengingatkan agar semua pihak waspada, apalagi ada prediksi ekonomi global yang tak menentu.

“Di 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada. Saya setuju bahwa kita harus optimis, tetapi tetap hati-hati dan waspada,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan ekspor Indonesia juga bisa turun di tahun depan, akibat dampak kebijakan nol Covid-19 yang diterapkan oleh China. Kemudian, melemahnya ekonomi di berbagai negara maju juga berakibat dengan turunnya permintaan komoditi dari tanah Air.

“Di Uni Eropa pelemahan ekonomi pasti, resesinya tinggal ditunggu saja, kita tunggu saja. Di Amerika juga sama, Fed Fund Rate terus naik artinya ngerem pertumbuhan. Ekspor kita ke sana juga gede banget, ekspor kita ke China itu gede banget, Uni Eropa juga gede. Oleh sebab itu hati-hati, hati-hati,” tuturnya.

Baca Juga:  Sidang Isbat Digelar Besok, Lebaran Idulfitri 2024 Diprediksi Serentak

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan pemerintah baik pusat dan daerah agar tidak mempersulit arus modal yang masuk dalam rangka investasi, sebagai kunci pertumbuhan ekonomi. “Tahun lalu target kita Rp 900 triliun tercapai, tahun ini Rp 1.200 triliun, insya Allah tadi baru saja saya diberikan laporan oleh Menteri Investasi juga bisa tercapai. Tetapi tahun depan Rp 1.400 triliun itu bukan angka yang kecil, bukan angka yang kecil karena semua negara berebut investasi, bersaing merebut investor,” bebernya.

Terakhir, Presiden mengajak agar pemangku kepentingan baik di pusat dan daerah supaya menjaga konsumsi rumah tangga yang saat ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, kemudian melakukan transformasi ketergantungan konsumsi ke produksi.

“Hati-hati mengenai pasokan pangan, hati-hati mengenai pasokan energi yang harus betul-betul kita jaga, agar konsumsi rumah tangga tetap tumbuh dengan baik sehingga kita akan sesuai dengan target yang telah kita buat,” pesan Jokowi.(*)

Berita Terkini

Haba Nanggroe