Bareskrim Mabes Polri Gulung Mafia Narkoba Aceh Dengan Barbuk 2,5 Ton

*Jaringan Timur Tengah, 1 Ditembak Mati *Dikendalikan dari Lapas JAKARTA I ACEH HERALD SKUAT dari Bareskrim Polri didukung personil Bea Cukai, sukses mengungkap jaringan narkoba Timur Tengah, melalui operasi penangkapan di tiga titik di Banda Aceh, Aceh Besar dan Meulaboh. Tak tanggung-tanggung, hamba hukum menyita batang bukti 2,5 ton sabu dengan taksiran harga triliunan rupiah. … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

*Jaringan Timur Tengah, 1 Ditembak Mati

*Dikendalikan dari Lapas

Kasus pengungkapan sabu 2,5 ton. Foto CNN

JAKARTA I ACEH HERALD

SKUAT dari Bareskrim Polri didukung personil Bea Cukai, sukses mengungkap jaringan narkoba Timur Tengah, melalui operasi penangkapan di tiga titik di Banda Aceh, Aceh Besar dan Meulaboh. Tak tanggung-tanggung, hamba hukum menyita batang bukti 2,5 ton sabu dengan taksiran harga triliunan rupiah.

Secara lebih rinci, tim ayang bergerak adalah, Satgassus Polri dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Mereka menangkap 18 orang tersangka, salah satunya ditembak mati. “Kita mengamankan 18 tersangka, 17 WNI dan 1 WN Nigeria. Satu kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).

Hal itu disampaikan Sigit dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mabes Polri, Rabu (28/4/2021). Turut hadir dalam konferensi pers ini Menkeu Sri Mulyani, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, serta jajaran dari BNN.

Sigit mengatakan, dari 18 tersangka ini, 7 orang di antaranya merupakan pengendali dan 8 orang lainnya adalah jaringan pengendali. Sementara itu, tiga tersangka merupakan pemesan. “Di mana ada tersangka atas inisial KMK, AW, AG, A, MI, dan AL, yang merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan (pidana) mati,” ungkapnya.

Para tersangka ditangkap di empat lokasi terpisah, yakni TKP pertama di Lampaseh Kota Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh; TKP kedua di Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Kemudian TKP 3 di Lorong Kemakmuran, Kecamatan Meureubo, Kota Meulabohm Kabupaten Aceh Barat. Sementara di TKP keempat di pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring, Jakarta Barat.

Sigit menyebutkan, para tersangka merupakan bagian dari jaringan Timur Tengah dan Malaysia. Jaringan ini menyelundupkan narkoba via laut. “Tentunya kita masih ingat Presiden beri perhatian khusus terhadap narkoba agar pengejaran, penangkapan, dan hantam terhadap seluruh bandar narkoba. Terkait dengan instruksi Bapak Presiden 10 April kemarin pukul 17.40 WIB kita telah lakukan penangkapan terhadap penyelundupan narkoba,” tuturnya.

Baca Juga:  Efek Berantai Kasus Brigadir J, Para Polisi Malu Diteriaki 'Sambo'

Dalam pengungkapan ini, Polri bekerja sama dengan Dirjen Bea-Cukai. Adapun total barang bukti yang diamankan sebanyak 2,5 ton sabu. “Kemudian dilakukan pengembangan sehingga dari hal tersebut kita berhasil ungkap penyelundupan kurang-lebih 2,5 ton narkoba jenis sabu asal Timur Tengah dan amankan 18 tersangka,” tuturnya.

Berita Terkini

Haba Nanggroe