Banjir Rendam 13 Desa di Abdya, Pj Bupati Pimpin Pembersihan Saluran Depan Masjid Agung Baitul Ghafur

BLANGPIDIE I ACEH HERALD.com-Sedikitnya 13 desa/gampong dalam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilanda banjir kiriman, setelah diguyur hujan sejak Senin (3/12023) siang hingga malam. Selain luapan sungai, banjir kiriman terjadi akibat tersumbat dan kurang berfungsi saluran pembuang sehingga tidak mampu menampung debit air hujan, yang turun sejak siang. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih saja … Read more

Pj Bupati Abdya, Darmansah SPd MPd, meninjau banjir genangan di kawasan jalan nasional Guhang, sebelum memimpin langsung pembersihan saluran. Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE I ACEH HERALD.com-Sedikitnya 13 desa/gampong dalam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilanda banjir kiriman, setelah diguyur hujan sejak Senin (3/12023) siang hingga malam.

Selain luapan sungai, banjir kiriman terjadi akibat tersumbat dan kurang berfungsi saluran pembuang sehingga tidak mampu menampung debit air hujan, yang turun sejak siang. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih saja melanda kawasan Abdya, terdiri dari sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil hingga Senin malam tadi.

Hasil pendataan Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya yang diperoleh Aceh Herald.com, Senin malam, dari sembilan kecamatan, lima kecamatan dilanda banjir kiriman. Banjir merendam kawasan pemukiman warga, areal pertanian/areal sawah, badan jalan dan fasilitas umum lainnya di kawasan 13 desa/gampong setempat.

Kawasan lima kecamatan yang terendam setelah diguyur hujan adalah Blangpidie, Setia, Tangan-Tangan, Manggeng dan Lembah Sabil. Empat kecamatan lain, diperkirkan ikut terdampak mengingat mendung disertai hujan ringan dan sedang masih terjadi hingga Senin malam.

Kecamatan Kecamatan Blangpidie, banjir merendam badan jalan provinsi, lintas Kota Blangpidie-Simpang Cot Manee (Jalan Guhang), tepatnya di lokasi depan Masjid Agung Baitul Ghafur, Gampong Seunaloh. Banjir genangan yang merendam badan jalan depan Masjid milik Pemkab Abdya ini dilaporkan hampir mencapai ketinggian sebatas lutut orang  dewasa sehingga mengganggu arus lalu lintas dari dua arah.

Badan jalan alternatif dari dan kota Blangpidie tepatnya di depan Masjid Agung Baitul Ghafur memang sejak beberapa tahun terakhir terjadi kurusakan parah karena rendahnya permukaan jalan. Kerusakan berupa lubang besar yang menganga –meskipun sudah beberapa kali diperbaiki—akibat kerap tergenang air hujan dan saluran pembuang yang kurang berfungsi.

Pj Bupati Abdya, H Darmansah SPd MM segera turun ke lokasi badan jalan depan Masjid Agung, setelah mendapat laporan tentang terjadi banjir yang berulang di lokasi lintasan yang dikenal sangat sibuk tersebut. Pj Bupati turun ke lokasi didampingi Kepala Dinas PUPR, Alfian Liswandar ST, Kalak BPBK, Armayadi ST dan berapa pejabat dan staf dari instasi terkait, termasuk didampingi Keuchik/Kepala Desa Seunaloh, M Isa.

Baca Juga:  BPPA Gebrak Promosi Pariwisata Aceh ke Kemenperkraf dan DKI

Segera saja  Pj Bupati Darmansah memimpin kegiatan pembersihan saluran antara celah pagar masjid dan dinding ruko milik warga, guna mengurangi debit air yang menggenangi badan jalan di lokasi. Kegiatan permbersihan ini juga melibatkan sejumlah warga yang mendiami sekitar lokasi Masjid Agung Baitul Ghafur.

Pj Bupati Darmansah menjelaskan, penanganan Jalan Guhang tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh. Separuh jalan ini memang sudah ditingkatkan dengan aspal hotmix dibiayai APBA tahun 2022. Sisanya, termasuk kawasan depan Masjid Agung, menurut Pj Bupati sudah diusul peningkatan lanjutan tahun 2023, ini. “Info terakhir yang kita terima dari Wakil Ketua DPRA, Safaruddin SSos, bahwa lanjutan peningkatan Jalan Kota Blangpidie-Simpang Cota Manee akan dilaksanakan tahun ini (2023). Kita doakan bisa terealisasi,” Pj Bupati Abdya.

Diakui bahwa lintasan tersebut sangat mendesak untuk ditingkatkan karena dikenal padat arus lalu lintas. Peningkatan badan jalan di lokasi depan Masjid Agung, sebelum diaspal maka harus dilakukan penimbunan yang memadai karena titik badan jalan di lokasi ini memang rendah sehingga sangat rawan tergenang air hujan.

Rendam Pemukiman dan Areal Padi Sawah

Banjir luapan Krueng Tangan Tangan yang merendam perumahan warga. Foto Ist

Peristiwa hujan menguyur hampir sepanjang hari Senin, juga berdampak terhadap empat kecamatan lain sebagaimana data sementara yang dikumpul BPBK Abdya. Yaitu Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng dan Lembah Sabil.

Kecamatan Setia, kawasan yang terendam adalah Desa Ujung Tanah, Desa Cinta Makmur, Desa Alue Dama, Desa Tangan-Tangan Cut. Kecamatan Tangan-Tangan meliputi Desa Drien Jaloe, Desa Padang Kawa, Desa Masjid akibat limpahan air sungai setempat.

Badan Jalan Nasional ikut tergenang di beberapa titik, antara lain lokasi Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan dan Alue Mangota atau daerah perbatasan Kecamatan Blangpidie dengan Kecamatan Tangan-Tangan.

Baca Juga:  Setelah Lowong Sembilan Bulan, Ubairizal Isi Posisi Kepala Dinas Kominsa Aceh Barat Daya

Kecamatan Manggeng antara lain Desa  Seuneulop, Desa Sejahtera, Desa Padang, akibat meluap Krueng Manggeng. Sementara Kecamatan Lembah Sabil, banjir terparah di Desa Meurandeh juga akibat meluap Krueng Manggeng dan limpahan air dari saluran Irigasi Krueng Baru.

Berdasarkan data diperleh Aceh Herald.com, banjir kiriman akibat luapan sejumlah aliran sungai, bukan saja merendam kawasan pemukiman warga disekitnya 13 desa,  imbasnya juga merendam ratusan hektare lahan sawah penduduk.

Sedangkan areal saah dimaksud sedang memasuki musim olah tanak kedua, paska panen beberapa waktu lalu. Seperti areal sawah  kawasan Desa Mesjid, Pantee Geulumpang, Desa Padang Kawa, Desa Drien Jaloe dan sejumlah desa lainnya, dalam kawasan Kecamatan Tangan-Tangan.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Kecamatan Setia, Kecamatan Manggeng dan sebagian Kecamatan Lembah Sabil. Karena, sebagiannya lagi di Kecamatan Lembah Sabil, masih dalam masa panen.(*)

 

Penulis : Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

Berita Terkini

Haba Nanggroe