
JANTHO | ACEH HERALD
SETELAH menghentikan pencarian jelang dinihari tadi, Minggu (28/03/2021) pagi tadi, tim gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, TNI/Polri serta masyarakat Gampong Pudeng, Pasie dan Meunasah Lhok Kemukiman Gle Bruek Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, kembali melakukan pencarian terhadap Nurma (65) korban banjir bandang Krueng Pudeng, Lhoong sekitar pukul 16.03 WIB, petang Sabtu kemarin. “Doakan semoga segera ditemukan, saat ini pencarian kembali dilakukan oleh tim gabungan,” ujar Muhammad Saleh (69), yang tak lain adalah suami dari Nurma, kala dihubungi oleh Acehherald.com, pagi ini.
Muhammad Saleh sendiri tak diizinkan oleh pihak keluarga dan kerabat untuk ikut melakukan pencarian, karena kondisi kesehatannya yang tak memungkinkan. “Kami sekeluarga merasa sangat kehilangan, semoga ditemukan dalam kondisi selamat, walaupun kemungkinan itu sangat tipis. Sekali lagi mohon doa dan maaf untuk istri dan ibu anak anak saya,” tutur M Saleh dalam nada suara tercekat di balik telepon.
Ditambahkan, kondisi banjir luapan yang sempat merendam Gampong Pudeng, Pasie dan Meunasah Lhok, kini telah pulih kembali. Air surut dan arus sungai normal lagi sekira pukul 02.00 WIB dinihari tadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah banjir bandang atau Ulee Ie yang menerjang daerah aliran sungai Kreung Pudeng, sekitar pukul 16.03 WIB jelang petang kemarin, sempat merendan Gampong Pudeng, Gampong Pasie dan Gampong Meunasah Lhok, Kemukiman Gle Bruek, Kecamatan Lhoong Aceh Besar.
Ketiga gampong itu adalah gampong yang dilalui oleh arus Krueng Pudeng sejak dari hulu di kawasan Gunong Geurutee hingga kawasan di bibir pantai, yang hanya terpaut sekitar 500 meter dari kaki Gunong Geurutee.
Air bah itu meluncur melalui air terjun di pinggiran Gampong Pudeng, tepatnya, hulu dari Krueng Pudeng, atau yang mnjadi sumber air untuk DAS Krueng Pudeng. Lokasi itu selama ini menjadi salah satu destinasi eko wisata di Lhoong, Aceh Besar, setelah lokasi air terjun Seuhom di Krung Kala, Lhoong.
Banjir akibat terjangan air dengan debit tinggi akibat hujan di hulu itu, menimbulkan satu korban yaitu, Nurma (65), warga Gampong Ceurieh Kecamatan Uleekareng Banda Aceh. Wanita lansia itu memang warga yang bermuasal dari Gampong Pudeng Lhoong, Aceh Besar. “Benar, istri Saya sampai saat ini belum ditemukan, keluarga dan warga gampong terus melakukan pencarian dalam kondisi arus sungai yang deras,” kata Muhammad Saleh (69), suami dari Nurma, yang juga pensiunan PNS Dikbud, kala dihubungi, tadi malam.
Beberapa kalangan menyebutkan, saat kejadian, Nurma dan beberapa anggota keluarga termasuk cucunya, sedang meuramien di tepian sungai. Saat mendadak air dalam debit tinggi seperti gelombang yang turun menerjang dari hulu sungai, anggota keluarga yang lain berhasil melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. Namun tenaga lansia Nurma tak mampu menghindarkan dirinya dari terjangan air bah itu, hingga wanita lansia itu tergulung dalam pusaran arus deras sungai. “Kondisi korban terseret arus sungai dan hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan,”kata Kalak BPBD Aceh Besar melalui Personil Pusdalops, Maswani, jelang magrib tadi malam.




















