Banggar DPR RI : Aceh Memiliki Potensi Ekonomi Besar untuk Dikembangkan

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com– Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhiddin Muhammad Said, memuji potensi ekonomi Aceh yang besar, yang membuat Aceh sebagai kawasan yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan secara ekonomi. “Ekonomi Aceh perlu terus dikembangkan, karena potensinya sangat besar, terutama sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan pertambangan,” kata dalam pertemuan yang berlangsung di … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah foto bersama dengan Rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada acara Jamuan Makan Pimpinan dan Anggota Banggar DPR RI di Restoran Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Kamis, (2/12/2021).

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com–

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhiddin Muhammad Said, memuji potensi ekonomi Aceh yang besar, yang membuat Aceh sebagai kawasan yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan secara ekonomi.

“Ekonomi Aceh perlu terus dikembangkan, karena potensinya sangat besar, terutama sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan pertambangan,” kata dalam pertemuan yang berlangsung di restoran Meuligoe Aceh.

Selain itu, katanya, potensi Kopi Aceh harus terus diarahkan menjadi komoditas Internasional, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. “Perkembangan pesat teknologi informasi harus bisa dioptimalkan untuk mendukung semua potensi itu , sehingga nantinya daerah memiliki pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Muhiddin dilansir AcehHerald.com, Jumat (3/12/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Banggar DPR RI itu, dalam forum diskusi Anggota Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah Aceh, Forkopimda Aceh, dan Bupati/wali kota se-Aceh, di Restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut Muhiddin mengatakan, semakin melandainya penyebaran pandemi Covid-19, membuka peluang bagi Aceh untuk menata kembali perekonomiannya.

Karena itu, Muhiddin berpesan agar Aceh harus bangkit dan meningkatkan daya saing ekonominya dengan meningkatkan nilai tambah ekonomi.

“Saya berharap pertemuan ini bisa menghasilkan rekomendasi perbaikan dalam penyaluran transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Semua bupati dan wali kota yang hadir bisa menyampaikan masukannya terhadap TKDD. Ini momentum yang sangat baik bagi Aceh, karena pertemuan ini juga dihadiri oleh Dirjen Perimbangan Keuangan, kementerian Keuangan,” ujar Muhiddin kepada Pemerintah Aceh dan para bupati dan walikota se Aceh.

Baca Juga:  Ismail Rasyid Mundur dari Calon Kepala BPKS Sabang

Berita Terkini

Haba Nanggroe