Bang Aci, Menambah Deretan Dokter Aceh yang Syahid

  BANDA ACEH | ACEH HERALD PRIA supel yang senantiasa rendah hati itu, telah menambah daftar dokter di Aceh yang wafat karena terpapar Covid. Inna lillahi wainna ilaihi raajiuun. Dialah yang di kalangan teman temannya disapa dr Aci (Muzakkir Husaini), menghadap Sang Khalik, Kamis (01/10/2020) sekira pukul 13.40 WIB. Pria yang lebih senang disapa Bang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Jasad dr Aci sejenak akan diberangkatkan menuju Lhokseumawe

 

BANDA ACEH | ACEH HERALD

PRIA supel yang senantiasa rendah hati itu, telah menambah daftar dokter di Aceh yang wafat karena terpapar Covid. Inna lillahi wainna ilaihi raajiuun. Dialah yang di kalangan teman temannya disapa dr Aci (Muzakkir Husaini), menghadap Sang Khalik, Kamis (01/10/2020)  sekira pukul 13.40 WIB.

Pria yang lebih senang disapa Bang Aci oleh para juniornya sesama dokter serta juga juniornya di kampus Unsyiah, telah 10 hari bertarung dengan covid-19. Namun takdir berkata lain, ia meninggal dunia saat pengobatan terakhir dengan fasilitas ventilator dilakukan.

dr Muzakkir Husaini

Namanya yang tenar di blantika pergaulan di Banda Aceh dan Lhokseumawe, membuat kepergian dr Aci terasa sangat menghentak. Puluhan grup WA mengupload kepergian sang dokter yang juga adik kandung pelatih sepakbol nasional Fakhri Husaini itu. “Innalillahi wainna ilaihi raajiuun, dr Aci telah meninggalkan kita, sekaligus menambah deretan dokter Aceh yang menjadi korban terpapar Covid hingga meninggal dunia. Mari kita doakan sahabat kita,” tulis sebuah WAG, satu jam setelah dokter Aci dinyatakan meninggal dunia.

Almarhum dokter Aci adalah mantan warga Lampriet, tepatnya di Jalan Bawal no 15. Pria yang memang terlahir dari keluarga mapan, namun tetap rendah hati itu, ngekost pada salah satu kamar di lantai dua rumah bawal 15. Selama menempuh kuliah hingga tamat di FK Unsyiah, dr Aci nyaris hanya ngekost di Bawal 15 Lampriet.

Seorang reporter Aceh Herald yang kenal dekat dengan dokter tersebut, bertemu terakhir kali saat Bang Aci bertugas di BPJS pos RSUDZA Banda Aceh. Namun belakangan, pria yang juga hobby main bola dan traveling itu ditugaskan oleh BPJS ke Lhokseumawe. Setelah itulah, sang reporter hilang kontak dengan dokter Aci yang selalu tampil tersenyum dan dibarengi candaaan khasnya.

Baca Juga:  DPRA Paripurnakan Hasil Penetapan Anggota Komisi Informasi Aceh dan Badan Baitul Mal Aceh

Kepergian dr Aci karena covid menjadikan lima orang dokter Aceh meninggal dunia karena terpapar coronavirus. Mereka adalah dokter Imai Indra SpAn, dr Dharma Widya (direktur RSUD Aceh Timur), dr Nucsan, dr Moead dan terakhir dr Aci. Khusus dr Moead juga karena faktor umur karena telah sangat sepuh atau mencapai 80 tahun. Sementara empat dokter lainnya memang saat masih hidup bertempur di garis depan melawan covid-19. Dan mereka akhirnya harus merelakan jiwa mereka, untuk sebuah peperangan tanpa wujud itu.

Khusus dokter Aci, sebelumnya atau beberapa hari lalu, kabar tentang dr. Aci positif terpapar Covid-19, memang telah tersebar luas melalui grup alumni Taman Siswa (Tamsis) Arun. Dokter ayah dari tiga orang anak itu, benar benar mencurahkan dedikasinya untuk dunia medis secara total. Karenanya heran juga jika pada masa konflik, dr Aceh bagai kartu joker dekat ke mana-mana, tapi tidak berada di mana mana.

Selamat jalan Bang Aci, diantara tetesan air mata dan hati yang remuk redam, teringat dengan memori panjang kita di Bawal 15, penuh canda seakan melupakan beban kampus yang menggunung. Semoga Allah SWT menempatkan dirimu di altarNYA yang terbaik. Aamiin.(*)

 

PENULIS     :     NURDINSYAM

Berita Terkini

Haba Nanggroe