BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Wali Kota Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Banda Aceh. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan modal usaha. “Dulu kita sembunyi sembunyi dalam hal pemberian modal karena terkendala biaya, kini kita berani menghalo halo kepada warga, siapa lagi yang butuh modal,” kata Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE,Ak MM.
Hal itu diungkapkan oleh Aminullah, dalam acara Wali Kota Menjawab edisi Februari 2020, yang disiarkan secara live oleh 10 buah radio amatir di seantero Banda Aceh, Kamis (19/2/2020) siang. Acara itu juga menampilkan Kadiskop dan UMKM Aceh DR Wildan MPd dan Kadisperindagkop Kota Banda Aceh, M Nurdin.
Edisi kali ini mengambil thema geliat UMKM di Banda Aceh, sekaligus menyongsong Banda Aceh Ekspo atau Ekspo UMKM Banda Aceh, yang mulai berlangsung, Jumat (20/02/2020) petang besok di Taman Sari Banda Aceh.
Menurut Aminullah, UMKM adalah salah satu solusi untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah manapun. Karena UMKM tak butuh modal besar, bantu UMKM dengan modal di bawah lima juta saja sudah banyak sekali yang terbantu. Hingga kemiskinan di Kota Banda Aceh turun menjdi 7,25 persen dari 7,48 persen di tahun 2017.
Selain itu, IPM tahun 2017 mencapai 83,95, namun tahun 2019 naik tajam menjadi 85,18. Kini, upaya mendorong bangkitnya UMKM, adalah dengan membuka ruang public yang lebih banyak di Banda Aceh. Sehingga UMKM akan bertambah lebih banyak, misalnya dengan membuka ruang public di Blang Padang, car free day, menghidukan Ulelheu, dimana warga berjualan dan memperkenalkan produk masing masing.
Dalam kaitan membangitkan UMKM itu, Kota Banda Aceh mengglar 1000 event, termasuk menggeliatkan sektor pariwisata. Sebagai gambaran, tahun 2017 jumlah kunjungan wisata hanya dalam kisaran 280 ribu, namun 2019 naik seratus peren lebih menjadi 504 ribu wisatawan. “Fenomena ini langsung membuat perputaran uang di Banda Aceh lebih banyak termasuk untuk pedagang kecil. Zikir juga ikut denyutkan UMKM,” tutur Aminullah.
Sesuai dengan janji dulu saat kampanye dalam proses kontestasi Pilkada di Banda Aceh, Pemko Banda Aceh kini telah mendirikan lembaga keuangan mikro, PT Muamamalah Syariah yang kini capai Rp 11 milar dana untuk pembiayaan 2000 lebih nasabah. Pertama Lembaga itu hanya punya modal modal Rp 5 milyar, namun kini sudah Rp26 miliar.
Dalam kesempatan interaksi lngsung dengan warga melalui Walikota Menjawab itu, Aminullah juga mendapat beberapa pertanyaan dari warga melalui sambungan telepon. Beberapa warga meminta kebijakan Walikota untuk berjualan di seputar bibir Krueng Daroy yang kini sebagian telah direvitalisasi dan menjadi salah satu ikon baru Banda Aceh.
Juga ada pertanyaan seputar layanan dan distribusi airbersih PDAM Tirta Daroy. Wali Kota memberi garansi jika persoalan air bersih itu akan ditangani dalam kesempatan pertama. Namun masyarakat juga diminta untuk segera melapor, jika ada gangguan pelayanan.
Penulis : Nurdinsyam




















