Amal Hasan Pimpin Ikafensy, Banyak Harapan Digantungkan Padanya

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com- Kini sejumlah harapan digantungkan kepada Amal Hasan SE M.Si, setelah secara resmi dikukuhkan menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala (Ikanfensy) masa bakti 2022-2025. Amal Hasan, Direktur Dana dan Jasa PT Bank Aceh Syariah itu dikukuhkan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK), Drs … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Ketua IKA Universitas Syiah Kuala, Drs H Sulaiman Abda MSi menyerahkan pataka kepada Ketua Umum PP Ikafensy, Amal Hasan SE MSi seusai pengukuhan dan pelantikan yang berlangsung di Aula FEB USK, Sabtu (29/1/2022).

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com-

Kini sejumlah harapan digantungkan kepada Amal Hasan SE M.Si, setelah secara resmi dikukuhkan menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala (Ikanfensy) masa bakti 2022-2025.

Amal Hasan, Direktur Dana dan Jasa PT Bank Aceh Syariah itu dikukuhkan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK), Drs H Sulaiman Abda M.Si, Sabtu (29/1/2022) di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK).

Harapan yang digantungkan, tak hanya sekedar untuk kemajuan kampus, terutama FEB USK, tapi juga menyangkut pembinaan alumni, dan terpenting adalah keterlibatan alumni dalam pembangunan Aceh di masa mendatang.

Dekan FEB USK Prof Dr Faisal

Sebab, masa lalu Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala nyaris mendominasi pembangunan Aceh di berbagai sektor, kepemimpinan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya.

Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Univesitas Syiah Kuala (FEB USK) Prof. Dr Faisal M.S, M.A dengan kepemimpinan Amal Hasan berharap alumni yang tergabung dalam Ikafensy dapat berperan dalam pembangunan kampus, baik dari aspek akademik, maupun non-akademik melalui berbagai program kegiatan di masa mendatang.

Karena, kata Profesor Faisal; “Keberadaan alumni bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa. Alumni bisa memanfaatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan baik magang maupun penghubung atau jembatan  dengan dunia kerja,” jelasnya.

Ditambahkan, sedangkan program merdeka belajar dari Kementerian akan melibatkan alumni, sinergitas mahasiswa dan civitas alademika bisa berkontribusi positif untuk perkembangan kampus terus berusaha untuk maju.

FEB USK saat ini memiliki 153 tenaga pengajar, 66 dosen di antaranya bergelar doktor, 9 guru besar, serta beberapa yang sedang dalam proses menjadi guru besar, dan sisanya bergelar magister, ujar profesor termuda di Universitas Syiah Kuala ini.

Warek III USK Dr Hajjul Kamil

Harapan serupa juga disampaikan Wakil Rektor III USK Dr. Hajjul Kamil. Menurutnya, sejarah telah membuktikan begitu banyak tokoh lahir dari FEB USK dari dulu hingga sekarang, mereka menduduki posisi-posisi strategis di berbagai bidang baik secara daerah dan nasional.

Baca Juga:  Ibu Muda Tewas Usai Pesta Narkoba, Oknum Polisi Jadi Tersangka

Karena itu, pihak rektorat juga berharap alumni FEB yang tergabung dalam Ikafensy bisa terlibat aktif dalam pembangunan kampus di masa mendatang.

Karena, kata Dr Hajjul Kamil, dari 9 poin penilaian kampus, 5 poin di antaranya berkaitan dengan peran dan keberadaan alumni. “Karena itu, kami menilai peran alumni sangat besar. Alumni FEB merupakan alumni-alumni terbaik yang dihasilkan Universitas Syiah Kuala,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IKA USK Sulaiman Abda menegaskan alumni-alumni FEB USK tidak hanya harus tampil dalam berbagai bidang, tapi harus menjadi inspirator dan pemimpin berbagai lembaga di Aceh.

“Jadikan masa lalu sebagai inspirasi, bagaimana orang-orang Ekonom USK dulu berkontribusi dan menjadi pemimpin daerah dan pejabat di tingkat nasional. Dulu ada Prof Madjid Ibrahim, Prof Ibrahim Hasan, Prof Syamsuddin Mahmud. Fakultas Ekonomi harus kembali menjadi yang terdepan dalam meraih masa depan yang lebih baik bagi kepentingan Aceh,” ujar Sulaiman Abda, politisi Partai Golkar yang juga menyelesaikan S-2 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala memotivasi para alumni agar terus membantu adik-adiknya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe