Minta ASN Dukung Siapapun Pj Bupati
BLANGPIDIEIACEH HERALD – AKMAL Ibrahim dan Muslizar MT SP akan mengakhiri Masa Tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya 2017-2022 pada hari Sabtu, tanggal 13 Agustus 2022 tepat pukul 24.00 WIB.
Tiga hari menjelang berakhir pengabdian lima tahun, Kamis (11/8/2022), digelar acara pamit purna tugas di lapangan upacara halaman depan Kantor Bupati Abdya di Kompleks Perkantoran Pemkab setempat di Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie.
Bupati Akmal hadir didampingi istri Ida Agustina. Demikian juga Wakil Bupati Muslizar MT bersama istri Safra Mulyana serta putra-putri mereka.
Bupati Akmal dan Wakil Bupati Muslizar tampak fres, tidak punya beban akan meninggalkan jabatan puncak di pemerintahan.
Begitupun suasana haru sungguh sangat terasa menyelimuti para Aparatur Sipil Negera (ASN) di lokasi acara perpisahan tersebut.
Momen terakhir bersama Akmal dan Muslizar MT dihadiri Sekda Abdya, Salman Alfarisi ST bersama para Asisten, Staf Ahli, Tanaga Ahli serta para Kepala Badan, Kepala Dinas dan Camat, termasuk beberapa tokoh masyarakat setempat.
Tgk Syarifuddin mengawali acara dengan membacakan Alquran Surat Ali Imran Ayat 26. Ayat ini pada intinya menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan dan mencabut kekuasaan kepada siapun atau dari siapapun yang dikehendakiNya.
Acara dipandu Staf Bagian Protokoler Pemkab Abdya itu memberikan kesempatan pertama kepada Wakil Bupati Muslizar MT untuk menyampaikan kata-kata pamitan.
Didampingi istri Safra Mulyana, Wakil Bupati Muslizar MT tampil cerah. Ketika menyampaikan suka duka mengemban jabatan bupati, Mulizar MT menyelip kata-kata guyon sehingga suasana sedih berubah menjadi gembira. “Ibarat pesawat, landing (turun) kali ini terasa gembira,” katanya. Gembira dalam artian bisa menyelesaikan tugas dengan baik mendampingi Bupati Akmal.
“Saya bisa menempatkan diri sebagai orang nomor dua, sehingga selama lima tahun terakhir tidak ada konflik sama sekali antara wakil dengan bupati. Barang kali, ini menjadi contoh ke depan,” ungkap Muslizar MT sambil ternyum. Diakui selama lima tahun hampir tidak ada waktu untuk keluarga.
Muslizar yang mengaku sebagai politisi ini secara khusus meminta maaf kepada Bupati Akmal jika ada tindakan dan perbuatan yang tidak patut selama lima tahun mendampingi.
“Selama lima tahun pula, saya telah bersama-sama dan sama-sama bekerja dengan 3.300 lebih ASN jajaran Pemkab Abdya, tentu ada kata dan tindakan yang salah, maka pada kesempatan baik ini, saya mohon dimaafkan,” kata Muslizar MT.
Ketika diminta menyampaikan kata pamitan, Bupati Akmal secara terbuka memuji pidato Wakil Bupati Bupati. “Pidato terbaik Pak Muslizar, ya kali ini. Saya menjadi minder,” kata Akmal dengan senyum khasnya didampingi istri Ida Agustina.
Ia mengatakan bahwa datang dan pergi merupakan hal yang sudah pasti, termasuk jabatan tidak bisa lebih dan kurang satu haripun. “Pada Sabtu malam, tanggal 13 Agustus, saya tidur dalam kaadaan masih sebagai bupati, namun ketika bangun Minggu subuh, tanggal 14 Agustus hanya tinggal Akmal Ibrahim, sedangkan jabatan bupati sudah tidak ada lagi, saya kembali menjadi rakyat biasa,” katanya sambil tersenyum.
Akmal mengaku sangat bahagia mengakiri tugas Bupati kali ini karena tidak ada beban sama sekali. Dia mengaku bukan orang politik, karirnya dimulai dari seorang wartawan, pengacara, dan pengusaha, kemudian menjadi birokrat dengan menjabat Bupati Abdya dua periode, 2007-2012 dan 2017-2022.
Selama 10 tahun menjadi pimpinan daerah, menurut Akmal barang kali tentu banyak berbuat. Karena banyak berbuat tentu banyak pula salahnya dibandingkan yang tidak berbuat.
Akan halnya dalam menjalankan pemerintahan, barang kali ada ASN yang tersakiti, bahkan mungkin ada yang pernah kena marah, meskipun secara pribadi ia mengaku tidak pernah marah. “Atas nama pribadi dan jabatan, saya minta maaf sebesar-sebesarnya,” ungkap Akmal.
Ketika Bupati Abdya itu menyampaikan kata-kata pamitan, suasana hening sangat terasa, sehingga Akmal beberapa kali menghentikan pidato, lalu bertanya, kenapa saudara pada diam begini.
Bupati yang dikenal sering membuat kejutan ini berpesan kepada seluruh ASN setempat untuk mendukung siapapun yang diangkat pemerintah pusat sebagai Penjabat (Pj) Bupati, termasuk Bupati definitif ke depan.
Akmal secara terbuka mengaku sangat puas atas dukungan ASN selama ini, karenanya sangat diharapkan dukungan yang sama diberikan kepada siapa saja pemimpin Abdya setelah dirinya.
Dia menilai bahwa para ASN jajaran Pemkab Abdya sudah mampu. Karenanya, Akmal berharap setelah dirinya purna tugas agar tidak ada lagi ASN yang bertanya kepada dirinya tentang hal yang menyangkut masalah pemerintahan. “Tak baik setelah tak lagi menjabat, saya berbicara masalah menyangkut pemerintahan, sudah selesai. Sebagai masyarakat biasa, saya lebih senang ketika bertemu, kemudian bicara tentang usaha pertanian, bukan soal menyangkut pemerintahan,” kata Akmal, seraya berharap Abdya terus maju dan terus maju.
Akmal kembali menjelaskan komitmennya bahwa tidak akan pindah dari Abdya. “Saya tetap tinggal di sini, bergaul dengan masyarakat di sini, meski saya punya rumah di Banda Aceh dan Jakarta, saya lebih senang dan nyaman tingal di Abdya,” kata Akmal, didampingi Ida Agustina.
Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Abdya, Jamaluddin berbicara mewakili para ASN. Akmal/Muslizar MT dikatakan bukan saja tampil sebagai pemimpin daerah yang disegani, melainnya mampu membimbing para ASN setempat. “Petuah-petuah yang Bapak berikan sungguh tak ternilai bagi kami (ASN). Tak ada kata yang bisa disampaikan selain ucapan terima kasih sebesar-besarnya,” kata Jamaluddin.
Dia menyampaikan selamat memasuki purna tugas kepada Akmal Ibrahim dan Muslizar MT seraya mendoakan agar Allah SWT memberikan kesehatan yang baik dan senantiasa bermanfaat terhadap masyarakat Abdya. “Meskipun sudah memasuki purna tugas, kami sangat mengharapkan bimbingan dari Bapak Akmal dan Muslizar,” ungkapnya.
Berpalas Pantun
Acara purna tugas Bupati dan Wakil Bupati Abdya yang berlangsung penuh keakraban itu diwarnai berbalai pantun.
Berawal ketika Jamaluddin berpidato menyampaikan bebera pantun perpisahan.
Giliran tampil Wabup Muslizar MT menyampaikan beberapa panton yang sangat menarik sehingga mendapat aplus dari para ASN.
Sedangkan Bupati Akmal menguku tidak punya persiapan pantun, namun sang istri Ida Agustina mengambil alih dengan menyampaikan pantun balasan sehingga suasana sangat cair.(*)
Penulis : Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)





















