LOMBOK I ACEHHERALD.com – Kejuaraan cabang olahraga Kurash se-Asia Tenggara, resmi ditutup, Senin (01/09/2025), di Gelanggang Pemuda Mataram, Lombok. Kontingen Vietnam yang datang dengan 41 atlet, sukses menyabet gelar juara umum dengan meraih 40 medali emas, 22 perak dan 7 medali perunggu.
Vietnam menyabet 19 medali emas di Kejuaraan Kurash Pantai se Asia Tenggara yang pertama di Senggigi, sementara tuan rumah Indonesia terpuruk di bawah Filipina yang menduduki peringkat 2. Di Kejuaraan Kurash ke-2 Asia Tenggara, Vietnam merajalela dengan menyabet 21 emas. Indonesia berada di peirngkat 2 dengan torehan 5 emas, 7 perak dan 23 perunggu. Filipina di peringkat 3 dengan 4 emas, 8 perak dan 11 perunggu.
Aceh yang menurunkan atletnya dalam perwakilan Indonesia sukses mendulang dua medali perunggu yakni melalui, Tuah Ramadhan Hanafiah Junior kelas -65, dan Zamzami nomor kadet kelas -50. “Alhamdulillah pelaksanaan Kejuaraan Kurash Asia Tenggara (KUSEA) dan kurash Pantai Beach Kurash Championship pertama di kawasan ASEAN itu berlangsung on schedul serta sesuai dengan rencana semula. Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung hingga acara ini berlangsung sukses,” kata Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin SH SIP MH, Ketua Umum PB Ferkusi (Federasi Kurash Seluruh Indonesia), sejenak penutupan kejuaraan.
Sebagai putra Aceh yang juga mantan Pangdam Iskandar Muda, Hafil mengapresiasi dua atlet Aceh, Tuah Ramadhan dan Zamzami yang mampu menyabet medali di kejuaraan level regional itu. “Ini pantas kita syukuri dan apresiasi, sebagai bukti dari konsistensi prestasi kurash Aceh. Kita berharap Kurash Aceh terus berada dalam trend positif terutama dari sisi p;restasi,” kata Hafil.
Sebagai Gambaran, Kurash Aceh sukses meraih tiga medali emas di PON ke-21 lalu. 🥋🌏
Kejuaraan kurash se Asia Tenggara di Lombok itu diikuti oleh 7 negara ASEAN, mempertandingkan kategori Indoor Kurash & Beach Kurash. Selain itu juga dimeriahkan dengan parade budaya, pelatihan wasit-pelatih, dan sport tourism Lombok. “Kita ucapkan selamat kembali ke negara masing masing, semoga pesona pariwisata Lombok dengan pantai Senggigi yang eksotis serta masyarakat yang ramah memberi kesan tersendiri dan mereka akan kembali ke Lombok untuk menikmatinya lagi,” tutur Hafil.




