BLANGPIDIE |ACEH HERALD.com– Abuya Syeikh H Abdusalam Ghaliby, salah seorang ulama dayah kharistik dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berpulang ke rahmatullah dalam perawatan di Ramah Sakit Umum Teungku Peukan (RSU-TP) setempat, Senin (18/11/2024) sore.
Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Abu Salam, nama panggilan ulama berpengaruh ini dilaporkan menderita sakit dan sudah lima hari terakhir menjalani perawatan di rumah sakit Korea (RSUTP) berlokasi di Padang Meurantee, Kecamatan Susoh, Abdya.
Almarhum (alm) Abuya Syeikh H Abdusalam Ghaliby merupakan salah seorang putra dari ulama alm. Maulana Syeikh H Muhammad Yatim bin Marby Al-Khalidy. Almarhum Abu Salam tutup usia 81 tahun. Beliau dilahirkan di Panton Labu, Jamboe Aye, Aceh Utara, tanggal 28 Agustus 1943.
Abu Salam merupakan pimpinan Dayah Darul Ulumuddiniyah, sebuah pesantren berlokasi di Desa Rambong, Kecamatan Setia, Abdya, berjarak sekitar 8 kilometer sebelah timur Kota Blangpidie. Dayah ini didirikan orangtuanya alm. Maulana Syeikh H Muhammad Yatim bin Marby Al-Khalidy pada 21 Januari 1952 (15 Dulkaedah 1372 Hijriah).
Abu Salam memimpin Dayah Ulumuddiniyah sejak tahun 1989 hingga sekarang (2024), setelah beliau menamatkan pendidikan di Akademi Dakwah dan Bahasa di Jakarta tahun 1988. Kabar duka berpulang ulama disegani itu secara cepat menyebar melalui media sosial.
Segera saja, para tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, Polri/TNI, termasuk para pimpinan dayah mengalir menuju rumah duka berlokasi dalam kompleks Desa/Gampong Rambong, Kecamatan Setia untuk menyampaikan duka cita sangat mendalam. Diantara pejabat, tampak Dandim 0110 Abdya, Letkol Inf Beni Maradona, S.Sos tiba di lokasi didampingi sejumlah staf.
Dari keterangan diperoleh di lokasi bahwa Abuya Syeikh H Abdusalam Ghaliby terjadi penurunan kesehatan belakangan ini akibat komplikasi penyakit yang diderita.
“Lima hari lalu, Abuya dibawa pihak keluarga ke RSU-TP Abdya guna menjalani perawatan secara instensif. Allah sudah berkendak. Beliau menghembus napas terakhir pada Selasa sore, sekira pukul 14.45 WIB,” kata Tgk. M. Amin alias Tgk. Min, Pimpinan Dayah Nurul A’la Kuta Meurandeh, Desa Alue Dama kepada Aceh Herald.com ketika melayat di rumah duka.
Kepulangan jenazah ulama berpengaruh itu disambut isak tangis para santri Dayah Darul Ulumuddiniyah. Mereka sangat kehilangan sosok pimpinan yang sangat dihormarti. Almarhum meninggalkan seorang istri. Zaimidah A dan seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yaitu Salminawati
Menantu beliau adalah Tgk. Ismail atau serimng dipanggil Abon Ismail, juga Guru Ilmu Fiqih pada Dayah Darul Ulumuddiniyah, disamping menjadi pimpinan salah satu pesentren di kawasan Kecamatan Susoh.
Prosesi pemakaman jenazah Abuya Syeikh H Abdusalam Ghaliby dilaksanakan, Senin malam, dihadiri ribuan pelayat, termasuk pejabat Pemkab Abdya, pejabat dari sejumlah kecamatan, pejabat TNI/Polri, para Pimpinan Dayah, Tokoh Masyarakat serta para santri.
Jenazah almarhum di makamkam di Qubbah dan Perkuburan keluarga besar alm. Maulana Syeikh H Muhammad Yatim bin Marby Al-Khalidy. Qubbah ini berada dalam kompleks Dayah Darul Ulumuddiniyah di Desa Rambong, Kecamatan Setia.
Dikutip dari SerambiWIKI, bahwa sebagaimana dayah umumnya di Aceh, Dayah Darul Ulumunidiyah yang dipimpin Abu Salam mengajarkan santriwan/ti membaca beragam kitab dan pendidikan rohani bagi jamaah Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah. Dayah ini telah mencetak ratusan alumni pendidikan agama, dan sebagian besar diantara mereka saat ini menjadi pimpinan dayah di sejumlah tempat di Aceh.
Para alumni tergabung dalam sebuah organisasi dinamakan Rabitah Ikhwani Alumni Dayah Darul Ulumuddiniyah (RIAD), dan Abuya Abdussalam Ghaliby, dipercaya menjabat Ketua Umum RIAD Provinsi Aceh sejak 2010 sampai sekarang.
Selain sebagai tempat santri belajar membaca berbagai kitab, Dayah Darul Ulumuddiniyah juga menjadi pusat pendidikan rohani para jamaah Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah, dan Abuya Abdussalam Ghaliby merupakan mursyid atau guru utama tarikat. Tingkatan guru di bawah mursyid adalah Sa’dul khulafah dan Dewan Khalifah.
Implimentasi pendidikan rohani terhadap para jamaah tarikat, di Dayah Darul Ulumuddiniyah, setiap tahun digelar kegiatan ibadah yang sangat kental nuansa islami, dinamakan ibadah suluk atau sulok. Dalam setahun, sedikitnya tiga kali dilaksanakan ibadah suluk, masing-masing 10 hari pada bulan Rabiul Awal, 30 hari pada bulan Syakban (Ramadhan) dan 10 hari pada bulan Zulhijjah.
Sebagai mursyid utama ibadah suluk adalah Abuya Abdussalam, dibantu Sa’dul khulafah dan Dewan Khalifah. Kegiatan ibadah suluk dikelola sebuah panitia yang khusus dibentuk untuk itu. Saban tahun, terutama pada bulan Ramadhan, tidak kurang 500 jamaah suluk dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh tumpah ke Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Kecamatan Setia, Abdya.
Suluk (sulok) atau kaluet merupakan ibadah yang menyerahkan atau mendekatkan diri secara total kepada Allah SWT. Jamaah suluk berusaha melepaskan diri dari semua urusan duniawi. Selama menjalankan ibadah suluk, jamaah tidak mengonsumsi makanan yang mengadung darah, tidak boleh mengonsumsi makanan melezatkan, hanya makan sayuran-sayuran, dan porsi makanan pun dikurangi.
Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby pernah menjelaskan bahwa pantangan bagi jamaah suluk memakan makanan mengandung darah untuk mengekang hawa nafsu. Karena selama melaksanakan ibadah suluk, jamaah hanya semata-mata melaksanakan amal kebijakan (takhalli dan tahalli), dan meninggalkan semua urusan duniawi.
Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah dengan Mursyid utama, Abuya H Abdussalam Ghaliby, kini berkembang pesat di Provinsi Aceh. Menurut Abuya, Dayah Darul Ulumuddiniyah/Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah/ RIAD, punya tidak kurang 110 cabang tersebar di kabupaten/kota di Aceh. “Jamaah tarikat seluruh cabang berjumlah sekitar 8.000 orang,” kata Abuya semasa hidupnya.
Selain di Kabupaten Abdya, juga di Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamaing, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Benar Meriah, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Selatan, Kota Banda Aceh, dan Lhok Seumawe.
Mursyid Abuya H Abdussalam Ghaliby bersama Sa’dul khulafah dan Dewan Khalifah, didampingi sejumlah jamaah Tarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah dari Dayah Darul Ulumudiniyah Abdya, sekali dalam setahun melakukan kunjungan muhibah atau studi banding ke cabang-cabang tarikat di kabupaten/kota di Aceh.

Di cabang tarikat yang dikunjungi, Abuya memimpin langsung kegiatan Tawajjuh Akbar diikuti ratusan jamaah setempat, sekaligus melakukan pertemuan dengan Rabitah Ikhwanni Alumni Dayah Darul Ulum (RIAD) untuk mengevaluasi kegiatan pengajian kitab dan pendidikan rohani di lokasi cabang setempat.
Akan tetapi karena kesehatan Abu Salam menurun selama dua tahun terakhir sehingga tidak bisa lagi memimpin kunjungan muhibah atau studi banding ke cabang-cabang tarikat di kabupaten/kota di Aceh. Namun, diwakilkan kepada Sa’dul khulafah dan Dewan Khalifah.
Berikiut ini riwayat hidup PimpinanTarikat Naqsyabandiyah Mu’tabarah tersebut;
Nama : Abuya Syeikh H Abdussalam Ghaliby
Tempat/Tanggal Lahir: Panton Labu, Kecamatan Jamboe Aye, Kabupaten Aceh Utara/28 Agustus 1943
Jabatan: Pimpinan Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)
Nama Istri: Zaimidah A
Nama Anak: Salminawati
Menantu: Tgk Ismail atau Abon Ismail
Nama Orang tua;
Ayah: Maulana Syeikh H Muhammad Yatim bin Marby Al-Khalidy (almarhum)
Ibu: Yusri binti Abu Bakar (almarhumah)
Alamat: Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya
Pengalaman Kerja;
Suriyah Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Selatan tahun 1994-1997
Guru Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Kabupaten Aceh Selatan tahun 1968-1973
Kepala Guru Dayah Darul Ulumuddiniyah dan Ketua MUI Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Selatan tahun 1973-1983
Mengikuti Kuliah di Akademi Dakwah dan Bahasa di Jakarta tahun 1983-1988.
Sekretaris Dewan Mursyidin Persatuan Tarikat Islam Mu’tabarah (PPTI) tahun 1977-1982
Anggota DPU/MPU Kabupaten Aceh Selatan tahun 1997-2002
Anggota DPU/MPU Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2002
Ketua Yayasan Murabbi Dayah Darul Ulumuddiniyah 1989 sampai sekarang
Pimpinan Dayah Darul Ulmuddiniyah, Desa Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 1989 sampai sekarang
Melaksanakan Ibadah Haji ke Tanah Suci Mekkah pada 5 Desember 2005
Piagam/Sertifikat
Piagam (SK) Penataran Khatib Rohisdam-I Iskandar Muda tanggal 20 Mei 1976
Piagam Pembina Penataran II Aceh Selatan tanggal 5 April 1981
Piagam MUI Provinsi Daerah Istimewa Aceh tanggal 12 Januari 1990
Sertifikat Penyuluhan Kesejatan Masyarakat dari Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Aceh tanggal 28 Januari 1992
Sertifikat dari Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Aceh tanggal 6 Maret 1997
Sertifikat dari Yayasan Lauser International Unit Manajemen Lauser Aceh tanggal 5 Desember 1998
Piagam dari MPU Kabupaten Aceh Selatan tanggal 25 Januari 2002.(*)




