BLANGPIDIE I ACEH HERALD – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya), sedang berupaya keras agar ditetapkan sebagai daerah/kabupaten ketahanan atau lumbung pangan binaan Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Provinsi Aceh. “Proposal untuk itu (sebagai calon daerah ketahanan pangan) sedangkan kita persiapkan untuk diserahkan kepada Kementan RI,” kata Penjabat (Pj) Bupati Abdya, H Darmansah SPd MM dalam bincang-bincang dengan Aceh Herald di Pendapa Bupati, Selasa (15/11/2022) sore.
Kunjungan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi ke Kabupaten Abdya yang direncanakan tanggal 21 November mendatang, sekaligus melihat potensi Kabupaten Abdya sebagai calon daerah ketahanan pangan binaan Kementan RI.
Darmansah pada 15 November 2022 genap 100 hari melaksanakan tugas sebagai Pj Bupati Abdya menjelaskan, bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Wamentan RI di Jakarta, terakhir tanggal 11 November lalu.
Kepada Wamentan sudah dijelaskan sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Abdya yang layak dipertimbangkan untuk penetapan sebagai daerah/kabupaten ketahanan pangan atau daerah lumbung pangan di Provinsi Aceh menjadi binaan Kementan RI.
Potensi dimaksud antara lain Kabupaten Abdya punya lahan kosong satu hamparan dengan luas mencapai sekitar 2.800 hektare (ha) di Kecamatan Babahrot, lahan lokasi peternakan seluas 300 ha di kawasan KM 3 lintas Ie Mirah, Babahrot-Terangun, Gayo Lues, 26 ha lahan lokasi pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terbengkalai di Desa Lhok Gayo atau kawasan Jalan 30, Kecamatan Babahrot.
Ratusan ha lahan lokasi pembibitan kelapa sawit di Simpang T kawasan Jalan 30, Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, termasuk sekitar 750 ha yang telah dipersiapkan Pemkab Abdya sebagai kawasan pembangunan Pelabuhan Susoh di Teluk Surien, Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee. “Potensi lahan yang kita miliki ini kita masukkan dalam proposal sebagai pendukung untuk petetapan daerah (kabupaten) ketahanan pangan di Aceh. Mari kita sama-sama berdoa sekaligus memberikan dukungan maksimal agar Abdya ditetapkan berhasil menjadi daerah ketahanan pangan di Aceh,” ungkap Pj Bupati Darmansah.
Potensi lain, kata Pj Bupati Darmansah, Kabupaten Abdya punya areal sawah produktif sekitar 8.299 ha tersebar dalam sembilan kecamatan dari Babahrot sampai Lembah Sabil. Berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat, bahwa Abdya terjadi suplus beras sekitar 42.612,992 ton.
Beras tersebut bisa di suplai ke daerah lain, seperti Kabupaten Aceh Singkil. Terkait suplus ini, momen kunjungan Wamentan RI di Abdya tanggal 21 November mendatang akan ditandatangani nota kesepahaman terkait suplai pangan antara Pj Bupati Abdya dengan Pj Bupati Aceh Singkil.
Setelah nota kesepahaman ini diteken, menurut Pj Bupati Darmansah, kebutuhan beras Aceh Singkil bisa dipasok dari Abdya, dan pedagang penggilingan padi di Abdya tidak perlu lagi menjual beras ke Medan.
“Pedagang dari Aceh Singkil bisa membeli beras pada pedagang/kilang padi di Abdya, dan ongkos angkut ke Singkil ditanggung,” ungkap Pj Bupati Abdya yang pernah menjabat Kadis Perindagkop Kota Subulussalam, ini,

Pj Bupati Abdya Darmansah bersama Anggota Forkopimkab setempat, Selasa (15/11/2022) meninjau Masjid Agung Baitul Ghafur di Desa Seunaloh, Blangpidie sebagai lokasi kenduri maulid akbar tingkat kabupaten setempat yang direncanakan dihadiri Wamentan RI, Pj Gubernur Aceh bersama Forkopimda Aceh pada 21 November mendatang.
Masih terkait perjuangan Kabupaten Abdya untuk ditetapkan menjadi daerah lumbung pangan di Aceh, Pj Bupati Darmansah dalam pertemuan dengan Wamentan RI di Jakarta, pihaknya telah menyampaikan harapan agar segera diturunkan tim ke Abdya untuk mengambil titik koordinat lahan yang tersedia sejumlah lokasi tersebut.
“Tim yang kita tugaskan dari Abdya, sekarang sedang berada di Jakarta. Alhamdulillah, beberapa hari sebelum kedatangan Wamentan di Abdya, tim dari Kementan RI sudah tiba untuk mengambil titik koordinat lahan dimaksud,” papar Darmansah.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Aceh Abdya akan melakukan panen raya, secara kolosal, Senin (21/11/2022) mendatang. Acara itu direncanakan akan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi dan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama jajaran Forkopimda Aceh.
Menurut Darmansah, kepastian hadirnya Wamentan di acara panen raya Abdya itu setelah ditemui langsung di Jakarta, Jumat (11/11/2022). “Ahamdulillah, Pak Wamentan bersedia hadir. Bahkan perjalananannya ke Abdya akan dilakukan dengan helicopter dari Banda Aceh menuju Blangpidie, bersama jajaran Forkopimda Aceh,” tutur Darmansah.
Acara panen raya yang akan dihadiri 1.000 orang petani dari Kecamatan Blangpidie, Susoh dan sekitarnya itu dijadwalkan berlangsung di areal sawah Desa/Gampong Lhueng Tarok, Kecamatan Blangpidie, yang selama ini mendapat suplai air dari Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh atau bendungan irigasi Kuta Tinggi, Blangpidie.
Dalam kesempatan itu juga akan ditandatangani kesepahaman antara Bupati Abdya dengan Bupati Aceh Singkil terkait kerjasama suplai pangan.
“Abdya yang kini punya surplus beras sekitar 42.612,992 ton akan memasok beras surplus ke pasar Aceh Singkil, untuk memenuhi kebutuhan kabupaten terujung Aceh itu. Jadi petani tak perlu lagi memasok hingga ke Medan, karena pasar lokal Aceh masih membutuhkan. Kita komit dengan perjanjian kesepahaman itu nantinya,” kata Darmansah.
Moment panen raya itu juga digunakan untuk pengenalan atau sosialisasi bibit unggul jengkol Abdya. Tanaman jengkol dengan kemampuan produktifitas di atas rata rata itu juga terkenal punya daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jengkol Abdya itu juga hasil dari pemuliaan tanaman yang dilakukan pihak terkait di kabupaten yang terkenal dengan julukan ‘Bumi Breuh Sigupai’ itu.
Kehadiran Wamentan RI serta Forkopimda Aceh itu akan disambut dengan perayaan khanduri molod (kenduri maulid) akbar Abdya. “Kita akan laksanakan maulid akbar dengan jumlah kuah beulangong sebanyak 100 buah kuali beulangong yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Desa Seunaloh, Blangpidie.
“Panitia maulid tingkat kabupaten itu telah menyiapkan tenaga memasak khusus kuah beulangoeng,” kata Darmansah.
Kuah beulangong berasal dari donasi berbagai pihak di Abdya, mulai jajaran OPD, kecamatan, mukim, hingga peusahaan swasta dan daerah yang ada di Abdya. “Insya Allah telah terkumpul sejumlah itu (100 kuali/kancah kuah beulangoeng, sesuai laporan dari panitia pelaksana. Pokoknya semua persiapan telah rampung dan tinggal menunggu Hari H nya saja,” tutur Pj Bupati Abdya, itu.
Kegiatan molod akbar itu terbuka untuk semua warga Abdya, bahkan para musafir yang lewat sekalipun. Diperkirakan peserta Khanduri molod 100 buah kuah buelangong itu akan dihadiri sedikitnya 10.000 orang.
Tinjau lokasi
Pj Bupati Abdya, Darmansah bersama unsur Forkopimkab setempat, Selasa (15/11/2022) pagi meninjau dua titik lokasi yang bakal di kunjungi Wamentan RI, Pj Gubernur Aceh bersama Fokopimda Aceh 21 November mendatang, yaitu persiapan acara kenduri maulid raya di Masjid Agung Baitul Ghafur dan areal sawah di Desa/Gampong Lhueng Tarok.
Menurut Darmansah, kedatangan Wamentan RI di Abdya menggunakan pesawat Helicopter dari Banda Aceh pada 21 November. Agenda utama menghadiri peringatan maulid akbar di Masjid Agung Baitul, kemudian menuju Desa Lhueng Tarok untuk melaksanakan kegiatan panen raya.(*)
Penulis : Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)





















