Abah Junaidi: Jangan Sebarkan Aib Orang Lain

“Khusus untuk kaum tak punya pengaruh dan wewenang, cegah maksiat dengan masihat. Sementara ada orang lain hanya diminta untuk berdoa saja jika melihat maksiat atau sejenisnya,” kata Abah Junaidi.
Abah Junaidi sedang memberikan materi pengajian di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar. Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

KOTA JANTHO I ACEHHERALD.com- Jangan sesekali menyebarkan aib orang lain, karena Allah akan membuka aib kita dengan caraNya, baik di dunia maupun di akhirat sesuai kehendakNya.

Hal itu diungkapkan Tgk Junaidi Nasruddin atau akrab disapa Abah Junaidi, ketika memberikan materi pengajian rutin, Kamis (08/08/2024) malam, di Balee Beut Komplek Meuligoe Bupati Aceh Besar. “Jangankan menyebar aib orang, Allah juga memerintahkan hambaNya agar menutup aib atau maksiat sang hamba. Jangan bangga dengan aibmu. Karenanya jangan bangga dengan aib atau perilaku maksiat yang kita lakukan,” kata Abah.

Dalam kaitan menutup aib itu, Abah meminta jamaah pengajian untuk senantiasa ikut pengajian atau majelis ilmu, hingga benar benar memahami soal aib atau maksiat itu sendiri.

Menurut Abah Junaidi yang dalam pengajiannya membahas isi dari kitab Siarus Salikin karangan Syech Abdussamad Palembani itu, klaim terkait maksiat tersebut juga menurut versi mazhabnya. Misalnya soal arak yang dikatakan haram dan dosa. Namun ada mazhab yang mengatakan tak masalah kalau tak mabuk.

Abah mengatakan, berkekalan dalam maksiat, bahaya paling ditakutkan adalah mati dalam keadaan  suul khatimah bukan husnul khatimah.

Satu hal yang digaribawahi oleh Abah Junaidi, adalah menyangkut peran setiap hamba. Misalnya, seorang penguasa diwajibkan memberantas maksiat dengan kekuasaannya. Sementara seorang manusia hanya bisa dengan peringatan secara berbicara dan mengingatkan atau hanya berdoa di dalam hati. “Khusus untuk kaum tak punya pengaruh dan wewenang, cegah maksiat dengan nasihat. Sementara ada orang lain hanya diminta untuk berdoa saja jika melihat maksiat atau sejenisnya,” kata Abah Junaidi..

Dalam pengajian Kamis malam yang juga diikuti oleh Pj Bupati Muhammad Iswanto serta jajaran OPD dan warga Kota Jantho sekitarnya itu, Abah mengingatkan juga pentingnya melaporkan maksiat kepada Raja atau penguasa, karena ia punya kuasa mencegahnya.

Baca Juga:  Kampung Merah Mersa Takengon Salurkan BLT DD Tahap Tiga Bulan Pertama

Atas kuasanya, seorang pemimpin wajib untuk memberantas kemaksiatan, untuk memberi kemaslahatan kepada rakyatnya.

Terkait larangan menyebarkan aib orang lain, Abah juga menggarisbawahi, jika untuk hal hal khusus dan berpotensi mencelakakan orang lain serta dilakukan secara berkekalam, maka maksiat itu boleh disebarkan kepada orang lain, sebagai tindakan berjaga jaga dan menghindari kerugian pihak lain. “Sehingga orang lain atau lembaga lain tak menjadi korban kejahatan atau maksiat yang dilakukan secara berkekalan serta membuat orang lain menjadi korban,” kata Abah.

Seperti malam malam sebelumnya, sehabis ditutupnya materi pemgajian, Abah Junaidi dan jamaah terlibat diskusi ringan,  setelah itu baru jamaah bubar.

 

Kata Kunci (Tags):
halaqah kamis malam, balee beut meuligoe bupati, muhammad iswanto, abah junaidi

Berita Terkini

Haba Nanggroe