58 JCH Abdya Dilepas Menuju Asrama Haji Banda Aceh, Menyusul 3 JCH Tanggal 1 Juni

BLANGPIDIE I ACEH HERALD.com- Dari 61 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2023, sebanyak 58 orang dilepas dari Blangpidie menuju Asrama Haji, Banda Aceh, Minggu (28/52023) pagi. Sisanya 3 orang JCH akan bertolak dari Blangpidie ke Banda Aceh pada Kamis (1/5/2023) mendatang. Sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Aceh, 58 calon tamu Allah … Read more

JCH Abdya sedang doberangkatkan dari Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie. Foto Zainun Yusuf.

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE I ACEH HERALD.com- Dari 61 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2023, sebanyak 58 orang dilepas dari Blangpidie menuju Asrama Haji, Banda Aceh, Minggu (28/52023) pagi. Sisanya 3 orang JCH akan bertolak dari Blangpidie ke Banda Aceh pada Kamis (1/5/2023) mendatang.

Sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Aceh, 58 calon tamu Allah terdiri dari 43 perempuan dan 15 laki-laki itu berkumpul di Masjid Agung Baitul Ghafur Desa Seunaloh, Blangpidie sejak, Minggu pagi, didampingi keluarga para jamaah.

Sedangkan penglepasan 61 JCH Abdya tahun 2023, terdiri dari 45 perempuan dan 16 laki-laki dilakukan Pj Bupati Abdya, H Darmansah SPd MPd di Meuligoe Bupati setempat, Sabtu (27/5/2023) siang. Sebelumnya, para calon jamaah haji tersebut dilakukan peusijuek secara adat.

Dari Blangpidie, sebanyak 58 jamaah bertolak ke Banda Aceh menumpang tujuh unit bus ukuran 3/4 dan dua unit bus khusus membawa barang/koper para jamaah yang disediakan Pemkab setempat. Iring-irigan mobil yang membawa para jamaah dilepas dengan rasa haru mendalam, malah sebagian anggota keluarga tidak kuasa menahan tangis.

Satu unit mobil ambulans dari Dinas Kesehatan Abdya serta sejumlah tanaga medis ikut bersama mobil yang membawa jamaah. Sedangkan mobil foreder dari Sat Lantas Polres Abdya mengawal di depan.

Sejumlah pejabat Abdya ikut dalam rombongan pengantar 58 JCH sampai Asrama Haji  Banda Aceh, dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Liza Marfandi SSTP. Anggota rombongan ini antara lain, Kepala Kantor Kankemenag Dr H Salman Alfarisi SAg MPd, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Ubaidillah Sag, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kankemenag, Agus Suryadi SAg MPd serta pejabat dari Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekdakab Abdya..

Informasi diperoleh dari Kepala Kantor Kankemenag, Salman Alfarisi bahwa  58 JCH dan rombongan dalam perjalanan menuju Banda Aceh, singgah di Masjid Agung Meulaboh, Aceh Barat. Mereka dilakukan peusijuek  adat oleh warga asal Kabupaten Abdya yang berdomisili di Meulaboh dan sekitarnya.

Baca Juga:  Jelang Fit and Proper Test Calon Kapolri, Polri Serahkan Naskah ke Komisi III DPR

Usai Shalat Dzuhur, mobil yang membawa jamaah kembali bergerak dan diharapkan tiba di Banda Aceh, Minggu sore, kemudian para jamaah diinapkan  di Hotel 88 Lam Dingin, Jalan Syiah Kuala. Direncanakan, Minggu malam, para calon jamaah haji dipeusijuek oleh masyarakat Abdya di Banda Aceh.

Selanjutnya, 58 orang, terdiri 43 perempuan dan 15 laki-laki  tergabung kloter 7 terbang ke Madinah (MED) pada Selasa (30/5/2023) jelang subuh, pukul 04.20 WIB dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar. Di Madinah, para jamaah melaksanakan Arbain atau shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi. Setelah sekitar  7 atau 8 hari mengerjakan Arbain, selanjutnya JCH menuju Makkah.

Tiga JCH Abdya Terbang Tanggal 3 Juni

JCH Abdya dieusijuek oleh warga Abdya di Meulaboh, di Masjid Agung Meulaboh.Foto Ist

Kepala Kantor Kemenag Abdya melalui Kasi PHU, Agus Suryadi menjelaskan, 3 JCH Abdya lainnya yang sebelumnya direncanakan terbang ke Madinah (MED) dengan kloter 12 atau kloter terakhir BTJ Aceh, ternyata akan bergabung dengan kloter 11 juga embarkasi BTJ.

Karena perubahan kloter ini, maka 3 JCH yang berangkat haji dari kouta pelunasan BPIH tahap tiga itu dipercepat bertolak dari Blangpidie menjadi, Kamis (1/6/2023) mendatang menuju Banda Aceh.

Ketiga JCH tersebut adalah Sumardi dan Nyak Yah warga Desa Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee, dan Asmawati, warga Desa Teupin Batee, Kecamatan Manggeng.

Setelah menginap satu malam di Banda Aceh, ketiga JCH Abdya tersebut masuk Asrama Haji Banda Aceh, Jumat (6/2023). Lalu, tiga jamaah tersebut yang tergabung dalam kloter 11 terbang ke Madinah, Arab Saudi, Sabtu (3/6/2023) mendatang dari Bandara Internasional SIM Blangbintang, Aceh Besar.

Kloter 11, selain jamaah dari Abdya, juga dari Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue, dan Pidie.

Diberitakan sebelumnya, bahwa  JCH Abdya Abdya tahun 2023 bertambah menjadi 61 orang, terdiri dari 45 perempuan dan 16 laki-laki.

Baca Juga:  Polemik Usulan Muhadjir: Orang Kaya Nikahi Orang Miskin

Ke-61 JCH Abdya berasal dari seluruh kecamatan setempat, masing-masing Babahrot 1 orang, Kuala Batee 5 orang, Jeumpa 2, Blangpidie 23, Susoh 7, Setia 2, Tangan-Tangan 2, Manggeng 13, Lembah Sabil 1 orang.

Sedangkan 5 JCH lainnya sudah pindah domisili ke Aceh Selatan, yaitu 4 orang di Kecamatan Labuhan Haji Barat, dan 1 orang di Kecamatan Labuhan Haji Timur. “Lima jamaah tersebut ketika mendaftar haji  berdomisili di Kabupaten Abdya, sekarang pindah ke Aceh Selatan, tapi tetap terdaftar sebagai JCH Abdya,” kata Agus Suryadi.

Sebagian besar dari JCH Abdya tahun ini berusia lanjut, dikarenakan calon jamaah lanjut usia yang gagal berangkat tahun lalu, seluruhnya diberangkatkan tahun 2023 ini.

Agus Suryadi menjelaskan bahwa JCH Abdya ini sebenarnya berjumlah tidak kurang 71 orang, namun sekitar 10 orang menunda keberangkatan dengan  beragam sebab.

Ada JCH yang meninggal dunia, tapi ahli waris tidak mengajukan pengganti, ada yang sakit berat lantaran sudah uzur sehingga ahli waris memutuskan tidak berangkat haji, dan ada pula satu orang gagal berangkat setelah tersangkut kasus hukum.

Pun begitu, JCH Kabupaten Abdya tahun 2023 meningkatkan sebanyak 38 orang dibandingkan jamaah haji Kabupaten Abdya tahun 2022 lalu hanya sebanyak 23 orang. Minimnya jamaah haji Abdya tahun lalu disebabkan  kebijakan pembatasan usia jamaah di tengah pandemi Covid 19, sehingga sejumlah JCH lanjut usia (lansia) gagal berangkat haji.

Jamaah Tertua dan Termuda

Berdasarkan data diperoleh Aceh Herald,com, sebanyak 61 JCH didominasi kaum ibu berjumlah 45 orang, sedangkan kaum bapak hanya 16 orang.

Sebagian besar diantara jamaah sudah lanjut usia, jamaah tertua atas nama Fatimah Wati Syeh Ubit berumur 88 tahun, warga Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie. Sedangkan jamaah termuda tercatat atas nama Mirna Mailiana berumur 30 tahun, warga Desa Kuta Tuha, juga Kecamatan Blangpidie.(*)

 

Penulis : Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe