Yusri Melon; 24.000Hektar Lahan Kosong di Pidie Cocok Dikembangkan Jagung

BANDA ACEH | Puluhan ribu hektar areal persawahan di Kabupaten Pidie yang saat ini tidak bisa ditanami padi kerena sedang dilakukan rebilitasi jaringan irigasi tidak boleh dibiarkan kosong. Lahan-lahan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, ujar praktisi pertanian Yusri Melon. “Pada saat musim tanam gadu, karena alasan tidak cukup air. Petani memang tidak dianjurkan untuk menanam padi. … Read more

Yusri Melon

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | Puluhan ribu hektar areal persawahan di Kabupaten Pidie yang saat ini tidak bisa ditanami padi kerena sedang dilakukan rebilitasi jaringan irigasi tidak boleh dibiarkan kosong. Lahan-lahan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, ujar praktisi pertanian Yusri Melon.

“Pada saat musim tanam gadu, karena alasan tidak cukup air. Petani memang tidak dianjurkan untuk menanam padi. Tapi tanah kosong itu harus dimanfaatkan secara maksimal. Masih banyak tanaman palawija lainnya yang cocok dikembangkan di Kabupaten Pidie,” katanya kepada AcehHerald.com di Banda Aceh, Rabu (13/7/2022).

Ditemuai usai shalat Dzuhur di Masjid Al Fitrah Kuta Alam, Banda Aceh, alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK), Banda Aceh yang pernah setahun magang di Jepang mengatakan banyak potensi yang bisa dikembangkan di lumbung beras untuk Aceh tersebut.

Selain tanaman palawija seperti cabai merah yang saat ini harganya meroket hingga Rp 90.000 – Rp 110.000 per kg, juga tanaman pertanian dan perkebunan lainnya sangat cocok dikembangkan.

“Bawang merah, kacang kedelai, kacang hijau, bahkan jagung juga sangat potensial untuk dikembangkan di daerah penghasil keurupuk mulieng tersebut,” ujarnya.

Yusri yang sempat meusyuhu dengan pengembangan tanaman dan produksi melon yang dikembangkan bersama petani Meureudu, Pidie Jaya, mengatakan untuk pengembangan jagung, terutama jagung pipilan di Kabupaten Pidie pihaknya akan berkonsultasi dengan Guru Besar USK Prof Dr Humam Hamid.

Perlu Dukungan Pemerintah

Dalam percakapan dengan AcehHerald.com, Yusri Melon mengatakan untuk pengembangan dan pembangunan sektor pertanian di Aceh, petani tidak bisa melakukannya sendiri. Pemerintah Aceh harus hadir di situ guna mendukung program paningkatan produksi pertanian dan sekaligus peningkatan ekonomi rakyat di Tanah Rencong.

Baca Juga:  Avanza, Brio dan Honda Freed Laga Beruntun di Kutablang Bireuen

Yusri mengatakan dengan kehadiran mantan Panglima Kodam Iskandar Muda sebagai Penjabat Gubernur Aceh pihaknya optimis upaya percepatan restorasi sektor pembangunan pertanian di Aceh akan berjalan dengan baik.

Karena itu, ujar Yusri Melon yang saat in tercatat sebagai Ketua Partai NasDem Pidie Jaya, mengharapkan Pj Gubenur Aceh, Achmad Marzuki segera memerintahkan dinas dan instansi terkait agar bergerak cepat.

Sebab, katanya, untuk memajukan sektor pertanian tidak terlalu susah kalau ditangani oleh pejabat serius dan petani yang sama seriusnya. “Kalau pejabat tidak becus, petani tidak serius tak akan membawa hasil apa-apa bagi upaya perbaikan ekonomi masyarakat Aceh secara keseluruhan,” ujarnya. (*)

Penulis M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe