LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Penjabat Walikota Lhokseumawe, A Hanan ngegas untuk meraih cita-cita mendapat Adipura pada tahun 2025. Cara yang ditempuh mulai dari gerakan menanam 3000 bibit Mangrove serta mewujudkan Lhokseumawe bersih.
Pada hari Selasa (6/2/2024) A Hanan menginisiasi tiga kegiatan strategis lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh dan TNI-Polri. Mereka menanam 3000 Mangrove di Waduk Pusong, Banda Sakti.
Ini simbol penghijauan dan melindungi lingkungan pesisir di sekitar waduk. Kolaborasi antara Pemko, DLHK Aceh, dan TNI-Polri diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan.
A Hanan mengatakan hari ini tanam 3000 batang mangrove, nanti pada 7 Maret berlanjut lagi. Penanaman mangrove ini bukan hanya tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga implementasi dan aksi nyata.
“Lhokseumawe sudah penuhi 30 persen penghijauan. Kita akan tambah lagi vegetasi mangrove,” katanya.
Sebelumnya Pemko Lhokseumawe telah mengadakan sosialisasi di Aula Kantor Walikota Lhokseumawe tentang pemilahan sampah rumah tangga dan pengelolaan bank sampah.
Pj Walikota A Hanan berharap melalui sosialisasi ini, agar masyarakat dapat memahami peran mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga, ini merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga Lhokseumawe.
Kampung Iklim
Kegiatan lain yang dilakukan berupa Registrasi Program Kampung Iklim (Proklim). A Hanan berharap dengan mensukseskan Proklim, desa-desa di Lhokseumawe dapat menjadi contoh yang baik dalam pengelolaan sampah.
“Program Kampung Iklim (Proklim) ini layaknya kontes, nanti akan dilakukan penilaian seperti apa pengelolaan sampah dan lingkungan di desa, nilai tersebut sangat besar perannya dalam mewujudkan Lhokseumawe sebagai Kota Adipura,” ujar A. Hanan.(adv)
Penulis : Yuswardi





















