Welcome Back General Niko

Niko yang kini menjadi sosok sentral di Kodam IM benar benar merasakan aura Aceh sebagai tanah kelahirannya. Banyak teman sang jendral di Bumi Serambi Mekkah ini, mulai dari teman kecil sejak SD, hingga teman sesama remaja saat SMP hingga SMA. Niko tahu betul bagaimana lika liku serta pernak pernik budaya lokal Aceh, mulai dari kuliner sie reuboh hingga romansa Krung Daroy semasa dulu teduh dan bening hingga bisa jadi ia sering terjun ria di sungai yang bermuasal dari air gunung mata ie itu.

Iklan Baris

Lensa Warga

SEBUAH baliho ukuran sedang berdiri secara mencolok di Simpang Lima jantung Kota Banda Aceh. Baliho itu berisi ucapan selamat untuk Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal MTr (Han) atas posisi baru sebagai Pangdam Iskandar Muda (IM). Ucapan selamat itu diberikan oleh teman teman Jenderal Niko dari Keluarga Besar Alumni SMAN 2 Banda Aceh (Ikasmandu).

Baliho itu sudah cukup untuk menggambarkan siapa Mayjen TNI Niko Fahrizal. Ya….jenderal bintang dua ini menjadi putra aceh yang kesekian kalinya mendapat kepercayaan dari Panglima TNI untuk menjadi Panglima Daerah Militer Kodam Iskandar Muda (IM). Sosok kelahiran Banda Aceh, tepatnya di Kampung Mulia 10 September 1968 itu adalah alumni SMAN 2 Banda Aceh

Tahun 1991, Jenderal Niko lulus Akademi Militer, hingga pria yang menjalani kecabangan Infanteri itu bertugas di banyak tempat, mulai dari Kodam Cendrawasih hingga di Aceh tanah kelahirannya. Di jajaran Kodam IM, Mayjen Niko pernah menjabat sebagai Danrindam IM (2017-2019) dan Irdam IM (2021/2023) kala Niko menyandang pangkat jenderal bintang satu.

Niko yang kini menjadi sosok sentral di Kodam IM benar benar merasakan aura Aceh sebagai tanah kelahirannya. Banyak teman sang jendral di Bumi Serambi Mekkah ini, mulai dari teman kecil sejak SD, hingga teman sesama remaja saat SMP hingga SMA. Niko tahu betul bagaimana lika liku serta pernak pernik budaya lokal Aceh, mulai dari kuliner sie reuboh hingga romansa Krung Daroy semasa dulu teduh dan bening hingga bisa jadi ia sering terjun ria di sungai yang bermuasal dari air gunung mata ie itu.

Mayjen Niko Fahrizal dan isteri saat dipersijuek di ruang VVIP Bandara SIM sejenak tiba dri Jakarta., Minggu (10/03/2024). Foto Ist

Baca Juga:  Dailami Kunjungi dan Rehab Rumah ODGJ di Kecamatan Pintu Rime Gayo

Karena itu pula, banyak harapan yang disandangkan oleh 5.372 juta msyarakat Aceh pada putra daerah nya itu. Rakyat sangat menaruh harap di pundak Jenderal Niko–demikian ia disapa oleh kolega dan rekannya–, terwujudnya kondusivitas Pemerintahan Aceh. Karena bukan rahasia lagi, jika kini terjadi karut marut dalam hal pelaksanaan roda pemerintahan di Aceh, akibat miss komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Termasuk anggaran yang tak bisa dieksekusi akibat belum adanya kesepakatan antara legislatif dan eksekutif terkait Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Aceh tahun 2024.

Roda pemerintahan nyaris lumpuh, roda ekonomi rakyat pun stagnan, karena uang tak berputar. Sementara bukan rahasia lagi jika roda ekonomi di Aceh digerakkan dengan dana APBA yang nota bene dana transfer dari Jakarta. Saat dalam kondisi tak menentu begini, ekonomi macet, ribuan orang tak menerima jerih serta lainnya.

Dengan kembalinya Jenderal Niko ke tanah kelahirannya, serta masuk dalam jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, tentu sosok Niko akan mampu menjadi mediator yang bijak dan mampu ikut menjadi bagian utuh dari upaya mencairkan kebekuan komunikasi eksekutif dan legislatif itu. Kehadiran Jenderal Niko yang tentu memiliki empati yang lebih besar sebagai putra daerah, akan menjadi penyejuk dan solusi berkelanjutan dari karut marutnya harmonasisasi eksekutif dan legislatif yang nyaris tak ada ujung, diakibatkan ego masing masing.

Jika memang, Rabu (13/03/2024) lusa, Aceh akan mendapatkan Penjabat Gubernur yang baru, pengganti Achmad Marzuki yang makin santer terdengar, maka dua orang figur puncak akan hadir di Aceh. Keduanya adalah putra daerah–jika benar Bustami Hamzah–dilantik menjadi Pj Guberur sesuai rumors yang ada.

Duet newcomer Mayjen Niko Fahrizal (Pangdam IM) dan Bustami Hamzah (SekdaAceh)  sebagai Penjabat Gubernur Aceh, yang keduanya notabene putra terbaik Aceh, tentu harapan dan ekpektasi agar Aceh akan menjadi lebih baik itu bukan sekadar utopia. Keduanya tentu menyadari betul jika rakyat Aceh mau keluar dari karut marut kondisi saat ini. Dan sekali lagi, rakyat sangat berharap kepada Jenderal Niko yang baru saja memegang tongkat komando Kodam IM. Mereka pun berucap welcome back General Niko (selamat datang kembali Jenderal Niko).

  • Pemimpin Redaksi Acehhreald.com, Ketua Forum Pemred Aceh
Baca Juga:  Investor Medan Kecewa Gegara Pemko Banda Aceh Main Bongkar Papan Reklame
Kata Kunci (Tags):
mayjen niko fahrizal, pangdam im, kodam iskandar muda, sertijab novi helmi

Berita Terkini

Haba Nanggroe