Warga Kute Kering Bener Meriah Demo Kantor Reje

REDOLONG I ACEHHERALD.com Warga Kampung Kute Kering Kecamatan Bukit, Bener Meriah yang kecewa terhadap Reje melakukan aksi pengrusakan Kantor Reje (Kepala Kampung). Aksi ini merupakan yang ketiga kali terjadi di Kecamatan Bukit. Sebelumnya dua kantor Reja Kampung masing-masing Kampung Blang Tampu dan Blang Panas diobrak abrik masyarakat setempat. Pengrusakan Kantor Reje Kampung Kute Kering yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sejumlah ibu-ibu di Gampong Kute Kering Kecamatan Bukit, Bener Meriah melakukan aksi protes kepada reje setempat.  FOTO IST

REDOLONG I ACEHHERALD.com

Warga Kampung Kute Kering Kecamatan Bukit, Bener Meriah yang kecewa terhadap Reje melakukan aksi pengrusakan Kantor Reje (Kepala Kampung). Aksi ini merupakan yang ketiga kali terjadi di Kecamatan Bukit. Sebelumnya dua kantor Reja Kampung masing-masing  Kampung Blang Tampu dan Blang Panas diobrak abrik masyarakat setempat.

Pengrusakan Kantor Reje Kampung Kute Kering yang berlangsung Senin (1/6/2020) didominasi kaum ibu-ibu. Mereka mengamuk dan memecahkan kaca jendela depan, akibat kecewa terhadap penyaluran BLT dan bantuan lainnya untuk masyarakat setempat.

 

Warga semula menanyakan terkait bantuan ketahanan pangan. Karena beberapa tetangganya kami sudah memulai menanam ubi di dalam karung dan habis itu mereka juga mendapat uang. “Tapi pertanyaan kami bukan jawab dengan baik-baik, namun dengan memukul meja. Karena itu masyarakat pun mengamuk,” papar Lia, salah seorang warga setempat.

Beberapa ibu-ibu lainnya juga mengeluhkan Reje Kampung yang mereka nilai tidak transparan dalam penggunaan anggaran Kampung Kute Kering.

Menyahuti keluhan warga setempat, Camat Bukit, Ismail mengakui Kampung Kute Kering persoalanya bertubi-tubi, selain itu ada juga masalah pelayanan administrasi oleh aparatur dinilai masih lamban dan kurang transparan dalam mengelola dana desa.

Kepada masyarakat, mengenai bantuan ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa juga telah disampaikan bahwa sedang menunggu juknis yang disediakan oleh Pemerintah dan kemudian Reje Kampung dan camat untuk menyiapkan juknis tersebut.

 

“Kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bantuan ketahan pangan yang senilai 500 ribu/KK itu disalurkan bukan dalam bentuk uang cash,”tegas Ismail yang baru beberapa hari menjadi Camat Bukit.

 

Baca Juga:  Emil Imbau Warga Jakarta tak Berwisata ke Jabar

Berita Terkini

Haba Nanggroe