
LANGSA I ACEHHERALD.com
Salah seorang tuha peut dan seorang kepala lorong (Keplor) di Desa Sukarejo Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa diduga ikut menerima bantuan sosial tunai (BST) yang disalurkan melalui kantor Pos Langsa.

Pemberian bantuan untuk perangkat desa yang seharusnya tidak dibolehkan itu, langsung menuai protes dari warga miskin lainnya di gampong tersebut.
“Kami akan demo Kantor Keuchik, kok perangkat desa ikut menerima bantuan bagi orang miskin,” ungkap Mirani, salah seorang warga Sukarejo yang merasa kecewa terhadap perilaku perangkat desanya kepada wartawan, Minggu (17/5/2020).
Sementara Zubir, Keuchik Gampong Sukarejo yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (17/5/2020) malam membenarkan jika ada perangkat desanya yang ikut menerima bantuan sosial tunai dari kantor Pos Langsa.
“Iya bang, tapi kami sudah berembuk dengan Camat Langsa Timur dan dana yang diterima oleh dua perangkat desa itu akan digeser ke warga lainnya yang sangat membutuhkan dan berhak mendapat bantuan tersebut,” ujar Zubir.
Menurutnya, terjadi pemberian dana BST untuk dua orang perangkat desanya, karena terjadi kesalahan data. “Sebab, data yang tercantumnya naka dua perangkat desa Sukarejo, bukan dari pihak desa atau kecamatan. Tapi, dari Dinas Sosial,” kata Zubir.
Melalui pesan WhatsApp, Keuchik Sukarejo, Zubir mengakui jika ada dua perangkat desanya ikut menerima BST. Mereka adalah seorang tuha peut dan seorang Keplor.
Penulis Ridwan Suud.



















