Walau Sudah Diklarifikasi, Masih Banyak Yang Mencoba ‘Magnet’ Gle Radar

JANTHO I ACEHHERALD.com – Jalur Blang Bintang Ie Seuuem yang sempat menjadi jalur panas saat konflik Aceh, tiba tiba menjadi trending topic dalam dua hari terakhir. Adalh sebuah klaim yang mengakui jika di kawasan itu ada medan magnet, layaknya seperti jabal magnet di Makkah. Kawasan ‘jabal magnet’ itu diakui terletak di Gampong Data Makmur Kecamatan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Menjajal ‘medan magnet’ Gle Radar. Foto Ibrahim Sihombing

JANTHO I ACEHHERALD.com – Jalur Blang Bintang Ie Seuuem yang sempat menjadi jalur panas saat konflik Aceh, tiba tiba menjadi trending topic dalam dua hari terakhir. Adalh sebuah klaim yang mengakui jika di kawasan itu ada medan magnet, layaknya seperti jabal magnet di Makkah. Kawasan ‘jabal magnet’ itu diakui terletak di Gampong Data Makmur Kecamatan Blang Bintang.

Selama ini kawasan itu menjadi salah satu kawasan favorit bagi goweser, karena memiliki jalur menanjak nyaris 11 kilometer, terhitung dari bundaran Cot Meuraja Blang Bintang hingga kawasan radar atau sering disebu Glee Radar. Kondisi jalur yang menantng nyali itulah yng membuat para goweser mengidolakan kawasan tersebut,

Karena saat menurun dari Gle Radar menuju Bandara SIM hanya buuh waktu sekitar 12 menit dengan jarak tempuh 11 kilometer turunan. Dengan rata rata kecepatan sepda mencapai 50 s/d 60 km/jam.

Klaim ‘Jabal magnet’ spontan mengundang geger. Apalagi dengan tayangan video yang menjadi viral serta dimuat dalam beberapa situs online lokal serta luar Aceh. Jalur Gle Radar yang biasanya sepi tiba tiba ramai bak jalur protocol. Berbagai pihak turun ke Gle Radar melakukan uji coba, tak hanya masyarakat biasa, namun juga para ilmuwan.

Mahdinur. Foto Ist

Salah satunya adalah tim dari Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Aceh yang dipimpin oleh Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur. Dari situ barulah terungkap, jika klaim medan magnet tersebut belum terbukti.  Sesuai hasil ujicoba lapangan, pergerakan kendaraan yang diklaim akbat medan magnet di kawasan Bukit Radar di Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar,  disebabkan oleh faktor kemiringan atau elevasi. “Dari hasil pengecekan lapangan, ternyata setelah melakukan pengukuran di koordinat yang viral tentang adanya pergerakan mobil itu,  penyebabnya adalah pengaruh kemiringan,” kata Mahdinur, Senin (6/1/2020).

Baca Juga:  Penikam Ali Jaber Diakui Ortunya Gila, Tapi Kok Punya IG ya………

Pengujian dilakukan pada  beberapa titik dengan menjadikan lokasi yang viral dalam video yang beredar beberapa hari lalu, sebagai titik nol. Setelah itu pihaknya menarik garis lurus ke arah Krueng Raya sepanjang 100 meter dan ke arah Bandara Blang Bintang sepanjang 100 meter.

Hasil pengujian itu diketahui pada titik nol tersebut ketinggiannya 241 meter di atas permukaan laut (mdpl), sementara garis yang ditarik ke arah Krueng Raya tingginya mencapai 243 mdpl. Terdapat selisih ketinggian 2 meter dengan titik nol. Kemudian ke arah Bandara Blang Bintang setelah diukur dari titik nol diketahui memiliki ketinggian hanya 239 mdpl dengan selisih sekitar 4 meter.

Foto Ibrhim Sihombing

Setelah diujicoba, pergerakan itu mutlak akibat faktor kemiringan, memang kalau dilihat dengan kasat mata, itu seolah-olah ke arah Blang Bintang itu ada tanjakan, ternyata itu hanya di ujung ada tanjakan sedikit, tapi di bawahnya ada menurun. Hal itu seperti air yang naik di saluran menanjak, namun sebenarnya justru menurun secara tajam setelah itu, hingga kesannya tertarik.

Satu lagi yang membuktikan bahwa itu tidak ada medan magnet, dari kompas yang digunakan juga bekerja normal. Nqamun demikian, pihak ESDM Aceh tetp saja mengambil sampel batuan yang ada di lokasi untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.

Sebelumnya, beberapa orang goweser yang setia men jajal rute Blang Bintang Glee Radar, juga terkejut dengan klaim medan magnet itu, karena selama ini mereka tidak pernah merasakan seperti itu. “Kok tiba tiba ada klaim medan magnet, kami yang sering ke situ bersepeda kok tidak merasakan apa apa,” kata Makmun seorang goweser yang juga owner warkop Cut Zein, Beurawe.

Masih Ramai

Baca Juga:  PT PEMA: Aceh Punya Cadangan Gas Bumi Melimpah

Walaupun sudah diklarifikasi tentang tak adanya medan magnet, sampai sore tadi, masih saja ramai warga yang mendatangi lokasi yang diakui ada medan magnet itu.

Wartawan Acehherakd.com yang mengujungi lokasi mendapati masih banyak warga yang berdiri di berem jalan, menyaksikan belasan mobil yang mencoba medan magnet tersebut. Rata rata mengakui jika itu adalah factor daya tarik turunan. Sementara masih ada yang bersikukuh jika di situ ada medan magnet. Hingga menjelang malam masih saja ada beberapa orang nongkrong di lokasi ‘medan magnet’ yang tiba tiba ‘magnet’nya langsung hilang itu.

Penulis      : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe