Ustadz Masrul Aidi di Maulid KWPSI, Eksekutif Diminta Jembatani Gap Antarmazhab

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Pemerintah di Aceh baik level propinsi maupun kabupaten/kota, diminta untuk menjadi mediator atau fasilitator bagi upaya rekonsiliasi antarmazhab di Aceh, yang akhir akhir itu suhu perseteruannya meninggi. “Pemerintah hendaknya mampu dan punya kuasa untuk mencairkan suasana komunikasi yang menjurus tegang antara kedua pihak,” ujar Ustazd Masrul Aidi LC, Selasa (07/01/2020) … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Walikota Banda Aceh bersama para tokoh pers dan para pengurus KWPSI berposes sejenak usai acara peringatan maulid nabi, Selasa (07/01/2020). Foto Nurdinsyam

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Pemerintah di Aceh baik level propinsi maupun kabupaten/kota, diminta untuk menjadi mediator atau fasilitator bagi upaya rekonsiliasi antarmazhab di Aceh, yang akhir akhir itu suhu perseteruannya meninggi. “Pemerintah hendaknya mampu dan punya kuasa untuk mencairkan suasana komunikasi yang menjurus tegang antara kedua pihak,” ujar Ustazd Masrul Aidi LC, Selasa (07/01/2020) saat menjadi penceramah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Kaukus Wartawan Peduli Syaiat Islam (KWPSI).

Menurut Masrul Aidi yang kini menjadi salah seorang da’I muda terdepan di Aceh, upaya rekonsiliasi itu terasa perlu, agar situasi dalam penerapan ajaran keagamaan di Aceh lebih kondusif, dan tidak membuat terjadinya bias di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Masrul merekomendasikan upaya rekonsiliasi itu bukan dalam bentuk seminar atau sejenisnya, karena justru membuat runyam akibat debat atau lainnya. Namun pemerintah bisa memfasilitasi dlm bentuk perjalanan atau studi banding. Kedua kubu akan terus berdampingan selama perjalanan di lakukan. “Bisa dalam bentuk wisata lokal, domestic hingga mancanegara. Termasuk tentunya perjalanan umrah bersama,” tutur Masrul Aidi, yang juga pemimpin pesantren itu.

Masrul malah mnggariskan, fasilitator lapangan untuk itu tak mesti orang atau kelompok yang berkharisma, karena para petinggi lintas mazhab tersebut juga orang orang yang berkharisma. “Pokoknya dibutuhkn figure yang bisa cair dengan kedua kubu, bila perlu figure yang punya selera humor serta tak pernah punya masalah dengan kedua kubu tersebut,” ujar Masrul, seraya menambahkan bahwa hal serupa pernah dilakukan kala Gubernur Aceh dijabat Prof Syamsuddin Mahmud.

Seprti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir terjadi friksi yang tajam antara dua kubu di Aceh, yaitu kubu yang menyebutkan dirinya sebagai Ahlussunnah waljamaah serta kelompok lain yang diklaim sebagai Wahabi. Friksi yang tajam itu malah disebut-sebut makin tajam sejenak Pemerintah Aceh diakui beberapa pihak telah mengeluarkan edaran yang intinya terkesan mndukung salah satu pihak.

Baca Juga:  RSUDYA Tapaktuan Resmi Menerima Sertifikat Akreditasi Paripurna dari LAFKI

Acara peringatan maulid Nabi Muhammad oleh KWPSI itu dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE,Ak MM, perwakilan Forkopimda Kota Banda Aceh, Dirut Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman, para tokoh pers Aceh seperti H Harun Keuchik Leumiek, Wakil Ketua MPU Aceh Faisal Ali, para ustadz yang selama ini telah ikut mengisi acara pengajian KWPSI serta para undangan lainnya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman secara khusus mengapresiasi kegiatan para kaum wartawan yang tergabung dalam KWPSI itu. Katanya, kegiatan tersebu sekaligus membuktikan jika kaum pers tak semata terlibat dalam pemberitaan, namun juga peduli terhadap syairiat. “Ini sejalan dengan konsep kami di Pemko Banda Aceh, mewujudkan kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariat islam,” tandas Aminullah.

Sementara Koordinator KWPSI, Azhari ‘ayah cut’ mengatakan, acara maulid itu merupakan kegiatan rutin KWPSI, selain pengajian mingguan yang telah berlangsung selama enam tahun terakhir. “Kegiatan ini jug terselenggara berkat partisipasi anggota serta orang orang yang bersimpati kepada KWPSI,” tutur Azhari.

Penulis                : Nurdinsyam

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe