
MEUREUDU | acehherald.com
TIM gabungan yang meliputi TNI/Polri, Dinas Perhubungan, BPBD dan Satpol PP, Jumat (25/9/2020) petang, melakukan razia masker di Kota Meureudu. Kegiatan seperti itu sudah rutin dilakukan dan akan terus berlanjut dengan harapan semua warga mematuhi protokol kesehatan terutama menggunakan masker. Masyarakat berharap tidak hanya masker saja yang dirazia, sekali-kali jaga jarak pun perlu juga dipantau.
Dua titik yang menjadi sasaran razia yang digelar selepas shalat Ashar atau sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB itu mencakup ujung jembatan Krueng Meureudu atau tepatnya depan markas komando militer (Koramil) 19 Meureudu, serta depan Kana Wisma atau sudut lapangan sepakbola lintas Kota Meureudu-Simpangtiga. Dibandingkan sebelumnya, kali ini tingkat kesadaran penggunaan masker jauh meningkat.
Para pelintas yang umumnya menggunakan sepeda motor yang kedapatan tanpa menggunakan masker langsung di stop petugas. Saat ditanya kenapa tidak menggunakan masker, jawabannya bervariasi. Ada yang menyebut tertinggal atau lupa, ada pula yang beralasan memang tidak punya masker. Amatan ACEHHERALD.COM, ada juga yang tak bermasker, lalu petugas menyuruh ia pulang untuk mengambilnya yang kebetulan tidak jauh dari lokasi razia, sementara sepmornya ditinggalkan sementara.
Salah seorang petugas mengatakan, kealpaan atau lupa membawa masker itu sudah menjadi alasan setiap petugas melakukan razia. Padahal, memang sebagian masyarakat malas atau enggan memakainya. Sebagian warga mengenakan masker seolah-olah untuk petugas. Artinya, jika ada razia spontan menggunakannya. Sebaliknya, tanpa razia, maskernya disimpan di kantong atau di bagasi sepmor. “Memang sudah begitu pemandangan sehari-hari,” sebut salah seorang petugas.
Kecuali itu, salah seorang pelintas, kepada ACEHHERALD.COM berucap, petugas hanya tahu dan selalu merazia masker di jalan. Sementara protokol kesehatan lainnya seperti jaga jarak diabaikan sama sekali atau tak pernah dilakukan razia. Hari-hari baik di pasar apalagi hari peukan (uroue gantoue), masyarakat berkerumun dan belum pernah didatangi petugas untuk diingatkan. Belum lagi, warga yang nongkrong di warkop baik siang mau pun malam. “Kesitu sekali kenapa tidak dirazia,” kata sumber.
Wartawan : Abdullah Gani (Pidie Jaya)




