SIANTAR | ACEHHERALD – Hari ketiga perjalanan tim Ekspedisi Geopark Kaldera Toba Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) se Indonesia dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023, menjejakkan kaki di Kota Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara, Senin (6/2/2023) sore.
Setibanya rombongan ekspedisi di Kota Pematang Siantar yang menjadi persinggahan ratusan pengusaha perusahaan media siber (online) untuk menggali warisan sejarah dunia berupa Becak mesin BSA (Birmingham Small Arms).
Ketika tiba di kota bermotto “sapangambei manoktok hitei” (saling bergotong-royong demi mencapai tujuan yang mulia), puluhan Becak BSA berjejer di pinggir jalan menarik perhatian rombongan SMSI se-Indonesia. Masing-masing memasang bendera berlogo SMSI di sisi atas.
Seperti diketahui Becak bermotor BSA merupakan sejarah zaman peninggalan penjajahan Belanda dan menjadi icon Kota Pematang Siantar. Becak legendaris ini punya sejarah panjang terhadap kemajuan kota Siantar, di mana kehadiran becak BSA telah memberi perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat Siantar.
“SMSI akan viralkan becak BSA sebagai warisan sejarah dunia bagi Kota Siantar, melalui pemberitaan media,” cetus Ketua SMSI Provinsi Sumatera Utara, Erris J Napitupulu di Kota Siantar.
Sebelumnya kedatangan rombongan SMSI se-Indonesia yang dikomandoi Ketua Umum SMSI Firdaus disambut hangat Walikota Pematang Siantar, dr Susanti Dewayani Sp.A didampingi segenap unsur pejabat Kota Siantar.
Erris Napitupulu mengaku, tim Ekspedisi Geopark Kaldera Toba bangga dan merasa terhormat telah disambut oleh Walikota Pematang Siantar.
Bentor Terus Menggeliat
Becak motor atau kerap disebut bentor di Pematang Siantar terbilang unik. Pasalnya becak ini digerakkan oleh motor besar tua bermesin 350cc hingga 500cc. Apalagi jenis yang dipakai merupakan tunggangan klasik Birmingham Small Arm (BSA) buatan Inggris yang dahulunya dipakai untuk kepentingan peperangan.
Keunikan dan kekhasan becak BSA Siantar ini lah, makanya pemerintah daerah setempat menjadikan bentor sebagai ikon kota Pematang Siantar sekaligus mendongkrak sektor pariwisata kota. Plus perekonomian rakyat pun semakin menggeliat.
Selain BSA, juga ada beberapa sepeda motor dari brand ternama lainnya seperti Norton, Triumph, BMW hingga Harley-Davidson. Setiap motor, rata-rata memiliki usia 60 tahunan dengan pembuatan mulai tahun 1941, 1948, 1952 dan 1956.
Termasuk milik salah seorang tukang becak motor yang tergabung dalam komunitas BSA owner motor cycle siantar atau BOM’S, Ponimin, 57 tahun, sudah dari tahun 1998 menggeluti profesi menjual jasa transportasi angkutan kelas rakyat ini.
Diakui ayah dua anak ini bahwa ditengah semakin tingginya kompetitor jasa angkutan menggunakan aplikasi sejenis ojek online, ini Ponimin mulai gerah dikarenakan semakin sulit mendapatkan cuan dikeseharian nya menarik becak.
Meski agak kesulitan, Ponimin tidak akan tergiur dengan tawaran pecinta motor unik untuk menjual motor becaknya sebesar Rp80 juta hingga ratusan juta. Soalnya motor becaknya sudah dianggap seperti keluarga yang tahun 1998 dibelinya dari Kediri, Jawa Tengah.
Senada itu, Ketua BSA Owner Motor Cycle Siantar, Rizal Ginting menyebutkan ada 20 abang becak motor yang aktif mencari penumpang mengais rezeki, sedangkan jumlah anggota nya sebanyak 80-an.
“Becaknya terus dirawat dan dipelihara, sehingga tampilannya tetap kinclong. Dan bentornya bukan untuk menarik tumpangan, melainkan sebagai hobby pecinta bentor saja,” ujarnya.
Diakuinya, spare part mesin bentor miliknya dan anggota komunitas lainnya, semakin sulit didapat. Kalau pun ada masih dari milik teman sesama pecinta bentor atau memesan khusus ke Pulau Jawa, dimana produknya barang lama yang masih terbungkus plastik.
Perjalanan ke Geopark Kaldera Toba
“Sebelum tiba ke Siantar, tim SMSI dalam Ekspedisi Geopark Kaldera Toba telah menelusuri Kota Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Selanjutnya, SMSI menjelajahi geosite-geosite Kabupaten Samosir, Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Serdang Bedagai. Ekspedisi Geopark Kaldera Toba berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Februari 2023,” beber Erris.
Menurut Erris, SMSI yang merupakan gabungan perusahaan media siber yang dalam ekspedisi ini memiliki tanggungjawab untuk mempertahankan penghargaan UNESCO berupa Geopark Kaldera Toba.
“Kota Siantar adalah bagian dari Geopark Kaldera Toba, karena memiliki situs-situs sejarah dan warisan dunia yang perlu dijaga dan diangkat melalui pemberitaan media,” jelasnya.
Untuk mempertahankan di UNESCO ikut bertanggung jawab warisan dunia ini. Kami terpanggil, becak Siantar akan kita viralkan.
“Mempertahankan penghargaan UNESCO tersebut cukup berat. Oleh karena itu, SMSI mengajak para bupati dan walikota untuk berkolaborasi dan bersinergi mempertahankan Geopark Kaldera Toba,” ungkapnya.
Dukungan yang dapat diwujudkan SMSI berupa pemberitaan dan memviralkan informasi-informasi seputar Geopark Kaldera Toba hingga mendunia.
Sementara itu, Walikota Pematang Siantar, dr Susanti Dewayani SpA mengapresiasi gagasan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba yang telah dilakukan SMSI dalam rangka memperingati HPN 2023.
“Kita yakin atas dukungan SMSI bahwa perhargaan UNESCO terhadap Geopark Kaldera Toba dapat dipertahankan,” jelasnya.
Walikota dr Susanti membeberkan, Pematang Siantar memiliki beragam situs-situs sejarah dan religi. “Kita bertekad menjadikan Siantar menjadi kota destinasi. Oleh karenanya, kita harus berbenah diri membangun Kota Siantar, demi mewujudkan masyarakat sejahtera, sehat dan maju,” sebut Walikota dr Susanti.




