‘Teror’ Pencopotan Terus Berhembus, Satu Persatu Kepala SKPA Tumbang

Juga masuk dalam isu pencopotan tersebut, beberapa pimpinan SKPA yang memang sebelumnya sudah duluan diisukan, seperti Kepala Sekretariat Baitul Mal, Amirullah; Kepala Dinas Pengairan, Ade Surya; dan Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU, Usamah el-Madny.
ilustrasi

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – ‘Teror’ isu pencopotan seperti tiada henti melanda jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Setelah pekan lalu bertiup rumors 13 Kepala SKPA segera diganti, awal pekan ini, malah berhembus isu beberapa orang lagi telah dibebastugaskan. Salah satunya adalah sosok kontroversial, Alhudri yang dicopot dari posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama.

Hudri sempat menjadi Plt Sekda Aceh hanya 27 hari, dan kemudian digantikan oleh M Nasir Syamaun yang kini telah menjadi Sekda Aceh definitive.

Juga masuk dalam isu pencopotan tersebut, beberapa pimpinan SKPA yang memang sebelumnya sudah duluan diisukan, seperti Kepala Sekretariat Baitul Mal, Amirullah; Kepala Dinas Pengairan, Ade Surya; dan Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU, Usamah el-Madny.

Acehherald yang mencoba menghubungi nomor nomor yang bersangkutan, termasuk nomor Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA) serta pihak Sekretariat Pemerintah Aceh. Semuanya seperti sepakat menutup jalur komunikasi sejenak bakda isya tadi.

Sebelumnya, beberapa pejabat SKPA telah dibebastugaskan seperti Karo Pengadaan barang dan Jasa, selain itu ada yang mundur dari posisinya, seperti Jamaluddin (Inspektur), Munawar (Kadis Kesehatan) dan Isra Firmansyah (Direktur RSUDZA). Isu pencopotan juga sempat melanda Kadis Perkim Aznal.

Trend pencopotan itu makin mensahihkan jika mereka yang dicopot sudah tercampak dari line up perburuan eselon 2 ke depan. Mereka masih ada kesempatan jika ditunjuk menjadi Plt hingga status eselon 2 tak hilang. Dengan status itu, mereka berhak untuk ikut Uji Kompetensi (Ukom) dalam upaya penempatan pejabat sesuai dengan kompetensinya.

Peluang terakhir adalah dengan mengikuti uji fit and proper test, jika pun itu diadakan oleh Pemerintah Aceh. Peluang itu terasa makin tipis, jika pencopotan tersebut dikaitkan dengan netralitas saat Pilgub yang lalu. Saat ini jajaran SKPA seperti sijuek seu um menghadapi rumors teror pencopotan itu. Kondisi tersebut ikut melemahkan kinerja, terutama dalam kondisi saat ini sedang dilakukan penyusunan RAPBA 2026. Selain itu, juga penyusunan draft APBA-P tahun 2025 yang kini sedang difinalkan di Bappeda Aceh.

Baca Juga:  Gawat, Lempari Kaca Minibus Hingga Pecah Lalu Ngaku Hanya Iseng
Kata Kunci (Tags):
teror mutasi, alhudri, skpa, usamah, dinas dayah, isra firmansyah

Berita Terkini

Haba Nanggroe