Syekh Sabah al-Ahmad Dimakamkan, Syekh Nawaf Jadi Emir Kuwait Baru

KUWAIT | ACEH HERALD – Emir Kuwait, Syekh Sabah Ahmad Al-Sabah (91 tahun) yang mangkat di rumah sakit pada Selasa (29/9/2020). Jenazahnya dimakamkan pada Rabu di Pemakaman Sulaibikhat, pemakaman terbesar dan utama di Kuwait. Seperti dilansir dari Arab News, Rabu (30/9), shalat jenazah dilakukan di Masjid Bilal bin Rabah. Setelah itu jenazah dibawa oleh anggota … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Emir Kuwait, Syekh Sabah Ahmad Al-Sabah (91 tahun)

KUWAIT  | ACEH HERALD – Emir Kuwait, Syekh Sabah Ahmad Al-Sabah (91 tahun) yang mangkat di rumah sakit pada Selasa (29/9/2020). Jenazahnya dimakamkan pada Rabu di Pemakaman Sulaibikhat, pemakaman terbesar dan utama di Kuwait.
Seperti dilansir dari Arab News, Rabu (30/9), shalat jenazah dilakukan di Masjid Bilal bin Rabah. Setelah itu jenazah dibawa oleh anggota keluarga dekat untuk segera dimakamkan.
Jenazah Syekh Sabah tiba pada hari ini dengan pesawat Kuwait Airways dan diterima oleh saudaranya, pemimpin baru Kuwait, Syekh Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah. Jenazahnya dikawal oleh beberapa pejabat serta pasukan keamanan di Bandara Internasional Kuwait.
Syekh Sabah meninggal pada Selasa di Amerika Serikat, tempat dia menerima perawatan medis sejak Juli pasca menjalani operasi di Kuwait.
Beberapa jalan ditutup sejak pukul 14.00 untuk memberi jalan bagi prosesi pemakaman yang membawa jenazah Emir ke masjid untuk dishalatkan.

Kantor berita negara KUNA melaporkan, jenazah dimakamkan dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Makam Emir baru akan dibuka untuk umum pada Kamis (1/10/2020) besok.

Syekh Nawaf al-Ahmad Al-Sabah menjadi Emir Kuwain yang baru menggantikan Syekh Sabah yang meninggal dalam usia 90 tahun. (Photo by Yasser Al-Zayyat / AFP)

Sementara pengganti Syekh Sabah al-Sabah,  Syekh Nawaf al-Ahmad al-Sabah resmi menjadi Emir Kuwait yang baru. Dia telah mengambil sumpah konstitusional di hadapan Majelis Nasional Kuwait pada Rabu (30/9).

“Saya bersumpah kepada Allah SWT untuk menghormati konstitusi serta hukum negara, dan untuk membela kebebasan, kepentingan, dan dana rakyat, dan menjaga kemerdekaan bangsa serta integritas wilayah,” kata Syekh Nawaf, dikutip laman Al Arabiya.

Syekh Nawaf berjanji akan bekerja untuk memastikan kemakmuran, stabilitas, dan keamanan Kuwait. Ia pun menyebut bahwa kebijakan pendahulunya akan tetap menjadi prinsip panduan bagi negara.”Kami menegaskan kebanggaan kami pada konstitusi kami dan pendekatan demokrasi kami,” ucapnya.

Baca Juga:  BKKBN Minta Seluruh KUA Tak Nikahkan Pasangan Tak Punya Sertifikat Elsimil

Syekh Nawaf adalah saudara tiri dari Emir Kuwait sebelumnya yakni Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah. Syekh Sabah meninggal pada Rabu (29/9) lalu pada usia 91 tahun. Pemerintah Kuwait tidak merilis keterangan tentang penyebab meninggalnya Syekh Sabah yang sudah berusia lanjut tersebut.

Syekh Nawaf diangkat menjadi putra mahkota oleh Syekh Sabah pada 2006. Di bawah konstitusi Kuwait, setiap putra mahkota baru harus disetujui oleh mayoritas di Majelis Nasional negara tersebut. Pergantian posisi emir dan putra mahkota secara tradisional terbatas hanya pada keturunan Mubarak al-Sabah.

 

sumber : Republika.com

Berita Terkini

Haba Nanggroe