Sudah Dimakamkan Baru Tahu Almarhum Demam Covid, Toh…Keluarga Inti Semua Negative

JANTHO I ACEHHERALD.com – Syndrom paranoid covid-19 yang hanya berupa demam dan flu sepertinya makin menebar trauma. Padahal selayaknya disikapi tidak berlebihan apalagi lebay, seperti saat ini. Sebuah insiden di Dusun Gampong Jawa, Desa Peukan Seulimuem, Aceh Besar, setidaknya bisa membuka mata semua orang, agar tak panik berlebihan. Adalah Almarhum Zul (31) laki laki yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Pemakaman Abdullah Manyak di Aceh Utara, Foto Ist

JANTHO I ACEHHERALD.com – Syndrom paranoid covid-19 yang hanya berupa demam dan flu sepertinya makin menebar trauma. Padahal selayaknya disikapi tidak berlebihan apalagi lebay, seperti saat ini. Sebuah insiden di Dusun Gampong Jawa, Desa Peukan Seulimuem, Aceh Besar, setidaknya bisa membuka mata semua orang, agar tak panik berlebihan.

Adalah Almarhum Zul (31) laki laki yang berprofesi sebagai tukang bangunan, yang meninggal Senin (13/07/2020) lalu karena sakit. Belakangan sehari setelah dikuburkan, keluar hasil swab yang menyatakan Zul positif covid. Ya….Allah memanggilnya lewat sebab yang dinamakan covid berupa demam atau flu itu.

Lalu situasi tiba tiba menjadi geger dan heboh, semua ditracking hingga pihak yang melakukan fardhu kifayah, mulai dari mandi hingga penguburan. Selain itu juga diperiksa keluarga inti sebanyak delapan orang. Karena kabarnya bukan hanya sebatas droplet, bersentuhan atau berinteraksi saja maka covid itu akan menular, termasuk menyentuh barang yang pernah dipegang individu terinfeksi covid.

Hasilnya, delapan orang keluarga inti yang telah di rapid tes, hasilnya non reaktif. Arti nya walau beinteraksi langsung mereka tak terpapar, karena memang Allah masih menyelamatkan mereka.

Sementara orang orang lain yang ikut fardhu kifayah juga akan diuji rapid dan swab seperti informasi yang beredar. Kita berharap semoga mereka tidak trauma duluan, hingga imunitas turun dan malah jadi reaktif.

Selain itu tim gugus tugas juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi rumah almarhum, serta gampong secara umum. Tentu saja petugas datang lengkap dengan ‘baju astronot’nya.

Nasib almarhum Zul bertolak belakang dengan dua kasus kematian di Aceh Utara, yaitu pasien EY (43) yang meninggal di RSUDZA 25 Maret 2020 dan dilakukan pemulasaran dengan protokol Covid 19. Belakangan keluarga membuka pembungkus jasad dan balik memandikan dengan cara normal dan dikebumikan di Gampong Puloe Trieng Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Baca Juga:  Gubernur Antar Bingkisan Lebaran untuk Nakes RS Rujukan Covid-19

Pihak RSUDZA—sesuai hasil swab dari Puslitbangkes—belakangan menyatakan jika EY bukan meninggal karena covid. Dan pihak pihak yang ikut memandikan pun bebas dari uji sana sini.

Kasus senada menimpa Abdullah Manyak (53), seorang warga Desa Kuala Kereutoe, Kecamatan  Lapang, Kabupaten  Aceh Utara. Pria itu dinyatakan meninggal karena covid-19, dengan konsideran rapid test yang reaktif. Warga sempat bersitegang untuk membawa pulang jasad Abdullah Manyak untuk difardhukifayahkan secara normal. Namun tetap gagal dan almarhum dimakamkan secara standar covid.

Apa yang terjadi belakangan? Hasil swab yang keluar setelah almarhum dikuburkan, adalah negative covid. Apa boleh buat, jasad sudah dikuburkan, walau keluarga merasa terpukul dengan proses pemakaman tersebut.

Lantas bagaimana dengan jasad almarhum Zul? Apakah digali kembali lalu dipakaikan ‘kafan covid’? Jelas itu bukan solusi. Tapi keluarga inti yang tak seorang pun reaktif, walaupun akan dirapid ulang nantinya, sudah cukup menjadi bukti, demam covid tak mesti jadi komoditi yang mengarah seperi menakutnakuti dan membuat masyarakat paranoid.

 

Penulis                 : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe