
MEUREUDU/ACEHHERALD.com
DALAM sepekan terakhir persediaan atau stok pupuk urea bersubsidi di sejumlah kios pengecer di tiga kecamatan dlam wilayah Pidie Jaya kosong. Sementara beberapa kecamatan lainnya walau pun jenis pupuk yang sama juga tidak tersedia di pasaran. Namun kekosongan itu tidak menjadi persoalan bagi petani sawah dibeberapa kecamatan, karena memang tak lagi dibutuhkan. Diperkirakan, stockpupuk akan kembali normal pada Senin (24/8/2020) pekan depan.
Namun bagi Kecamatan Ulim, Meurahdua dan Meureudu, petani di tiga kecamatan tersebut mengeluh, karena tanaman padi saat ini sedang butuh pupuk. Malah sebagian petani yang sudah sepekan menyiangi, tapi pemupukan untuk kedua kalinya belum juga dilakukan. “Saya sudah lima hari mencari pupuk urea, tapi sampai sekarang belum juga ketemu,”kata Abdullah seorang petani Ulim.
Keresahan sama juga disampaikan M Nur, Ismail dan Husen petani Meurahdua secara terpisah kepada Acehherald.com, Jumat (21/8/2020). Mereka mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi terutama jenis urea memang sering sekali terjadi setiap musim tanam. Diakui, ada juga petani yang sengaja menyimpan pupuk jauh-jauh hari sebelum pemakaian karena khawatir sewaktu-waktu pupuk menghilang di pasaran.
Alternatif itu dilakukan. lanjut M Nur, bagi petani yang berekoni mapan. Tapi bagaimana kami-kami ini yang memang tidak punya uang. Tentu saja, saat butuh baru akan membeli. Kalau pun tak cukup seperti anjuran, ya terpaksa beli sebagian, terangnya lagi. Beberapa pedagang pupuk bersubsidi di Ulim dan Meureudu yang dikonfirmasi Acehherald.com membenarkan, sudah sepekan pupuk kosong di kiosnya.
“Pupuk bersubsidi jenis Urea kini sudah beberapa hari kosong,” kata Teuku Mirza, kios Dayah Coy di Keude Meureudu. Nada sama juga disampaikan beberapa pedagang resmi pupuk bersubsidi lainnya di Meurahdua dan Ulim. Safri dan H Muhammad Saidi, dua distributor pupuk bersubsidi yang ditanya Acehherald.com mengatakan, dijadwalkan pupuk urea kembali tersedia pada, Senin (24/8/2020).
Untuk jatah bulan Agustus, sebagian urea sudah ditebus dan langsung habis, kata Safri. Sementara tebus berikutnya terkendala dengan tanggal merah. Seperti 17 Agustus dan 20 Agustus 2020. Kalau pun pupuk sempat dimuat di line pertama Gudang Lhokseumawe pada Jumat (21/8/2020) tiba di kios sore. Kalau tidak ya dijadwalkan, Senin (24/8/2020) pekan depan urea baru stabil atau tersedia dikios, sebut Safri.
Muhammad Saidi juga membenarkan pupuk urea sudah sepekan kosong di kios-kios pengecer. Petani diminta bersabar karena pihaknya akan berupaya secepat mungkin. Kadistanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad MP juga tidak membantah disebut urea kosong di kios-kios resmi. “Benar, saya dapat laporan dari staf yang menangani pupuk, bahwa urea sudah sepekan kosong,” kata Muzakkir.
WARTAWAN : ABDULLAH GANI (PIDIE JAYA)



















