Shafiqah Syafitri: Dari Mimbar Sekolah ke Pentas Nasional, Menggapai Mimpi Memberangkatkan Ortu Umrah

Usai mengantongi juara pertama di MTQ Provinsi Aceh. Itu menjadi tiketnya menuju MTQ Nasional di Kalimantan Timur tahun 2024
Shafiqah Syafitri, Kafilah Kota Banda Aceh di MTQ Provinsi Aceh, Pidie Jaya. Foto dokumentasi pribadi.

Iklan Baris

Lensa Warga

Di USIA yang baru menginjak 18 tahun, Shafiqah Syafitri telah menorehkan tinta emas di dunia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Gadis asal Kota Banda Aceh ini, yang akrab disapa Fiqoh, adalah mahasiswi semester pertama Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Ar-Raniry. Namun, jauh sebelum itu, bakatnya telah bersinar sejak di bangku Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Model.

Awal mula di mimbar sekolah, waktu kelas 3 MIN Model menjadi saksi awal mula Fiqoh mengenal dunia perlombaan. Pidato menjadi gerbang pertama, dimulai dari ajang di sekolah hingga mewakili MIN di Festival Anak Soleh Indonesia (FASI), di mana piala demi piala berhasil diraih. Porseni Subulussalam tahuh 2020 menjadi panggung berikutnya, dengan juara 3 lomba pidato yang berhasil diraihnya.

Putri ketiga anak dari pasangan Nazar dan Titin, ini kemudian mengikuti lomba di Tahun 2021, dimana Fiqoh mulai merambah cabang Syarhil Quran, sebuah cabang yang menuntut kemampuan orasi, pemahaman Alquran, dan seni penyampaian yang memukau.

Meski di tahun itu, ia belum mendapatkan juara, namun kemampuan Fiqoh dilirik dan  perhatian dari pihak Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh yang menilai bahwa Fiqoh kafilah potensial.

Makanya, potensi yang dimiliki Fiqoh tercium panitia MTQ dan dipilih ikut seleksi dan kemudian lolos mewakili Kota Banda Aceh ke MTQ Provinsi Aceh di Bener Meriah tahun 2022, yang kemudian mengantarkannya ke pentas nasional di Kalimantan Selatan.

Di MTQ Nasional 2022 di Kalimantan Selatan, bersaing dengan kafilah lainnya se nusantara, menjadi pengalaman berharga, meski belum berhasil meraih juara.

Puncak Prestasi di Kalimantan Timur

Kerja keras dan latihan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Di MTQ Aceh tahun 2023 di Simeulue, Fiqoh berhasil meraih juara 1 dan mewakili Kota Banda Aceh ke MTQ tingkat Provinsi tersebut.

Baca Juga:  Banda Aceh, Satu Satunya Peraih Predikat Informatif

Usai mengantongi juara pertama di MTQ Provinsi Aceh. Itu menjadi tiketnya menuju MTQ Nasional di Kalimantan Timur tahun 2024. Ia semakin semangat dan penuh keyakinan bahwa usahanya harus membawa hasil. Berkat doa dan dukungan dari kedua orang tuanya, keikutsertaannya disana menjadi momen puncak bagi Fiqoh. Gadis belia ini pun meraih juara 1 Cabang Syarhil Qur’an Putri.

Setahun sepulang dari Kaltim, usianya yang menginjak 18 tahun adalah batas akhir dari mengikuti lomba Cabang Syahril Qur’an Putri, sehingga ia tidak ikut ke MTQ Aceh tahun 2025 di Pidie Jaya, awal November lalu.

Namun, Allah berkehendak lain. Dua bulan sebelum di gelarnya MTQ Aceh di Pidie Jaya (Pijay), ia yang berada di posisi cadangan, dihubungi orang dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, untuk ikut MTQ di cabang Hafalan 100 Hadist dengan Sanad, menggantikan kafilah yang mengundurkan diri dikarenakan bakal mendapat beasiswa kuliah ke Mesir.

Semula Fiqoh ragu, soalnya belum pernah mencoba di bidang tersebut. Namun panitia meyakinkan kalau Fiqoh punya potensial untuk bisa dan mereka menjanjikan akan mengajari juga membimbing Fiqoh. Meski begitu, ia pun minta pertimbangan dan saran dari kedua orang tuanya.

Lampu hijau pun didapatnya dari ortunya dengan berbagai pertimbangan dan konsekuensi kuliahnya yang masih semester pertama di UIN Ara-Raniry.

Dengan Bismillah Fiqoh pun sungguh-sungguh dan dalam waktu dua bulan ia harus bisa. Meski begitu cabang Hafalan 100 hadist menjadi panggung eksibisi di MTQ Pidie Jaya dan lomba perdana juga baginya.

Usaha yang membuahkan hasil. Ia berhasil meraih emas di Cabang Hafalan 100 Hadis dengan Sanad. Ini semakin membuktikan kemampuannya di bidang ilmu Alquran.

Baca Juga:  Prima DMI Aceh Serukan Masjid sebagai Destinasi Wisata Religi

Mimpi dan Harapan

Fiqoh memiliki mimpi besar, yaitu tampil di kancah internasional. Sayangnya, cabang Syarhil Quran dan Hafalan 100 Hadist yang dikuasainya belum ada di level internasional. Meski begitu, semangatnya tak pernah padam. Ia juga memiliki keinginan mulia, yaitu memberangkatkan kedua orang tuanya, Dedy dan Mama, untuk menunaikan ibadah umrah.

Ia berharap banyak impiannya memberangkatkan orang tuanya umrah dikabulkan. Pasalnya ia telah dua kali berangkat umrah. Pertama kalinya,Tahun 2022 menjadi tahun yang penuh berkah bagi para kafilah MTQ. Sebanyak 50 kafilah diberangkatkan Pj Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki, kala itu untuk umrah, baik yang meraih juara maupun tidak.

Lalu, Pj. Walikota Banda Aceh, Amiruddin memberikan apresiasi khusus kepada para juara MTQ Aceh di Simeulue, dengan memberangkatkan sembilan orang untuk umrah, termasuk Fiqoh yang meraih juara 1.

Jika melihat apa yang telah diraih nya. Di balik kesuksesan Fiqoh, ada sosok-sosok yang berjasa membimbing dan melatihnya. Selain dukungan keluarga, ada juga sosok Ustadz Muhammad Radhi yang merupakan guru pertama Fiqoh di cabang Syarhil Quran, yang kini menjadi pelatihnya.

Ustadz Radhi pula yang memberikan tips agar Fiqoh tidak gugup sebelum tampil di atas panggung. Dan Ustadz Radhi pula mempercayakan Fiqoh menjadi mentor atau membimbing mahasiswa atau mahasiswi yang akan mengikuti lomba Syarhil Qur’an untuk event-event religi, baik tingkat Kota Banda Aceh, maupun Provinsi Aceh.

Kata Kunci (Tags):
shafiqah syafitri, mtq pidie jaya, mtq kaltim, hafalan 100 hadist, kafilah kota banda aceh, syarhil quran,

Berita Terkini

Haba Nanggroe