Sarat Nuansa Politis, Pengamat Pendidikan Minta Pj Gubernur Evalusi Kinerja Disdik Aceh

"Padahal jika diperbandingkan kucuran anggaran disdikbud Provinsi Bengkulu hanya mengelola ratusan milyar rupiah per tahun, sebaliknya Kadisdik Aceh mengelola dana di atas tiga triliun rupiah setiap tahun semenjak 2021, 2022, hingga 2023", tandasnya
Samsuardi

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com — Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A) Doktor Samsuardi kembali meminta keseriusan Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam memperbaiki mutu kelulusan siswa SMA/SMK. Ia menilai dalam kurun waktu tiga tahun terakhir Disdik Aceh gagal membenahi aspek mutu kelulusan siwa di Aceh.

Pria yang akrab siapa Doktor Sam itu menilai, “parameter kegagalan tersebut dapat terlihat pada publikasi laporan hasil Ujian Tes Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (UTBK–SBMPTN) tahun 2021, 2022 dan 2023 yang secara beruntun telah menunjukan mutu kelulusan siwa Aceh terus anjlok di urutan paling bawah, bahkan kalah jauh dengan provinsi Bengkulu yang capaian nilai rata-rata siswa SMA/SMK Begkulu di peringkat 13 nasional (Skor TKA Saintek 490.10 point)” sesalnya.

Ditambahkan, saat ini provinsi Aceh berada di peringkat 27 dari 34 provinsi Indonesia (Skor TKA Saintek 478.51 point). “Padahal jika diperbandingkan kucuran anggaran disdikbud Provinsi Bengkulu hanya mengelola ratusan milyar rupiah per tahun, sebaliknya Kadisdik Aceh mengelola dana di atas tiga triliun rupiah setiap tahun semenjak 2021, 2022, hingga 2023”, tandasnya, Jumat (22/3/2024).

Doktor Sam menyayangkan, kondisi ironis yang semacam ini justru terjadi di tengah anggaran yang melimpah faktanya Disdik Aceh gagal mendongkrak mutu kelulusan siswa SMA/SMK serta gagal pula untuk menoreh berbagai prestasi yang bisa diraih siswa dalam berbagai ajang perlombaan olimpiade nasional yang diikuti semenjak tiga tahun terakhir 2021, 2022 dan 2023.

“Meninjau dari data LAKIP Disdik Aceh 2021-2022, ditemukan dalam laporan LAKIP Disdik Aceh yang memotret minimnya prestasi yang berhasil diraih siswa SMA/SMK se Aceh dalam berbagai kegiatan olympiade nasional yang di ikuti. Bahkan dari sekian puluh tim yang diutus pada berbagai kegiatan olimpiade di tingkat nasional, hanya Noval Ardiasnyah yang mewakili SMKN Karang Tamiang yang bisa tembus meraih perak, selebihnya terhitung gagal,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Besar Gelar Pengajian Rutin Malam Jumat di Meuligoe

Samsuardi mengharapkan, ada secercah harapan pada Pj Gubenur Aceh Bustami pasca dilantik menggantikan Ahmad Marzuki untuk serius mengevaluasi lemahnya kinerja Disdik Aceh. Kita mengingatkan Pj Gubenur agar segera menindaklanjuti hasil rekomendasi DPRA tahun 2022 yang secara tegas meminta dilakukan pergantian pucuk pimpinan lingkup Disdik Aceh, demi menyelamatkan pendidikan Aceh.

Pria itu juga menyorot tentang kompetensi beberapa pejabat di Disdik Aceh yang jauh melenceng dari kebutuhan riil institusi pendidikan, termasuk dari sisi kepakaran serta ada yang tidak paralel dengan kebutuhan untuk mendongkrak kualitas produk alumni sekolah.

Kata Kunci (Tags):
disdik aceh, mutu pendidikan aceh, alhudri, kompetensi pimpinan

Berita Terkini

Haba Nanggroe