
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
BIREUEN | ACEH HERALD
KETUA DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos alias Ceulangiek, terpilih sebagai Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan Bireuen, Periode 2020-2025.
Putra asli Peusangan tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) Yayasan Almuslim Peusangan ke-IV, di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chik Peusangan, Universitas Almuslim (Umuslim), Matang Glumpangdua, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (28/11/2020) sore.
Mubes Yayasan Almuslim tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H M.Si. Turut hadir Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SIK MSi serta beberapa tokoh masyarakat Peusangan.
Hadir juga Rektor Universitas Almuslim (Umuslim), Dr Marwan Hamid, M.Pd, para camat, para mukim, tokoh masyarakat, serta keuchik pemegang mandat yang memiliki hak suara penuh dalam musyawarah serta Imam Besar Masjid Besar Peusangan Matang Geulumpangdua, Tgk Muhammad Hafidz S.Hi.
Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, dalam sambutannya, berharap kepada seluruh peserta Musyawarah Almuslim ke IX Tahun 2020, dapat mengikuti musyawarah dengan baik dan demokratis. Bisa diterima semua pihak dan menghasilkan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Bireuen. “Hasil musyawarah ini, tolong diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Nanti hasil musyawarah tersebut kami simpan sebagai dokumen negara,” ujar Muzakkar.
Sementara itu pengurus lama antara lain Ketua Yayasan, H. Yusri Abdullah, S.Sos dan Ketua Pembina, Drs. H. Anwar Idris, tidak menghadiri musyawarah. Hanya Tgk Munawar Yusuf (Pengawas Yayasan periode 2015-2020) dari unsur kepengurusan lama, yang ikut menghadiri kegiatan mubes.
Akibat ketidakhadiran pengurus lama, tidak ada penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepada peserta musyawarah. Namun, menurut Munawar Yusuf, nanti mereka tetap harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban itu sesuai ketentuan yang berlaku. “Musyawarah ini tetap harus kita laksanakan dulu, walaupun belum ada laporan pertanggungjawaban dari pengurus lama. Sebab, musyawarah besar tidak mungkin ditunda lagi, karena masa jabatan pengurus lama telah berakhir sejak 21 November 2020 lalu,” jelas Munawar Yusuf di hadapan peserta musyawarah.
Sementara seorang peserta musyawarah yang merupakan Keuchik Desa Babah Suwak merespon pernyataan Tgk Munawar dan meminta kepada pimpinan sidang, Rusyidi Mukhtar, S.Sos, agar pertanggungjawaban kepengurusan periode 2015-2020 harus ditindaklanjuti. “Yayasan Almuslim merupakan milik bersama, bukan milik individu. Kami percaya kepada mereka mengelola Yayasan karena dinilai para pengurus lama merupakan orang terdidik, namun dengan ketidakhadiran mereka dalam musyawarah ini, mereka tidak mencerminkan intelektualnya kepada masyarakat,” tegas Keuchik Babah Suwak diiringi tepuk tangan para peserta Mubes.
Agenda utama dalam musyawarah itu, yaitu pemilihan Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan Periode 2020-2025. Mengingat, kepengurusan sebelumnya telah berakhir sejak 21 November 2020 lalu.
Peserta yang memiliki hak suara dalam musyawarah ini antara lain terdiri dari Keuchik, Imum Gampong, Imum Mukim dan Imum Chiek yang berasal dari Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan dan Kecamatan Jangka. Mereka merupakan pemilik Yayasan Almuslim Peusangan.
Musyawarah Yayasan Almuslim ke IX tahun 2020 terlihat lebih merakyat. Karena pemilihan kepengurusan baru, dipilih langsung saat terlaksananya mubes. Para peserta tidak mau kepengurusan baru dipilih oleh tim formatur, sehingga tidak ada pembentukan tim formatur, melainkan pemilihan secara aklamasi.
Berikut susunan kepengurusan Yayasan Almuslim Peusangan Periode 2020-2025. Tgk Rusyidi Mukhtar, S.Sos alias Ceulangiek terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan periode 2020-2025. Sementara, Tgk H. Munawar Yusuf terpilih sebagai Ketua Yayasan.
Selain itu, juga dipilih sejumlah figur untuk mengisi organ yayasan lainnya. Disepakati, untuk posisi Ketua Pengawas diduduki H Mukhlis Amus, M.Si.
Di bawah Ketua Yayasan, dilengkapi Wakil Ketua I hingga IV. Begitu juga untuk jabatan di bawah Ketua Pengawas, ada Wakil Ketua I hingga IV. Sementara untuk posisi Wakil Ketua Pembina, ditempatkan enam orang.
Berikutnya untuk jabatan Sekretaris, ditempati Dasril Azmi, M.Kom. Posisi ini juga dilengkapi Wakil Sekretaris I dan II. Selanjutnya, jabatan Bendahara, diserahkan kepada H. Fauzi. Dia juga dibantu Wakil Bendahara I dan II.(*)
PENULIS : FERIZAL HASAN



















