RSUDYA Tapaktuan Tambah 11 Mesin Hemodialisa, Putus Antrian Panjang Pasien Gagal Ginjal

Dengan penambahan mesin dan kesiapan SDM, RSUDYA Tapaktuan optimistis dapat mengurai antrian panjang sekaligus menghadirkan layanan Hemodialisa yang lebih cepat, aman, dan bermutu bagi masyarakat Aceh Selatan.
RSUDYA Tapaktuan tingkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menambah 11 Mesin Hemodialisa. Foto: Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

TAPAKTUAN | ACEHHERALD.Com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan Hemodialisa (HD) yang menjadi kebutuhan vital bagi pasien gagal ginjal.

Hingga saat ini, tercatat 45 pasien menjalani terapi HD secara rutin menggunakan delapan mesin Fresenius sistem single reuse. Tingginya jumlah pasien menyebabkan antrian tindakan mencapai 23 orang, sehingga percepatan layanan menjadi fokus utama manajemen rumah sakit.

Plt. Direktur RSUDYA dr. Erizaldi, M.Kes, Sp.OG., melalui Kabid Keperawatan dan Kebidanan RSUDYA, Susina Erawati, S.Tr.Kep., M.K.M., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas bukan sekadar penambahan alat, tetapi bentuk tanggung jawab rumah sakit terhadap hak kesehatan masyarakat.

“Penambahan mesin Hemodialisa ini langkah penting untuk memastikan tidak ada pasien yang harus menunggu terlalu lama untuk terapi yang sifatnya sangat krusial. InsyaAllah bulan depan, jika tidak ada kendala, 11 mesin baru akan masuk dan langsung kita operasionalkan,” kata dr. Erizaldi, kepada awak media, Selasa (25/11/2025).

Sementara itu, Kepala Ruangan Hemodialisa Ns. Fitri Za, S.Kep., menambahkan bahwa finalisasi teknis penambahan mesin telah rampung. Total penambahan terdiri dari 11 unit mesin operasional dan satu unit mesin cadangan yang akan memperkuat kapasitas layanan secara signifikan.

Unit Hemodialisa RSUDYA adalah bagian dari kelompok layanan Intensive Gawat Darurat dan Medis Khusus yang mencakup IGD, ICU, IBS, Ruang Bersalin VK, Cath Lab, NICU, hingga HD. Fasilitas ini mulai beroperasi pada 31 Oktober 2017 dan diresmikan oleh almarhum Bupati T. Sama Indra pada masa kepemimpinan dr. Faisal, Sp.An.

Layanan HD ditangani oleh tim medis berpengalaman, dipimpin dokter penanggung jawab dr. Safrian, Sp.PD., bersama dokter jaga dr. Meutia Ilona, empat perawat pelaksana, serta tim administrasi yang memastikan proses pelayanan berjalan efektif.

Baca Juga:  Pelaporan Covid Masih tak Konsisten, Meninggal September Lapornya Hari Ini

Dengan penambahan mesin dan kesiapan SDM, RSUDYA Tapaktuan optimistis dapat mengurai antrian panjang sekaligus menghadirkan layanan Hemodialisa yang lebih cepat, aman, dan bermutu bagi masyarakat Aceh Selatan.

Penulis : Zulfan

Kata Kunci (Tags):
RSUDYA Tapaktuan, 11 Mesin Hemodialisa, gagal ginjal, cuci darah,

Berita Terkini

Haba Nanggroe