Relokasi Pasar Ikan Ditunda Hingg Juni, Pak Wali Beri Kesempatan Pedagang Hingga Lebaran

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Relokasi pedagang Pasar Ikan/sayur, Peunayong ke lokasi baru di Gampong Lamdingin, yang seharusnya dijadwalkan Maret mendatang, ahirnya digeser hingga pertengahan Juni 2020. Pemko memberi toleransi kepada para pedagang hingga lebaran Idul Fitri 1441 H. “Dengan demikian, pedagang masih bisa memanfaatkan lokasi lama untuk berdagang di Bulan Ramadhan tahun ini, sebagai … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE,Ak MM saat meninjau pasar induk baru di kawasan Gampong Lamdingin. Foto Ist

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Relokasi pedagang Pasar Ikan/sayur, Peunayong ke lokasi baru di Gampong Lamdingin, yang seharusnya dijadwalkan Maret mendatang, ahirnya digeser hingga pertengahan Juni 2020. Pemko memberi toleransi kepada para pedagang hingga lebaran Idul Fitri 1441 H. “Dengan demikian, pedagang masih bisa memanfaatkan lokasi lama untuk berdagang di Bulan Ramadhan tahun ini, sebagai moment untuk meningkatkan denyut ekonomi para pelaku ekonomi akar rumput itu,” tutur Wali Kota Aminullah.

Kepastian penundaan itu diungkapkan oleh Wali Kota Banda Aceh, saat meninjau  kemajuan fisik proyek Pasar Terpadu yang berlokasi di Gampong Lamdingin, Rabu (12/2/2020) . “Operasional pasar ini direncanakan dimulai pada pertengahan Juni nanti,” kata Aminullah.

Saat melakukan peninjauan, Wali Kota didampingi Kadis Koperasi, UKM dan Perdaganan, M Nurdin, Ketua Komisi II DPRK, Aiyub Bukhari bersama sejumlah anggota DPRK Banda Aceh lainnya. Hadir juga Camat Kuta Alam, Reza Kamilin bersama unsur Muspika dan Keuchik Lamdingin, Anas Bidin Nyak Syeh.

Aminullah menjelaskan alasan menunda operasional pasar dengan  menggeser jadwal relokasi ratusan pedagang Pasar Peunayong itu adalah, yang pertama, Aminullah mempertimbangkan waktu yang mendekati bulan puasa. Ia ingin memberi kesempatan para pedagang menjalankan aktivitasnya mengais rezeki menghadapi bulan puasa dan hari raya. “Belum bisa kita operasionalkan dan relokasi pedagang dalam waktu dekat, apalagi bulan Maret sudah mendekati bulan puasa,” kata Aminullah

Pertimbangan lainnya, Wali Kota mengungkapkan karena ada beberapa fasilitas yang masih perlu disempurnakan, seperti halaman pasar dan area parkir. “Setelah kita lakukan tinjauan hari ini untuk lima pasar disini, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Artinya, untuk kita resmikan segera masih belum mungkin,” ungkap Aminullah.

Baca Juga:  Sekda Pidie Hadiri HUT Ke-21 Dharma Wanita Persatuan

Untuk itu, Ia meminta pihak Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dapat mengejar dan fokus menyempurnakan fasilitas di pasar tersebut. Aminullah memberi waktu tiga bulan karena paling telat pada pertengahan Juni sudah dioperasikan. “Jadi pedagang sudah menempati pasar ini pertengahan Juni nanti, habis lebaran Idul Fitri,” kata Wali Kota.

Untuk menyukseskan program ini, Aminullah meminta dukungan dari pihak legislatif dan masyarakat kota. “Pasar ini kita bangun sangat refresentatif, fasilitas lengkap. Area parkir sangat luas dan akses jalan menuju pasar ini sangat lebar. Ini akan memudahkan warga kita menjangkau pasar. Kita mohon semua dapat menyukseskan program ini,” tutup Aminullah.

Sementara itu, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan, M Nurdin menyatakan siap menindaklanjuti arahan Wali Kota terkait penyempurnaan fasilitas di Pasar Terpadu tersebut.

Katanya, fasilitas penunjang yang masih perlu disempurnakan adalah penataan halaman dan landscape. Pekerjaan ini sedang dikerjakan. Kemudian fasilitas penunjang lainnya seperti sarana air sedang dilengkapi. “Mudah-mudahan pada awal Juni nanti proses pindah itu akan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan kenyamanan, baik kepada pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di pasar terpadu ini,” kata Nurdin.

Ketua Komisi II DPRK: Keputusan Bijaksana

Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari mengatakan pihaknya mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan Pemerintah Kota untuk membangun pasar yang refresentatif.

Ia kemudian mengomentari keputusan Wali Kota merelokasi pedagang pada Juni, ditunda dari rencana awal pada Maret. Katanya keputusan tersebut merupakan keputusan yang bijaksana dari Wali Kota Banda Aceh. “Ini keputusan yang sangat bijaksana dari Wali Kota. Apalagi memang ada beberapa fasilitas yang masih perlu disempurnakan,” kata Aiyub Bukhari.

Politisi dari Partai Demokrat ini kemudian mendukung keputusan Wali Kota dan Diskop UKM dan Perdagangan untuk segera menyempurnakan fasilitas yang ada di pasar tersebut.

Baca Juga:  Tandatangani PKS Sistem Informasi Kredit Program, Bank Aceh Siap Salurkan Pembiayaan  KUR Syariah

 

Penulis            : */nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe