MEULABOH | ACEHHERALD.COM-
Pasang laut menggenangi dua desa di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang menyebabkan 30 unit rumah terendam dan sebanyak 36 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang aman. Sebagian dari warga mengungsi ke meunasah.
Banjir laut yang terjadi pada saat bulan mati, mulai menggenangi pemukiman penduduk di dua desa yaitu Desa Pasir Lhok Aron dan Desa Ujong Kalak Meulaboh pada Sabtu, 2 Juli 2022.
Akibat genangan banjir tersebut, puluhan rumah serta sebagian pemukiman warga di dua desa tersebut terendam air laut, kata Pj Kepala Desa Pasir Lhok Aron, Romi Jaya Saputra dilansir AcehHerald.com dari Catat.co, Ahad (/7/2022).
Menurut Pj Kepala Desa Pasir Lhok Aron, Romi Jaya Saputra banjir rob itu terjadi akibat tingginya gelombang laut hingga menerjang daratan.
“Memang tanggul sudah dipasang, tapi tingginya gelombang membuat air melewati tanggul yang telah dibangun,” kata Kades Pasir Lhok Aron, Minggu, 3 Juli 2022.
Dikatakan, ketinggian air yang merendam rumah penduduk terparah terjadi Ahad pagi. Genangan air tersebut telah menyebabkan sebanyak 28 unit rumah terendam dengan ketinggian air 30-60 centimeter.
Sementara itu Pj Kades Ujong Kalak, Muhammad Hasbi menyebutkan banjir rob yang merendam desa mereka diduga akibat di desa mereka dibangunnya tanggul.
Namun, katanya, di Desa Ujong Kalak, tercatat ketinggian airnya lumayan hingga merendam 30 unit rumah dan sebanyak 36 warga terpaksa mengungsi di Musalla desa setempat.
Untuk menghenti bencana serupa pada tahun-tahun mendatang, kata Hasbi, masyarakat Ujong Kalak sangat berharap pemerintah segera membangun tanggul dan juga memperbaiki tanggul-tanggul yang sudah rusak agar tidak lagi terjadi banjir.
Selain masalah belum tersedia tanggul pengaman laut, Hasbi mengatakan saluran utama desa setempat juga tersumbat oleh, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar dan menyebabkan tergenangnya air laut itu kepemukiman warga. (*)





















