
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
MEUREUDU | ACEH HERALD
MUSIBAH banjir yang melanda kawasan Pidie Jaya (Pijay) kali ini, terhitung hanya sekitar dua jam. Debit air sungai meluap dan mncapai puncaknya, sekira pukul 19.00 WIB, namun sekira pukul 21.00 WIB mala mini, banjir mulai mereda.
Jelang petang tadi, debit air di beberapa sungai (krueng) meningkat. Krueng Jeulanga Kecamatan Bandardua, Krueng Ulim, Krueng Meureudu (membelah Kecamatan Meureudu dengan Kecamatan Meurahdua) serta Krueng Beuracan yang berbatasan dengan Kecamatan Trienggadeng meluap hingga merendam sejumlah gampong. “Alhamdulillah kini air sudah surut,” kata Drs H Agussalim (Kanda Agus) warga Gampong Beuringen Meurahdua.
Hasil pantauan Aceh Herald serta keterangan dari beberapa warga di lokasi rawan banjir, mengaku was-was dan mereka siaga penuh kemungkinan banjir besar melanda wilayahnya. Padahal, kawasan tersebut tidak dilanda hujan. Bisa jadi hujan di hulu sungai sana. Anggota Tim Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Pidie Jayab di semua kecamatan hingga gampong juga siaga penuh dan siap memberi pertolongan jika musibah itu terjadi. “Semua anggota kami kini siap di lapangan,” kata M Yacub M Piah, Ketua FPRB Pidie Jaya menjawab Aceh Herald.
Di Bandardua, akibat meluapnya air Krueng Jeulanga dan air Krueng Ulim, beberapa gampong terendam. Arus air begitu deras dan warga terus menyelamatkan barang-barang dalam rumah. Seperti dilaporkan, Saed Nasir, salah seorang tokoh masyarakat Blang Kuta. Katanya, gampong yang kini sedang digenangi air antara lain, Alue Sane, Drien Tujoh, Blang Kuta, Alue Me,Tunong serta Babah Krueng. “Kami ini mulai banjir dan tinggi air rata-rata 30 centimeter dan diprediksikan akan terus meninggi,” kata Said Nasir.

Luapan air Krueng Meureudu menyebabkan beberapa desa sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang membelah Meureudu dengan Meurahdua juga terendam. Di Meurahdua, yang terendam seperti Pante Beurene, Beuringen, Dayah Usen, Meunasah Mancang, Meunasah Raya, Dayah Kruet dan Gampong Blang, tapi tidak parah. Sementara Meureudu yaitu, Masjid Tuha dan Meunasah Lhok. Sedangkan luapan air sungai Beuracan, beberapa gampong juga terendam. Antara lain, Desa Mulieng, Kuta Trieng, Rambong serta Gampong Grong Grong,
Kendati banjir tidak disertai dengan hujan, namun masyarakat di sejumlah gampong sepanjang DAS siaga penuh kemungkinan luapan air semakin meninggi. Hingga berita ini ditrunkan, pantauan Aceh Herald air Krueng Meureudu yang sorenya sangat deras, berangsung-angsur normnal. Melihat kondisi air mulai normal, beberapa warga yang sengaja memantau dari atas jembatan lega. “Alhamdulillah derasnya air sudah agak berkurang dibandingkan petang tadi,” kata seorang warga Meurahdua.
KepalaBPBD Pijay, Okta Handipa yang dihubungi Aceh Herald membenarkan, hasil laporan yang ia terima dari stafnya bahwa sejumlah gampong sepanjang DAS di wilayahnya terendam banjir. Tapi hasil pantauan terakhir jelang pukul 21.30 WIB, kini air mulai surut. “Ini saya sedang menuju Bandardua untuk memantau kesana,” imbuh Okta.(*)
PENULIS : ABDULLAH GANI



















