BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Saiful Bahri alias Pon Yaya dapat dipastikan menjadi calon tunggal Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh periode 2025-2029. Kepastian itu sejenak setelah Pon Yaya yang didampingi oleh tim nya mengembalikan formulir sekaligus mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketua Umum KONI Aceh di Musywarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Aceh, yang dijadwalkan pekan mendatang.
Kedatangan Pon Yaya yang didampingi Ketua Tim Pemenangan HT Rayuan Sukma, Bahtiar Hasan, Kenedi Husen serta belasan Ketua Pengprov itu, disambut langsung Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Aceh Nasruddin dan Andry Agung selaku Sekretaris TPP di Sekretariat KONI Aceh.
Nasrudin dalam kesempatan itu merinci tentang keberadaan TPP serta jadwal kerja yang dimandatkan oleh Rakerprov KONI Aceh, untuk melakukan penjaringan dan penyaringan Bacaketum KONI Aceh. Katanya, program kerja TPP dimulai dengan sepekan masa pelaporan dukungan oleh kubu kandidat. Setelah itu dibuka kesempatan mengambil formulir bagi kandidat yang ikut serta kontestasi Ketum KONI Aceh. “Kami buka kesempatan pendaftaran itu hingga Sabtu (20/09/2025) besok, setelah itu close dan TPP melakukan verifikasi akhir yang hasilnya akan diumumkan di Musorprovlub nanti,” kata Nasruddin.
Bila mengacu dengan prosentase dukungan, telah tertutup peluang kandidat lain untuk maju dalam kontestasi Ketum KONI Aceh. Masalahnya, persyaratan 30 persen dukungan dari KONI daerah dan 30 persen dari Pengprov, tak mungkin didapat kandidat lain. Saat ini Pon Yaya mengantongi 98 persen dukungan dari KONI daerah, serta 80 persen dari jajaran Pengprov yang jumlahnya 68 cabor. Jikapun ada yang mampu memperlihatkan dukungan 30 persen, maka dipastikan dukungan itu ganda, dan akan dinyatakan batal, sesuai mandat Rakerprov KONI Aceh yang lalu.
Sementara Ketua Tim Pemenangan Pon Yaya, HT Rayuan Sukma dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya telah melengkapi berkas pendaftarann, mulai data pribadi Pon Yaya, fakta integritas, serta tentu saja rincian dukungan dari Pengprov dan KONI Kabupaten/Kota. “Insha Allah menurut kami ini sudah sangat lengkap, namun tetap saja kami serahkan kepastian akhir kepada TPP KONI, sesuai dengan regulasi yang ada. Yang jelas kami sudah sangat siap untuk berkontestasi menuju kursi Ketum KONI Aceh,” kata Rayuan disambut tepuk gemuruh tim pendukung.
Sementara Pon Yaya yang didapuk oleh tuan rumah TPP untuk sekadar memberikan sambutannya, mengatakan, ia akan membangun KONI Aceh ke depan dengan landasan soliditas dan solidaritas tinggi, dibarengi sikap professional dan sportivitas. “Ingat, ini adalah dunia olahraga yang mengedepankan sportifitas dan jauh dari frame politik. Ini bukan tempat politik, namun tempat membangun jiwa patriot dan prestasi,” tegas Pon Yaya yang juga mantan Ketua DPR Aceh dan saat ini telah mndapat dukungan dari Pemerintah Aceh.

Pon Yaya yang juga anggota DPRA itu juga berjanji untuk membangun harmonisasi dengan semua stake holder serta tentu saja dengan Pemerintah Aceh. Karena hormonisasi itu menjadi salah satu kunci sukses untuk terwujudnya prestasi dan prestise olahraga Aceh ke depan. “Kita tingkatkan kinerja pembinaan, mempertahankan yang ada serta mengasah lebih tajam cabor cabor yang punya peluang mengharumkan nama Aceh di kancah nasional, regional maupun internasional,” tandas Pon Yaya.
Didampingi Rayuan Sukma dan timnya, saat sesi press conference usai mendaftarkan diri, Pon yaya kembali menyatakan komitmen tulusnya dalam memimpin KONI Aceh ke depan. Politisi dan juga pengusaha swasta itu dengan tegas mengatakan, tidak ada celah untuk semua pengurus KONI ke depan untuk mencari uang di KONI. “Ingat, lembaga ini bukan untuk mencari keuntungan finansial, kita berkomitmen untuk mendedikasikan diri bagi prestasi olahraga Aceh, dengan bekerja secara profesional, dedikatif dan inovatif, demi martabat Aceh di dunia olahraga Nusantara,” tegas Pon Yaya.
Saat ditanya seputar dinamika jelang Musorvroplub KONI Aceh, Pon Yaya menyatakan itu adalah wewenang KONI Aceh, karena mereka yang jadi sasaran tembak. Namun secara tegas, Rayuan Sukma yang telah berkomunikasi langsung dengan Ketum KONI Pusat Jenderal TNI Purn Marciano Norman menyatakan pihak KONI Pusat berkomitmen kuat untuk terlaksananya Musorprovlub KONI Aceh sesuai jadwal, yaitu tanggal 27-28 September bulan ini. “Pak Marciano memastikan jadwal Musorprovlub KONI Aceh on schedule, karena pihak pusat telah menerima jadwal dan telah menjadwalkan kehadiran untuk acara tersebut. Jika pun ada hal non teknis, itu tidak memengaruhi jadwal yang telah direkomendasikan melalui Rakerprov yang lalu. The show must go on,” tegas Rayuan Sukma yang ikut didampingin Akhyar, saat menghadap Ketum KONI Pusat awal pekan ini.




