Polresta Siagakan 10 Ton Beras dan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

  BANDA ACEH │ ACEH HERALD Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh telah menyiagakan 10 ton beras serta sembako. Seluruh stok tersebut akan diberikan untuk kebutuhan warga terdampak corona virus desease 2019 (Covid -19) di wilayah hukumnya. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, mengatakan pihaknya menyiagakan beras dan sembako tersebut berdasarkan instruksi Kapolri Jenderal … Read more

BANTUAN beras sebanyak 10 ton beras yang disiagakan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh untuk kebutuhan warga terdampak Covid -19 di wilayah hukumnya. DOK : POLRESTA BANDA ACEH

Iklan Baris

Lensa Warga

BANTUAN beras sebanyak 10 ton beras yang disiagakan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh untuk kebutuhan warga terdampak Covid -19 di wilayah hukumnya.
DOK : POLRESTA BANDA ACEH

 

BANDA ACEH │ ACEH HERALD

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh telah menyiagakan 10 ton beras serta sembako. Seluruh stok tersebut akan diberikan untuk kebutuhan warga terdampak corona virus desease 2019 (Covid -19) di wilayah hukumnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, mengatakan pihaknya menyiagakan beras dan sembako tersebut berdasarkan instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis. Pada instruksi tersebut, Idham mengharuskan kepada jajaran Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia, menyiapkan 25 ton beras.

Kata Trisno, dari jabaran instruksi tersebut, sejumlah 500 Polres harus menyiapkan 10 ton beras dan bahan pokok lainnya. “Nantinya bantuan ini akan dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 yang belum terdata sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah,” ujar Trisno.

Dia menjelaskan, bantuan ini dipersiapkan dan akan dibagikan jika ada warga yang membutuhkan. “Jadi, selama ada warga belum dapat bantuan sosial dari pemerintah, sesuai arahan pimpinan dan dilengkapi data peruntukan dari Dinas Sosial, maka sembako ini kami bagikan,” ujar dia.

Agar tak terjadi tumpang tindih, Polresta Banda Aceh akan mengawal pendistribusian sembako baik dari pemerintah, instansi, dan komunitas manapun. Tujuannya, agar bantuan sosial aman dan tepat sasaran peruntukannya.

Trisno menjamin pengamanan pendistribusian bantuan sosial, baik jumlah, sasaran, dan kualitas, sesuai program pemerintah hingga sampai kepada warga yang terdampak Covid -19.

Trinso juga merincikan beberapa poin arahan lainnya dari Kapolri, yang meminta jajaran kepolisian memastikan kelancaran distribusi logistik dan bantuan sosial. Untuk itu, polisi akan mengedepankan tindakan preemtif, preventif, dan humanis, dalam menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kemudian, Polri harus melibatkan TNI dan pemangku kepentingan terkait dalam kegiatan kemasyarakatan, mengganti istilah siaga I dengan kesiapsiagaan, melarang penggunaan kata tembak di tempat, dan menegaskan tidak ada penyiapan sniper serta mengimbau untuk mematuhi maklumat Kapolri, serta menunda pelaksanaan PON di Papua,” jelas Trisno.(*)

Baca Juga:  Dewan Terima LKPJ Bupati Aceh Tengah, Ini Harapan Ketua DPRK

PENULIS : POPON EL AZWANI

Berita Terkini

Haba Nanggroe