PM Malta Akan Mundur, Terkait Pembunuhan Wartawati

Banda Aceh, Acehherald.com – Akhirnya Pimpinan Partai Buruh memenuhi permintaan demonstran, yang meminta PM Joseph Muscat mundur dari jabatannya. Joseph sendiri menjanjikan, akan mundur pada Januari 2020 mendatang, demikian seperti dikutip dari laman Independent, Senin (2/12/2020). Demonstrasi di luar gedung pengadilan di ibukota Malta, Valletta, selama beberapa pekan terakhir yang melibatkan hampir 20.000, menuntut agar … Read more

Daphne Caruana Galizia

Iklan Baris

Lensa Warga

Kondisi mobil wartawati Daphne Caruana Galizia yang meledak akibat bom mobil

Banda Aceh, Acehherald.com – Akhirnya Pimpinan Partai Buruh memenuhi permintaan demonstran, yang meminta PM Joseph Muscat mundur dari jabatannya. Joseph sendiri menjanjikan, akan mundur pada Januari 2020 mendatang, demikian seperti dikutip dari laman Independent, Senin (2/12/2020).

Demonstrasi di luar gedung pengadilan di ibukota Malta, Valletta, selama beberapa pekan terakhir yang melibatkan hampir 20.000, menuntut agar di adakannya penyelidikan menyeluruh terkait pembunuhan wartawati Daphne Caruana Galizia (53) pada  16 Oktober 2017 lalu.

Dari penyelidikan, pihak kepolisian telahh menangkap tiga pelaku pada Desember 2017 dengan tuduhan pembunuhan berencana, yaitu Alfred dan George Degiorgio, serta Vincent Muscat.

Vincent sendiri membuat pernyataan tertulis tentang perintah pembunuhan yang melibatkan 2 orang menteri dan seorang pengusaha pada April 2018. Ia mengaku bahwa mereka dibayar 150.000 euro untuk melangsungkan aksinya, dengan 30.000 euro diberikan di muka.

Mereka menggunakan bom yang dibeli dari gangster Malta dan dipasok oleh mafia Italia. Pengakuan sensasional itu diutarakannya, dengan harapan mendapat grasi.

Daphne Caruana Galizia

Daphne sendiri merupakan seorang wartawati invetigasi dan menulis dalam sebuah blog. Ia  terkenal karena pendapat politiknya yang keras dan tuduhan korupsi kepada sejumlah pejabat yang membuatnya banyak dimusuhi.

Dalam laporannya, ia menyebutkan keterkaitan kasus korupsi sebesar 1.56 Juta Poundstering yang melibatkan Menteri Energi Konrad Mizzi dan Kepala Staff Perdana Menteri Keith Schembri dengan pengusaha Minyak Yorgen Fenech.

Keputusan mundur

Yorgen Fenech

PM Joseph Muscat seperti dilansir Reuters, mengambil keputusan mundur setelah penangkapan Yorgen Fenech di lepas pantai Malta, saat berupaya melarikan diri. Dalam pernyataan melalui televisi kemarin, ia akan mundur setelah Kongres Partai Buruh pada 12 Januari mendatang.

Sebelumnya Keith Schemberi juga telah ditangkap dan sedang menjalani penyelidikan. Dalam sebuah foto yang dilansir Malta Todays pada Sabtu kemarin, terlihat Schembery bersama saksi mahkota, seorang sopir taksi.

Baca Juga:  Polisi India Tembak Mati Empat Pelaku Pemerkosaan

Sopir taksi yang di identifikasi sebagai Melvin Theuma merupakan penghubung antara pembunuh dengan Schembery. (dbs)

Editor: Salim

Berita Terkini

Haba Nanggroe